Senin, 08 Desember 2014

Jari Manis dan Hidupmu Yang Nggak Ada Gunanya

Sore ini saya kepikiran, betapa sejauh ini hidup saya nggak begitu berharga. Prestasi ya gitu-gitu aja, medioker banget. Kerjaan juga belum punya, uang saku masih minta. Bikin-bikin blog, juga sesekali aja diurusin, pasang adsense juga enggak ada yang klik. Ibadah, alhamdulillah lancar, tapi belum cukup. Hobi ngegambar, nggak begitu jago, e-sport juga nggak dewa-dewa amat (halo, DoTA, Ragnarok, dan game-game online yang sudah saya tinggalkan. Kepala 21 dan nggak ada pencapaian yang berarti, ash. . . .

Mungkin pembaca juga ada yang gitu, dengan masalah yang dihadapi masing-masing. Udahlah jangan pura-pura enggak. Kebanyakan pasti iya. mwahahahaa. . .

*siiiing*

Tapi bukan itu yang saya soroti. Saya cuma ngajak temen-temen pembaca supaya jangan bersedih dengan keadaan, chin up! Boleh jadi hidupmu itu seperti jari manis, yang baru keliatan "wah" setelah cukup lama bersabar dengan keberadaannya yang enggak dianggap.

Jari manis, atau bahasa inggrisnya Ring Finger, adalah jari keempat jika dihitung dari Ibu jari dan jari ke dua dari jari jentik atau jari kelingking. Literally, ring finger adalah tempat anda akan meletakkan wedding ring. Makanya saya bingung ketika ditransliterasi menjadi jari manis, padahal kalau dijilat enggak manis-manis juga.

Jujur yah, jari ini enggak begitu keliatan manfaatnya. Bener dah, yok kita bedah satu-satu.

1. Yang pertama Jempol, atau Ibu jari.

Jempol jelas keliatan manfaatnya. Nggak percaya? coba ente ngiket tali sepatu nggak usah pake jempol. Pegang barang nggak pake jempol, dan lain sebagainya. Sulit kan?

Jempol ada dalam setiap aspek kehidupan kita baik yang mayor dan minor.

Jempol bisa menunjukkan pujian ataupun cacian.

Jempol bahkan bisa menyelamatkan nyawa seseorang dalam pertandingan gladiator, (atau seenggaknya begitu yang ditunjukin di film Gladiatornya Russel Crowe)

Liat ni si om, begitu jempol madep atas, ente selamet gan. Tapi kalo jempol madep bawah. . ., Mampus..

Bisakah jari manis melakukan ini? Enggak.
skor
Jari Lain 1; Jari Manis 0



2. Lanjut Jari Telunjuk.

Jari telunjuk, yah, gunanya untuk nunjuk.. mencet nomer telepon, ngetik, segala macem. Ngupil juga iya.

Jari tunjuk menunjukkan semangat yang membara, keinginan untuk berjuang dan lepas dari segala penderitaan. Nggak percaya? Liat tuh fotonya Bung Tomo, yang diacungkan jari apa? Telunjuk apa Manis?

Coba kalo waktu itu Bung Tomo yang diacungin jari Manis, seluruh dunia bakal bingung.

skor
Jari Lain 2; Jari Manis 0


3. Jari Tengah

Jujur, waktu saya nyari di Google dengan keyword jari tengah, rata-rata yang keluar pose kaya gini. Entahlah, jari tengah diasosiasikan dengan postur mengumpat ala orang barat.
"F*ck You!", yes, you.. (kalo nggak percaya boleh cari sendiri di Google, keyword: jari tengah)

Jadi saya enggak mau banyak komen untuk jari tengah. At the very least, dia masih berguna untuk mengungkapkan kekesalan anda. Coba kalau "F*ck You!" lambangnya diganti jari manis, jatohnya malah lucu kan..



Padahal nggak cuma buat mengumpat, kalau jari tengah dijadikan senjata utama dengan jari telunjuk dan jari manis sebagai 'base'-nya, jari ini bisa mencapai kedalaman yang diinginkan. fufufu. kalau enggak paham maksudnya nggak usah nanya, simpen aja buat diri sendiri.

Carry on with the scoring,
Jari Lain 3; Jari Manis masih 0


4. Kelingking
As the picture said, jari sekecil ini dapat memegang janji sebesar apapun. True! Seringkali orang janjian dengan saling mengaitkan jari manis. Apalagi buat anakmuda yang lagi kasmaran, pasti pernah janjian kaya gini sama co/ce-nya
A: Aku gak bakal ninggalin kamu, aku bakal setia.
B: Janji?
A: Janji.
lalu mereka berdua mengaitkan jari kelingking.
Kedengaran kekanak-kanakan? Iya memang.

Tapi nggak cuma buat mereka aja kok, sahabat juga boleh janjian model gini, sebagaimana saya dulu pernah janji untuk kurus dan sahabat saya berjanji untuk berkelakuan baik. Hasilnya: Saya tetep gendut tapi dia sudah berkelakuan baik. Oke saya ingkar janji. Maaf ya kawan :)

Kalaupun kamu masih enggan untuk mengakui manfaat janji jari kelingking, paling enggak jari kelingking masih bisa buat korek-korek kuping atau ngupil. Nikmatnya luwar biyasa.

Skor
Jari Lain 4; Jari Manis 0

Nah, sekarang kita masuk ke main course kita jari manis. Jari manis begitu lemah, rapuh, nggak kuat ngapa-ngapain. Nggak percaya?
Coba jarimu dibuat kayak sebelah ini, terus satu-satu dipisahin. Jempol, telunjuk, kelingking. Cuma jari manis yang nggak kuat misah kan? Lemah banget coy. Atau coba deh telapak tangan ditangkupkan biasa, jari tengah nggah usah ditekuk. Jari tengah tetep bisa dipisahin, sementara jari manis masih enggak kuat. .

Tapi, seiring dengan berjalannya waktu, jari manis menjadi semakin berguna. Walaupun masih enggak bisa dipisahin, tapi jari manis mendapat fungsi yang lebih mulia. Jadi tempat
cincin kawin bro. Nah lo, kurang berharga gimana coba? Mana ada coba jari lain yang dapet kehormatan jadi tempat cincin kawin kalau bukan jari manis. Cuma Sauron yang pake cincin di telunjuk.

Walaupun agak cocoklogi, yok kita refleksikan ke diri kita.

Boleh jadi kita merasa useless, sepet, nggak guna dalam hidup ini, sampah masyarakat. Tapi inget, rahasia Tuhan nggak ada yang tahu. Siapa yang tahu kita jadi apa dalam 10-15 tahun mendatang. Mungkin tetep useless, tapi bisa juga berhasil kan. Yang penting usahanya.  Usahamu untuk jadi lebih baik dan bermanfaat buat sesamamu.

Usahamu akan mentransformasikan dirimu, dari jari manis yang enggak bisa apa-apa, menjadi jari manis tempat cincin suatu saat nanti. 
Usahamu akan merubah dirimu, dari seorang yang tak bernilai, menjadi sesuatu yang tak ternilai Percaya!

Inget, cuma Sauron yang pake cincin di telunjuk...  cuma Sauron...

nb: gambar dari google, dengan sumber masing-masing

Read more »

Rabu, 10 September 2014

Seperti Lupa Kalau Punya Tuhan

Faidza 'azamta, fatawakkal 'alallah.
Maka ketika kamu sudah ber'azzam (kurang lebih artinya membulatkan tekad), maka berserahdirilah pada Allah.

Bagus ya, artinya? Surat Ali Imran ayat 159.

Yah, saya belakangan ini galau, berat di kepala. Banyak hal yang harus dipikirkan sebagai mahasiswa tingkat akhir. Cita-cita yang disusun satu per satu ingin direalisasikan. Mulai yang paling dekat, lulus. Pasang target kuliah S1 cukup 7 semester, Januari sudah lulus. Pasang target lagi lanjut kuliah S2, entah di dalam atau di luar negeri. Target lain lagi, turun berat badan, dapet kerjaan jadi pengajar (baca: dosen), dapet pasangan, fufufufu. :3

Nggak mudah memang. Target-target yang saya pasang kok rasanya muluk, tinggi, dan sejujurnya sangat membebani pikiran. Saya takut, kalau-kalau target yang dipasang nggak tercapai. *sakitnya tuh disini*
Pingin, tapi kok sulit,
pingin tapi kok ada halangan ini dan itu.

Beberapa hari yang lalu saya baca tulisan teman, bagus isinya. Dan di akhir tulisannya dia mengutip ayat yang saya tulis diatas itu. Alhamdulillah, saya sedikit tersadar dari keadaan yang seolah lupa kalau punya Tuhan. Toh seberapapun kuatnya saya berusaha kalau tidak diiringi tawakkal yah, mana bisa.

Tugas saya bukan mengkhawatirkan masa depan, tapi mengerjakan sebaik mungkin apa yang didepan mata sekarang. Selanjutnya, terserah yang diatas. Karena pasti apa yang menjadi ketetapanNya, baik buat saya.

Buat agama saya, studi, karir, dan jodoh. :)

Read more »

Minggu, 07 September 2014

Ketika Matahari Tenggelam

Ketika matahari tenggelam, sekelompok orang bersedih. Mengira bahwa cahaya yang menerangi hidup mereka telah hilang selamanya. Primitif. Yah, mereka memang primitif, karena tidak mengetahui bahwa matahari sesungguhnya tidak tenggelam. Hanya berpindah ke sisi lain bumi, menerangi belahan bumi yang lainnya. Sekelompok orang ini lalu berteriak-teriak histeris. Ada yang marah, ada yang menangis, ada juga yang mengutuk dan melempar-lempar tombaknya ke langit. Mereka kira setan yang mencuri matahari mereka. Sampai kegelapan akhirnya benar-benar menyelimuti mereka.

Mereka akhirnya duduk, kelelahan dengan usaha-usaha mereka yang tidak mampu mengembalikan matahari untuk bertahta di langit, menerangi mereka lagi. Perlahan bintang-bintang mulai muncul dari kegelapan. Lalu bersamanya muncul bulan yang tak kalah indahnya. Orang-orang itu mulai tersenyum. Ini mungkin tak begitu terang, juga tidak menghangatkan seperti matahari. Tapi kita tidak silau melihatnya, cahayanya yang indah dan lembut menyenangkan untuk dipandang mata.

Akupun, pernah silau. Terbutakan oleh cahaya terang yang terpancar. Cahaya yang begitu diharapkan untuk menuntun di kegelapan. Cahaya yang diharapkan menemani sepanjang hari. Hingga lupa rasanya, lupa betapa nikmatnya meraba-raba di kegelapan.

Ketika cahaya yang diharapkan redup dan menghilang, jiwa yang malang ini menangis, marah. Mencoba menawar-nawar dengan Tuhan. Lihat, bagaimana mungkin hambaMu bisa berjalan di kegelapan.

Tapi tanganNya tak pernah salah dalam menuliskan.

Lihatlah di sekelilingmu, ratusan banyak anak panah yang meleset. Juga ribuan peluru yang tak mengenai walaupun ditembakkan tepat ke arahmu. Karena Dia tak pernah menuliskan agar kau terluka olehnya. Pun demikian, dengan cahaya yang menyilaukan. Indah dipandang tapi membutakan. Mungkin Dia menuliskan agar cahaya itu tak memandumu dalam gelap. Hanya sekedar lewat, hanya sekedar mampir.

Percayalah, pada tangan yang menuliskan dunia. Bahwa bulan dan bintang akan terbit dan menemani, setelah mataharimu tenggelam.

Aku percaya.

Read more »

Sabtu, 06 September 2014

Laporan Kejadian Barusan (What the....)

Sudah lumayan lama nggak nulis dimari. Yah sudahah, mari kita mulai lagi aktifitas menulis. Lama nggak nulis, sebenernya bingung. Ini yang mau saya tulis apa coba. Akhirnya diem dulu deh di depan layar, balesin Line, puter lagu, dsb cari ide. Hmmhmm...

(Pause 10 menit)

Yah, okelah.  Saya tulis laporan hal-hal yang terjadi belakangan ini. Jadi minggu-minggu ini saya sibuk ngurusin magang. Buat kelengkapan kelulusan. Huahahaha, mahasiswa tingkat akhir neeh. :^) Alhamdulillah, saya udah keterima magang di Disperindag Kota Malang, setelah puter-puter ke dinas-dinas. *lebay* wong dinasnya satu atap. Yah, rencana sih mau ke Disnaker, tapi katanya udah penuh. Terus ke Dinas yang lain penuh juga. Yang nggak penuh dan cocok yah sisa Disperindag ini. Mau ke Disbudpar kosong sih, tapi kurang cocok sama ekonomi. Disyukuri saja lah :)

Sebetulnya saya juga masih bingung, ini nanti di disperindag mau ngapain coba... Menurut proposal sih, tujuannya kesana mencari kesiapan kota Malang menghadapi ASEAN Economic Community. Tapi, nggak yakin kalo disana ntar tujuannya bakal tercapai. Haha. Yang mau dibuat skripsi juga bukan itu soalnya. Yah, yang penting besok dapet pengalaman kerja lah. Sebulan jadi orang kantoran.

Semoga sukses deh. Mulai tanggal 22 September s/d 31 Oktober saya jadi orang kantoran. Huhehehe.

BTW, lupakan judulnya yang absurd... (  .__.)

Read more »

Sabtu, 05 Juli 2014

Random Thought

Nggak kerasa, saya udah di tahun-tahun terakhir kuliah. Sekarang udah semester 6. Rasanya baru kemarin aja diospek, eh nggak kerasa bulan depan udah mau masuk generasi 2014.. Banyak hal yang belum saya lakukan di masa kuliah, kebanyakan isinya main, becanda. Sayang juga nggak bisa maksimal potensinya di kampus. Tapi ya sudahlah, yang lalu kalaupun disesali juga nggak akan lebih baik.

Ada beberapa masalah di depan saya yang sebetulnya lebih urgen untuk ditangani. KKN, Skripsi, cari beasiswa buat sekolah Master, kerja, dan.. nikah...

Sering saya tulis sebelum-sebelumya, tentang a certain someone, seorang perempuan. Entah ya, saya rasanya kok cocok sekali dengan dia. Yah, baru rasanya, kenyataannya gimana ya gak tahu. Hehe. Biarlah diatur Tuhan.

Dalam kitab yang saya Imani, sudah dijelaskan kok, manusia itu diciptakan berpasang-pasangan. Sebagaimana Hawa yang tercipta dari tulang rusuk Adam, 'tulang rusuk' anak cucunya juga nggak akan ketuker satu sama lain. Tapi ya, sebagai manusia selalu ada ketakutan dalam diri ini.

'Gimana ya, kalo nggak sama itu'
'Ntar gimana kalo dapet yang lebih buruk kualitasnya'
'Ntar kena masalah gini, gitu, dll'

Yah banyak lah. Nggak cuma sekali, nggak cuma dua kali, masalah kayak gini kepikirannya bisa puluhan kali. Hehe. Satu-satulah saya selesaikan masalahnya. KKN dulu, terus Skripsi, Sekolah Master, kerja, terus ya yang satu it.

Sejujurnya, seringkali saya marah ketika merasa digoda oleh-Nya. Apa-apaan ini maksudMu Tuhan, aku ditunjukin hal yang bagus, sebegitu bagusnya sampai aku pingin, eh tau-tau ditarik lagi, dijauhin. Saya berpikir, Dia tak ubahnya seseorang yang sedang menggoda, mengiming-imingi temanNya dengan suatu hal yang menarik.


Tapi saya memaksakan diri untuk berpikir, bahwa Dia menjawab: Kalau kamu ingin yang seperti ini, perbaiki dulu kualitasmu. Nanti pasti Aku kasih, atau mungkin malah yang lebih bagus, mau kan kamu?


Tentu Tuhan, saya mau!


Berat memang, untuk berpikir seperti itu. Tapi ya mau nggak mau saya harus bisa berpikir kayak gitu. Toh, sekarang bukan waktunya memikirkan hal itu dulu, yang dekat-dekat dululah, KKN, Skripsi, Sekolah Master, kerja. Tapi tetap memesan dalam setiap doa, supaya segera ditemukan, dan dipersatukan dengan tulang rusuk yang hilang. Aseek. haha. Semoga!

Saya bersyukur kalau memang pilihan saya cocok dengan pilihanNya, tapi apapun yang Dia pilihkan, tentunya itu jauh lebih baik. v(^__^  v )

Read more »

Senin, 09 Juni 2014

Bukan Saya Benci Salah Satu Capres, Tapi...

Yah, mumpung suasana lagi panas membahas capres, saya juga ingin ikutan. Hehe. mengutarakan pendapat lah.

Ya pembaca tahulah, siapa sih yang maju dalam pemilu presiden besok. Yep, Pak Jokowi dan Pak Prabowo. Dua-duanya masih orang Jawa. Sebetulnya saya berharap ada calon yang luar Jawa juga. Toh presiden kita sejauh ini juga orang Jawa terus kan, biar Jawa nggak mendominasi. Hehe. (CMIIW, saya kurang tahu asal Habibie, sepertinya Jawa juga, belum nyari) Yah, tapi asal Presiden kita nggak saya bahas disini. Nanti di postingan lain.

Sejujurnya gerah saya membaca pemberitaan di media massa, entah siapa yang menulis tapi banyak sekali yang saling serang. Satu sumber informasi mengatakan Jokowi turunan Cina lah, Islam jadi-jadian lah, kecantol korupsi ini itu lah. Banyak deh. Sumber yang satunya mengatakan Prabowo penculik lah, mau kudeta, ini dan itu, nggak kalah banyak serangannya.

Saya nggak habis pikir, toh salah satu dari dua itu pasti akan memimpin kita juga, jadi untuk apa dibuka aibnya? Ya memang kita harus tahu bibit, bebet, dan bobot calon pemimpin masing-masing. Tapi mbok ya jangan segitunya kalau "mengupas" calon pemimpin kita. Hehehe.

Saya percaya kedua orang itu baik. Mereka ingin yang terbaik untuk bangsa kita. Ya kalau enggak, buat apa mereka repot-repot maju capres toh? Mending ngurusin bisnis (mereka berdua punya basic bisnis yang kuat kan?) Sebutlah saya naif, kekanak-kanakan. Nggak apa-apa, saya nggak peduli. Lebih baik daripada suudzon kan? Huehehe. 

Saya sendiri sudah punya pilihan, Prabowo. Apa berarti Jokowi jelek? Nggak juga. Keduanya punya kualitas yang saya sukai dari pemimpin. Prabowo dengan maskulin-nya, sangar, dengan mudahnya membakar semangat, sedangkan Jokowi sederhana, kalem, dan humoris, khas orang Solo!
 
Asik kan dua-duanya?

Soal visi misi juga pasti bagus. Anda bisa lihat sendiri visi misi mereka kalau jadi. Keren! Begitu tertata. Masing-masing dari mereka punya visi misi yang kuat untuk menjadikan Indonesia menjadi lebih baik. Kalau kata Bu Megawati, Indonesia Hebat!

Tapi tentu saya harus punya pilihan. Saya memilih yang saya percaya sebagai yang lebih baik. Pilihan saya jatuh pada Prabowo. Waah, kampanye nih, mengarahkan ke salah satu calon. Ya emang.... :v

Jujur saya nggak kenal kedua calon itu. Ya keles bro... Saya tahu mereka, tapi mereka nggak tahu saya. Jadi, menggunakan alasan memilih salah satu calon karena pribadinya jelas merupakan kebohongan besar, bukan cuma buat saya tapi juga buat anda. Kecuali anda kerabat atau tetangganya Pak Joko atau Pak Prab, baru anda bisa milih karena pribadinya. Benar begitu?

Saya nggak milih Pak Jokowi, alasannya cuma satu, beliau sudah diamanahi jabatan jadi gubernur. Udah itu aja. Simpel. Rasanya, kok kasihan warga Jakarta yang ditinggal Gubernur tersayang demi menuju kursi RI 1. Jangan lah. Beliau begitu dicintai rakyatnya :D Mungkin kalau Pak Jokowi maju pilpres 2019, pikiran saya bisa berubah. Siapa tahu.

Yang jelas saya nggak percaya isu-isu negatif yang menerpa kedua belah pihak, yang antek asing lah, pro-Amerika lah, wahyudi, rheumason, penculik lah. Ah, mengada-ada saja. Yang saya percaya bahwa kedua calon sama sekali tidak punya niatan jahat, anda juga percaya kan? Percayalah!

Read more »

Kamis, 08 Mei 2014

Trade Off: Kesempatan (Mungkin) Nggak Datang Dua Kali

Baru saja saya baca postingan di grup organisasi, dari kakak tingkat. Intinya sedang ada program magang di Jepang untuk 2014-2015. Kebetulan juga di game online yang lagi getol saya mainkan, sedang ada event buat nempa peralatan jadi +9. lol. Jujur, dua-duanya penting buat saya. Mungkin orang lain lihat ah game online apa pentingnya sih? Ya itu penting sih buat saya. Makanya buat saya itu trade off.

Program magang ini dari SAIP, SOI Asia Internship Program. Saya juga nggak tahu itu makanan model apa, denger aja barusan. Tapi yang jelas program ini nawarin salah satu dari beberapa mimpi yang ingin saya wujudkan dalam 1-2 tahun kedepan: Pergi ke luar negeri! Pinginnya sekolah sih, tapi tak ada rotan akar pun jadi. Info sekolah belum ada, ya magang dulu gppa.

Ya, sebagaimana semboyannya orang Jawa Timur, Jer Basuki Mawa Beya. Kebahagiaan itu butuh pengorbanan. Ya berat emang harus ninggal game online, apalagi teman-teman saya banyak aktif di sana. Tapi ya bagaimana lagi, kesempatan mungkin nggak akan datang lagi. Saya putuskan untuk mengurangi kesenangan duniawi (baca: ngegame) buat ngejar yang satu ini. Toh, saya juga menjelang semester tujuh, waktunya KKN dan skripsi. Katanya pengen lulus semester tujuh, hayoo.. Harus mulai tirakat dari sekarang.

Menunda lulus berarti menunda sekolah lagi, menunda sekolah lagi berarti menunda kerja, menunda kerja berarti menunda.. ehem.. ke Surabaya. hehehe. Keburu diserobot orang nanti.

Ya tak apalah, saya relakan melepas game online buat sementara waktu. Mungkin memang dengan melepasnya, nggak terus semua waktu saya jadi buat belajar tok. Harapan saya, minimal daripada saya main game mending buat sesuatu. Gambar kek, cerpen kek, apalah.

Semoga tirakat saya sukses.

Btw, info magang ini terlalu berharga buat disimpen sendiri, jadi saya kopikan juga di sini. Selamat menikmati.

1. Please fill this form bellow
https://docs.google.com/forms/d/1n6_NuLos_z9WOVpL-9DzMeTlvGHC4T9LzICkVRfg1Ng/viewform?usp=send_form
2. Collect all doc requirements.
1. Application form (download template)
2. CV (download template)
3. Academic Transcript
4. TOEIC and/ TOEFL certificate or any English skill certificate
5. Statement of purpose* (download template)
6. Award certificate*
7. Recommendation letter*
*optional
*All of doc requirements template can be downloaded at
https://www.dropbox.com/sh/rfdrtamn1h17v0n/oSYkik4Kl_
Send All Doc in rar at
email: saip.indonesia@yahoo.com
subject/name rar: saip2014_fullname
*email with different subject will not be processed.
DATE LINE : 2014/05/25 at 24.00
Ganbatte, we wait your innovation

Read more »

Selasa, 06 Mei 2014

Bunga

Berapapun bunga yang indah
pasti akan layu dan mati
pasti lapuk oleh waktu
pasti rontok oleh angin
pasti kering oleh panas
pasti busuk oleh musim yang berganti
Tapi, bunga tetaplah bunga yang memiliki masa
untuk memberi harum dan indahnya
keindahannya mungkin tak abadi
tapi perasaan penuh bahagia dan kenyamanan dalam kedamaian
mengenalnya akan selalu teringat sampai kapanpun
namun terkadang ketika memandang dan penuh cita saat memetiknya
bunga memberi luka karena durinya
itulah sang bunga
ketika siap mendekat mungkin juga harus siap tertusuk dan tersaikiti.


di baris belakang, siang itu kami menyendiri dalam keramaian kelas.
larut, mengutarakan suara hati berdua
lagi-lagi seorang gadis menangis
ah, yang dikatakan cuma luka-luka lama. tak layak dibahas lagi
janji-janji yang diumbar, kini diminta lagi
mungkin sudah datang waktunya
supaya kau berdiri untuk mengejar mimpimu
dan biarkan kenangan-kenangan lama
tersimpan dalam kotak pandora
tataplah, jalan didepanmu terlalu panjang untuk diabaikan.


kali pertama menulis puisi berdua...
6514

Read more »

Kamis, 01 Mei 2014

Move On! Move Up!

Dua tahun terakhir saya kuliah, hati saya tertambat oleh seorang perempuan. Lah.. opo ae.. Ya begitu lah, sejak semester 2 sih sebetulnya saya mulai naksir. Awalnya cuma dekat-dekat biasa, sekedar hubungan profesional mahasiswa. Tanya jadwal, tanya pr, nugas bareng. Lama-lama tanya lagi dimana, sedang apa. Makin lama makin perhatian, baik saya ke dia juga dia ke saya. Hati-hati licin hujan, jangan ngebut. Pr-mu gimana? Udah sehat a? Jaga kesehatan, cuacanya lagi nggak bagus.

Sampai saya beranikan diri mengutarakan perasaan :v

Ditolak! Well, bahkan sebelum saya nembak, baru sekedar mengutarakan perasaan aja, itupun nggak terang-terangan, cuma lewat guyonan sms aja. Setelah itu rasanya semua jadi beda. Perlahan tapi pasti, jarak saya dan dia makin jauh. Kalau kata mas Makoto Shinkai, 5 cm per second. Magnet saya dan magnet dia yang dulu perlahan menarik satu sama lain sekarang jadi menolak satu sama lain. Sampai sekarang.

Saya jadi mikir, apa saya cuma sekedar pelarian, mengingat dia dulu bermasalah dengan pacarnya. At least kata dia gitu... Belum saya tanyakan. Mungkin suatu saat nanti, dalam waktu dekat.

Yang pasti dua tahun terakhir saya tidak memaksimalkan kuliah saya dengan memikirkan hal-hal semacam itu. IPK ngedrop dari semester 2-4.Alhamdulillah naik lagi semester 5, semoga sekarang nggak turun lagi.

Semester depan semester 7. Waktunya skripsi + KKN. Saya nggak bisa main-main lagi sama pikiran ini. Toh saya juga masih muda, dunia masih terlalu luas. Walaupun jauh dalam hati, zzz opo ae, saya masih mengharap suatu saat akan bersanding dengan perempuan itu. Bukan pacaran lho ya, bersanding... Yaa gitu deh. Hehe. Sejauh ini, banyak saya temukan dari dia hal-hal yang melengkapi saya. Udah klop lah menurut saya, tapi yaaa mau gimana lagi. Sekarang dianya terasa jauh. Kalau biasanya jauh di mata dekat di hati, nah ini kebalikannya, dekat di mata jauh di hati. Nggak ada keceriaan kalau ketemu dia.

Saya benar-benar berharap, kalaupun memang nggak bisa bersama ya paling nggak dia kembali seperti yang dulu. Manis, perhatian, ramah. Satu hal yang saya nggak bisa lupa, waktu ketemu di jalan kemudian dia menyapa dengan begitu riang gembira. Senyumnya manis banget. Serius! Nggak alay ini.

Sayang sekarang saya sudah nggak pernah lihat dia senyum kayak gitu lagi. Well, senyum dan tertawa masih sering pasti, tapi ada ketulusan yang hilang dari sana.

Jujur, kadang-kadang saya ngiri, liat temen punya pacar. Saya tahu itu pacaran itu nggak bener, tapi ya mau gimana lagi. Kadang-kadang nafsu yang menang. Sering sih, bukan kadang-kadang.

Ah ya sudahlah, saya harus move on suatu hari nanti. Saya mencoba menghibur diri bahwa jodoh tidak akan tertukar. Kalau dia jodoh saya, ya nanti akan ketemu lagi, kalau enggak, ya memang dari awal nggak akan kena.

Satu hal yang saya nggak habis pikir, kenapa Tuhan mendekatkan saya dengan dia, kenapa harus saya, kenapa saya nggak dibuat fokus saja berkuliah, berkarya. Saya ditunjukkan sesuatu hal yang sangat berharga sampai saya pingin memilikinya, tapi saya sekarang dijauhkan. Yaa, positive thinking aja lah, anggap aja disimpankan untuk di masa depan. Semoga!

Yang jelas sekarang saya harus move on. Secepatnya saya tanyakan pertanyaan yang diawal itu. Nggak cuma Move On, tapi harus Move Up, menaikkan kualitas diri juga. Salah satunya lemak yang masih numpuk ini. hehe. harus seegra hilang menjelang puasa.

Read more »

Rabu, 30 April 2014

Pergi

Suatu hari di bulan April, ketika langit masih setia mencurahkan tetesan air hujan.
"Akan segera berhenti," katamu "lalu matahari yang cerah akan bersinar lagi."
"Lis, mengapa aku tidak bisa dengamu?"
"Mengapa ya?" Dia tersenyum menggodaku. "Sudahlah Bang, dunia nggak akan berhenti."
Tapi buatku dunia berhenti. Rasanya masa depanku terkunci di situ, detik itu juga. Kupaksakan senyuman menghiasi bibir ini, menggantikan cemberut yang sedari tadi hinggap.
"Ya udahlah, maumu gitu aku bisa apa kan?"
"Kita tetap teman kok."  Tangannya memeluk pinggangku. Kudekap pundaknya yang tertutup jaket merah itu.
"Ih, Abang genit ah." Ia meronta ketika kulayangkan kecupan di keningnya. "Dilihat orang lho bang!" Dijepitnya hidungku cukup lama sampai memerah. Lalu ia sandarkan lagi kepalanya di pundakku. Ah, kau ini. Bagaimana aku bisa berjalan lagi kalau terus begini? Bangku taman ini menjadi saksi, betapa sulit untuk beranjak pergi.

Read more »

Rabu, 12 Maret 2014

Satu Gigi Dicabut

Tiba-tiba saya bingung dengan apa yang saya cita-citakan selama ini. Rasanya belakangan ini hidup jadi nggak berasa. Rutinitas yang itu-itu aja, pergi kuliah, dengar ceramah dosen, pulang kalau ada tugas ya dikerjakan, kalau nggak ada tugas main. Tidur siang jam 1-3 karena semester ini nggak ada kuliah jam segitu. Kalau suntuk nongkrong di kantin, sekedar ngeteh, minum degan, atau kopi manis.

Tiba-tiba saya ragu, saya yang menggembar-gemborkan ingin jadi dosen lah, kuliah di luar negeri lah, ini-itu, belakangan dipikir buat apa sih? Buat apa saya mencita-citakan itu? Buat siapa...?

Mungkin ada benarnya postingan yang saya baca kemarin. Membiarkan seseorang pergi seperti halnya gigi sakit yang dicabut. Apakah kamu merasakan sakit lagi? Nggak! Hanya ada gap yang terasa di mulut yang tiap hari kita jilat untuk memastikan bahwa disana sudah nggak ada lagi sakit. Tapi, rasanya mulut jadi kosong.

Ketika menggosok gigi, ada sensasi yang nikmat dan menyakitkan. Merasakan gusi ini digosok dengan sesuatu yang kasar, sesuatu yang jarang, mungkin belum pernah dirasakan. Tapi kita terganggu dengan itu, sampai nanti gigi yang baru akan tumbuh atau mungkin gigi palsu dipasang di lubang itu.

Mungkin saya belum terbiasa dengan gigi yang sudah dicabut ini. Ya sudahlah. Memang perlu waktu untuk terbiasa. Semoga segera saya bisa menemukan passion yang sama seperti sebelum gigi itu dicabut.


Read more »

Rabu, 26 Februari 2014

Hari Ini Seorang Lelaki Mati

Hari ini seorang anak lelaki mati
Dia mati mengejar mimpinya, mendaki gunung tinggi
Dengan perbekalan seadanya
aih, sungguh bodohnya dia
Kau pernah dengar? Pungguk merindukan bulan.
Ya rasanya kondisi anak ini benar sesuai dengan yang digambarkan
Hari ini, batu-batu dari puncak menghujani
Ada yang masih panas membara menimpa tangan dan kakinya
Sudah lama itu terjadi
Tapi dengan polosnya dia terus mendaki. Betapa tolol dia
Lalu datang, batu terbesar yang jatuh menimpanya.
Kali ini menghantam badannya
Lepaslah cengkerama tangannya, pijakannya.
Si anak lelaki jatuh tak berdaya, mertap kepada tanah kering
Kenapa aku gagal? Tak layakkah aku mendakinya?
Lalu, api terbesar jatuh dari langit. Membakar tubuh tak berdaya itu.
Anak lelaki itu hangus, tulangnya jadi abu.
Tak sampai hati Tuhan menyaksikannya
Di kirimkannya petir yang menyambar, lalu dari abu itu bangkit seorang lelaki.

Hari ini, seorang lelaki hidup.
Ditatapnya gunung di belakangnya
Tebing-tebing yang selamanya tak akan pernah didaki
 Sayang kawan, itu bukan hakmu lagi
Hari ini seorang lelaki terpaksa pergi
Dalam pengembaraan barunya.

7:24 2/26/2014
Seorang lelaki yang baru hidup kembali.
N.F. Sampai jumpa, putri

Read more »

Selasa, 25 Februari 2014

Penulis Tamu: ONE for ALL




ONE for ALL
(Chip Penghemat Pulsa)
Abad ke-21 merupakan titik balik berkembangnya peradaban manusia yang lebih canggih, baik itu dilihat dari sudut pandang berkembangnya tatanan ekonomi dunia dan pola fikir manusia itu sendiri. Dilihat dari sudut pandang ekonomi bahwa banyak sekali berdirinya suatu industry untuk menyediakan kebutuhan manusia yang tidak terbatas dan kalau dilihat dari pola fikir manusia sendiri, banyak penemuan-penemuan yang memfokuskan kepada  alat bantu dalam meringankan pekerjaan manusia, sehingga waktu, biaya, dan tenaga lebih efisien.

Salah satu contoh dari perkembangan pola fikir manusia dibidang telekomunikasi yaitu kartu Chip “One for All” yang diterbitkan oleh “PT. Duta Network Indonesia (DNI) ” yang beralamat di Solo Jawa Tengah. Kenapa namanya chip “One for All / Satu untuk Semua”? Disini PT. DNI memberikan kemudah transaksi financial lewat media pulsa yang bekerjasama dengan Semua Operator Cellular dan Bank Syariah Mandiri. Seperti apa Chip “One for All”?

kartuchip.jpg
        Gambar 1. Chip “One for All” (Chip Penghemat Pulsa)
berikut adalah fasilitas-fasilitas yang akan anda dapatkan ketika mengaktifkan kartu chip tersebut dan Transaksi ini hanya lewat HP (HandPhone):

*      Mengisi Pulsa Elektrik Sendiri Kapan Saja Dimana Saja Langsung dari HP Anda. BAYANGKAN Hidup TANPA Perlu Lagi ke KONTER!

*      Mengisi Pulsa Dengan HARGA lebih MURAH dibanding Harga Konter!
Mengisi Pulsa HP Rekan, Kenalan atau Relasi atau Pengguna HP lain di Seluruh Indonesia… BAYANGKAN Anda SELALU Menerima UNTUNG Setiap Kali Ada Pengguna HP yang Kehabisan Pulsa!

*      Mengisi Pulsa TOKEN Listrik PLN di Rumah Anda ataupun Rumah Tetangga Anda… BAYANGKAN Anda Bisa Dengan Mudah Kapan Saja!
Mengisi Pulsa TOKEN Listrik PLN Rumah Anda!

*      Membayar TAGIHAN Listrik PLN Rumah Anda ataupun Rumah Tetangga Anda… BAYANGKAN Anda Tidak Perlu Lagi ANTRI Untuk Membayar Tagihan Listrik PLN Rumah Anda!

*      Membayar TAGIHAN Telepon TELKOM Rumah Anda… MENYENANGKAN Bukan, Anda Bisa Membayar Tagihan Hanya Dari HP Anda?

*      Membayar Tagihan PDAM Rumah Anda ataupun Rumah Tetangga Anda… Sehingga anda tidak perlu ANTRI berlama-lama Untuk Membayar Tagihan PDAM Rumah Anda!

*      Membayar TAGIHAN Telkom Speedy, IndoVision & AORA TV. Sungguh mudah karena ANDA tidak perlu repot keluar rumah. CUKUP BAYAR dari HP Anda !

*      Kemudahan membayar tagihan KARTUHALO yang bisa anda lakukan lewat HP anda. PRAKTIS, CEPAT DAN MENGHEMAT WAKTU ANDA!
Diskon Belanja di banyak mitra usaha komunitas BELANJA apapun LEBIH HEMAT.

*      Transaksi yang CEPAT , sehingga anda tidak perlu lama menunggu….!
Untuk pengguna XL sesama komunitas gratis telpon + SMS 24 jam NONSTOP dengan nomor XL dari komunitas.

*      Deposit Pulsa antar AGEN, Memudahkan anda ketika deposit PULSA anda habis.

*      Cyber Office, sebuah kantor VIRTUAL yang bisa anda akses selama 24 jam nonstop yang memungkinkan anda melihat perkembangan BISNIS anda cukup dari KOMPUTER anda.

*      Diskon Khusus untuk pembelian cairan Penghemat BBM HAPPY SHELL PT DNI. Merubah Premium menjadi PERTAMAX, ataupun merubah Solar biasa menjadi SOLAR DEX.

*      Iklan gratis di majalah dan web komunitas untuk member yang mempunyai usaha konvensional.

*      Royalti belanja DDC Link yang anda dapatkan setiap ada mitra yang melakukan belanja kebutuhan pokok di DDC Link.

*      Pulsa Gratis senilai Rp 5.000,- setiap pembelian Happy Shell.
Komisi dari Happy Shell setiap ada mitra yang melakukan pembelian Penghemat BBM.

*      PULSA GRATIS yang akan langsung masuk ke HP anda dan menambah saldo pulsa HP anda.

*      Komisi Harian yang siap menambah jumlah saldo rekening anda secara OTOMATIS.

Abad ke-21 manusia sudah dimanjakan dengan berbagai macam fasilitas transaksi hanya dengan menggunakan SATU KARTU CHIP saja sudah bisa melakukan transaksi dan memiliki HAK USAHA. Kemudahan ada didepan anda, transaksi tidak ribet dan transaksi Lancar.

Call                 :085655644425
Twitter           :@ArisFatqurijal
E-Mail            :ariskhan99@gmail.com

SalamBangkit
     
       ttd


Read more »

Rabu, 19 Februari 2014

Short Message Services: Cara Membuat Orang Jengkel Dalam Hitungan Detik

X: Bro, tadi kuliah dosen gak dateng. Cuma si asdos dateng ngasih tugas.. bla..bla..bla
Y: Ok bro.

X: Aku tadi nyariin kamu, gini.. gitu... bla.. bla.. bla...
Y: Oh..

X: Kenapa tadi kok kayaknya buru-buru amat... bla... bla.. bla...
Y: Gpp

Well, sederetan di atas percakaan via SMS yang saya yakin nggak cuma saya yang ngalamin. Udah SMS panjang lebar, diplomatis, ramah, eh masuknya balesan cuma Y, atau Ok, atau Oh... Astaga, sekalian lah nggak usah bales kalau gitu. Haha.

Saya akuin memang enak kalau bales SMS kayak gitu, hemat waktu, hemat tenaga. Sayangnya nggak hemat pulsa. Toh SMS 1 karakter atau 100 karakter biayanya sama. Ngitungnya kan per halaman. Hehe.

Beberapa merk ponsel ada yang menyediakan 100 karakter per halaman, ada yang 150, 160, bahkan ada yang 1000 walaupun cuma satu-satunya. Ya rata-rata kita ambil 150-160 karakter lah per halaman.

Dulu, ada provider yang menyediakan bayar SMS per karakter, you know which one. Ini nih yang bikin parah dan membudayakan balas SMS satu karakter. Wkwkwkwk

Memang sulit mengelola komunikasi lewat SMS. SMS cuma kata-kata yang disusun, bahasa verbal yang hanya mewakili sekitar 58% komunikasi. Sedangkan sisanya ada gestur, mimik, intonasi, dan lain sebagainya. Maka ya (agak) wajar kalau SMS berbalas kata-kata seperti di atas tadi, karena si pengirim dan penerima agak sulit memaksimalkan 42% sisa komunikasinya.

Bayangkan seandainya komunikasi di atas yang saya contohkan terjadi secara Live. Si Y hanya akan membalas seperti itu ketika dia benar-benar jenuh dengan si X, atau mungkin lagi capek, lagi sibuk, apalah. Tapi kemungkinan besar dia nggak akan jawab kayak gitu, minta di jab, jab, hook itu namanya. Haha.

Yuk, kita bangun kesadaran dalam membalas SMS. Memang enak kok balas SMS cuma sepatah dua patah, tapi bisa jadi yang nerima balasan dari kita itu marah setengah moncrot gara-gara nerima balasan yang nggak enak itu. Ok? Apa susahnya sih ngetik beberapa karakter ekstra di HP kita, toh SMS dikit atau banyak itungannya kan per halaman. :D

Read more »

Selasa, 18 Februari 2014

Resensi Film: Pacific Rim

Oke, ini resensi film yang kedua yang saya buat. Film yang saya resensi di sini yaitu Pacific Rim. Sebelumnya saya pernah meresensi film juga di sini, yaitu film The Raid: Redemption. Nah, sampai sekarang saya masih mencoba mencari-cari kata-kata yang pas buat 'Resensi'. Karena ini film dan biasanya yang di 'resensi' itu buku. Tapi ya gak apa-apa lah yang penting isinya. Ok?
 
Pacific Rim bercerita tentang dunia di masa mendatang yang diserang oleh Kaiju ( 怪獣 ), yang dalam bahasa Indonesia artinya Monster/Raksasa. Untuk melawannya manusia menciptakan robot raksasa yang dinamakan Jäger (bacanya: Jaeger [kurang lebih]). Jager ini dikendalikan oleh dua orang yang pikirannya digabungkan oleh sistem yang dinamakan Neural Handshake.

Sinopsis:
Film diawali oleh dua orang bersaudara Raleigh (Charlie Hunnam) dan Yancy Beckett (Diego Klatenhoff), pilot robot Gypsy Danger yang ditugaskan untuk menghadang serangan Kaiju tipe 3, Knifehead. Di tengah serangan sayangnya Knifehead berhasil menggigit setengah kepala Gypsy Danger dan membuat Yancy terbunuh. Raleigh yang masih mengendalikan setengah badan Gypsy Danger berhasil membunuh Knifehead dengan meriam di tangannya. Kemudian dengan sisa tenaga yang ada Gypsy Danger berhasil menepi dengan selamat di Alaska.

Serangan Kaiju masih terus berlanjut. Lima tahun kemudian PBB memutuskan untuk menghentikan program Jager. Marshall Stacker Pentecost (Idris Elba) diberi waktu sementara untuk melanjutkan program Jager sampai program itu benar-benar digantikan oleh





Wall of Life, proyek membangun tembok pembatas di sekitar dataran.


Pentecost dan semua kesatuan Jager yang tersisa diperintahkan menarik mundur pasukannya ke pangkalan terakhir Jager di Hong Kong. Untuk melancarkan serangan terakhir, Pentecost memanggil kembali Raleigh ke pangkalan untuk memiloti Gypsy Danger sekali lagi. Dalam serangan terakhir ini, ada empat Jager yang akan beraksi yaitu Crimson Typhoon yang dipiloti oleh Wei Tang bersaudara, Cherno Alpha yang dipiloti oleh Sasha dan Alexis Kaidanovsky, Striker Eureka yang dipiloti oleh Hercules (Max Martini) dan Chuck Hansen (Rob Kazinsky), dan yang terakhir adalah Gypsy Danger yang akan dipiloti oleh Raleigh dan seorang kopilot yang masih di seleksi. Selama proses seleksi, pilihan jatuh pada Mako Mori (Rinko Kikuchi) yang ternyata merupakan murid/anak angkat Pentecost (di akhir dia panggil Pentecost sensei)

Pertempuran melawan Kaiju terus berlanjut. Dalam sebuah serangan, Crimson Typhoon dan Cherno Alpha akhirnya jatuh, menyisakan Gypsy Danger dan Striker Eureka. Misi terakhir mereka adalah meledakkan 'jembatan' yang menghubungkan antara dunia Kaiju dan dunia manusia. Dengan bantuan dari Dr. Newton 'Newt' Geizler (Charlie Day) dan Dr. Hermann Gottlieb (Burn Gorman) mereka akhirnya berhasil meruntuhkan 'jembatan' tersebut dan menghancurkan dunia Kaiju.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Nah, itu sinopsis dari saya. Sedikit gambaran tentang film ini. Memang film lama sih, tapi saya baru punya kesempatan nonton sekarang jadi ya resensinya baru sekarang. 

Ada beberapa scene yang menurut saya keren banget di film ini. Nih beberapa saya ambilkan screenshotnya



1. Flying Kaiju. Type 4












  

2. Mako vs Raleigh










3. Crimson Typhoon














4. Thundercloud Formation! Crimson Typhoon









5. Hero and the Heroine. Aww.... (~ >_<)~

Read more »

Minggu, 16 Februari 2014

The Pink Eruption: Think!

The eruption of Mt. Kelud happened in 13th-14th February this year (2014). Many refugees are forced to leave their home in panic. The eruption first occurred in 22:50, one of my friend immediately send a short message to me saying that the mountain had finally erupted.

Well, in this post i won't talk about how the mountain erupted, or how to carry out an evacuation in order to save ourselves from incoming pyroclastic cloud. No, no. I'm not an expert in that. What I want to write here is how the people handling it.

I'm glad people actually helped each other, truly I am.. The previous eruption of Mt. Merapi and Mt. Sinabung gave our people clue now, especially resident of Mt. Kelud on how to do the right evacuation process. They immediately ran into safer place like village hall, or school, or maybe local masjid and church, anyplace that safe from the eruption. Government handling it well too, military, police, and red cross team were able to evacuate people with help from the community itself.

I also seen people from local organization like HMI, or KAMMI, or local school boy and girl yesterday were raising fund to help each other. What a noble things to do

What I regret is the fact that actually there are people who associate this disaster with recent event. Yep, the Valentine day.

Oh, I can't believe there are actually people who said that the eruption of Mt. Kelud are the punishment from the God for us who celebrate Valentine, whatsoever. I, myself doesn't celebrate the Valentine day itself, first, because it's not a good tradition to celebrate, we just waste our money over trivial matter, second, Valentine usually be used to perform pre-marital sex between couples, in disguise of love. Indeed, that was awful thing to do. And third, well... I don't have girlfriend so I don't celebrate the Valentine. *giggle* Just kidding on that one.

Well, despite the bad things on Valentine, we shouldn't associate this kind of disaster as if it were a punishment from God. God will punish us or reward us depend on our deeds, either mutual or individual deeds, that is for sure. BUT, we CAN'T say either an accident or event is a punishment, or a reward, or maybe just a way from God to remind us of Him. Let say we judge that this eruption is a punishment from Him, well didn't that mean you know more than God Himself?

There are other even do worse, the associate the date and time when the eruption happened and said it was foretold in the Holy Quran. 13-02-14, means on Juz 13, Verse 2, Surat number 14, or whatever the way they do to connect this.

To people who did that, let me remind you. I know that our Holy Quran contain a lot, A LOT, of information that we need to decipher in order to know what does this verse mean and so on. But I'm sure that to connect the verse number and Surat number with dates is NOT one of the way to decipher Holy Quran. Afterall our Holy Quran is a one big code book with trillion of information kept there.

I laughed my ass off knowing that there are people who use verse number and Surat number to connect it with the time and date of the eruption. Really. Bro, let me tell ya, this is a Holy Quran we talked about, so PLEASE, don't decipher it that way. We don't talk about Primbon here. Truly, they treat Holy Quran as if it were Primbon Books. That really pissed me off in one side, and in other side I felt sorry for them. Well, red your Quran right, decipher it right, and I'm sure we'll get tons of information from it.

Our pray and help for the refugees of Mt. Kelud eruption. May God The Almighty give them patient and strength to survive this and May God The Merciful give them a better replacement. Amen.

Read more »

Jumat, 14 Februari 2014

First English Post

From now on, there will be a special section in my blog which I use to practice my English skill. I will go to another country to continue my study, Post-Graduate. Whether its Japan, or Australia, maybe Russia, who know I might end up studying in Malaysia, I don't know. I'll have God to decide which is the best for me. My English isn't too good, well actually above average but, Practice make perfect, isn't it.

Grammar? Meh. I know it is important, but for now as long as I able to write what lies on my mind and as long as you understand what I'm talking about, no problem. Ok?

I want to learn another language in near future. For now I speak Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa, English, and a bit Arabic. Shame on me for forgetting most of my Arabic lesson. Well, at least for minimal conversation I can still do it. I have learn Arabic since 3rd grade, even longer than i learn English. Too bad, except for praying and read Qur'an, we, Indonesian, rarely use Arabic. While English were used in computer, games, simple instructions in product, etc.

It's hard for me to decide whether I should learn Japanese or German. I have learn both of them in High School, along with Mandarin, French, and Arab. But i forgot almost all of them. I guess with the upcoming ACFTA 2015 I have to give myself another language skill beside the compulsory English and Bahasa. Hmm... I like Japanese language better than German. It is easier for me and it is used in anime or manga. So it is fun to learn that. Haha.

Wish me luck and I'll see you in the next English post. By the way I will keep posting the regular posts with Bahasa Indonesia.

Read more »

Jumat, 07 Februari 2014

Dunia Di Balik Awan

Ini bukan tentang duniaku. Ini tentangmu. Rasanya, selama ini kau tinggal di dunia yang lain. Dunia di balik awan yang tak mampu dijamah orang-orang biasa. Ada kebenaran yang hampir mistis yang diselubungi kabut asap. Bahkan aku yang selalu berusaha menembusnya gagal lagi dan lagi.
Ah, betapa tebal awan yang ingin kutembus. Betapa ingin kutatap dunia sana, duniamu di balik awan tebal itu. Hingga sekarang aku lupa bahwa ada dunia di sini.
Tempatku berpijak, menyusun impian demi impian untuk menggapai kebenaran yang kau sembunyikan.
Rasanya, sekarang aku sedikit paham. Awan tebal itu, kau sendirilah yang menebar. Dunia dibalik awan adalah duniamu. Akupun punya dunia sendiri di sini. Sedikit cahaya yang kau perlihatkan membuatku lupa, betapa cintanya aku tinggal di bawah kegelapan selama ini.
Sebelum aku bisa menyingkirkan awan tebal itu. Sebelum akhirnya akan datang terang ke dunia bawah ini, duniaku. Sebisanya akan kubuat terang itu dari kedua tangan ini.
Terbersit harapan, sedikit terang di duniaku akan membuatmu menyingkap awan tebal itu, lalu kau tertarik untuk berbagi cahaya.

Read more »

Kamis, 06 Februari 2014

XI IPS 1 - Kesempatan Terakhir

Namaku Sam, aku jenius, aku pintar. Tapi dibalik itu semua aku sendiri. Jangankan pacar, teman saja aku hampir tidak punya. . . .

Kisah perjuangan Sam, si pelajar jenius, menyampaikan surat cintanya pada Risma gadis pujaan hatinya. Tapi ternyata perjuangannya tak semudah yang dibayangkan ia harus menghadapi geng trio, geng motor, dan berbagai tantangan lainnya. Dengan semangat membara demi cintanya Sam berjuang. Berhasilkan Sam menyampaikan surat cintanya pada Risma? Inilah kesempatan terakhir. Sekarang, atau tidak sama sekali!

A film by Saos Tomat - XI IPS 1

Berhubung videonya nggak bisa diupload disini, jadi saya pindah di youtube dan linknya saya taroh di sini. Kalau mau nyari sendiri di youtube bisa juga, tapi agak sulit. Maklum baru Upload

p.s. Entah saya yang nggak tau caranya atau gimana, kemarin upload di web ini baik-baik aja. File ini ukurannya lumayan, sekitar 170mb. Sedangkan yang kemarin 'cuma' 50mb-an
-----------
FILM
-----------

Starring:

Aldymas Nuhadafi - Sam
Risma Trisnawati - Risma
Alan Gea - Gang Leader / Street Racer
Dhimas 'BC' Bagaskara - Gang Member / Street Racer
Rangga Agy - Gang Member / Motorcycle Taxi
Asri Marwa - Scavenger
Ester Ariantini - Racing Liner
Indra Permana - Street Racer
Sutan Indra - Athlete
Eriza Izzati - Risma's Aunt
Nanda Rini - Fairy Godmother
Sari Yuliasti - Fairy Godmother

Cameo Appearance:
Geraldo Daniel P. - Himself
Girindra Mega P.  - Himself






Read more »

Selasa, 04 Februari 2014

Your Mind Is The Key

Saya membuat tulisan ini setelah main game. Empire Earth 1. Aneh, beneran. Bukan gamenya, tapi sayanya. Biasanya saya betah berlama-lama di depan komputer, ngegame. Berhenti cuma untuk shoma: Sholat + Makan. Kalau ada pekerjaan ya berhenti juga sih, 1-2 jam. Habis itu lanjut lagi. Tapi sekarang, main 1-2 jam udah jenuh. Pindah browsing, nulis-nulis gak jelas di blog ini. Yaa gitu-gitu aja kerjaannya tiap hari.

Nggak tau ya, saya rasanya sudah addict sama game. Memang, belum semua jenis game saya mainkan. Jumlahnya nggak sebanyak gamer-gamer 'maniak' yang lain, tapi juga nggak sedikit. Saking addictnya bisa betah berjam-jam di depan laptop, main. Saya punya drive D isinya sekitar 100 GB game. Judul .iso PSX yang saya punya ada sekitar 30an, ditambah game-game lain yang saya instal. Banyak lah. Saya rasa bukan gamer lah tepatnya, tapi player.

Saya main game buat senang-senang. Begitu main, rasanya beban-beban di kepala hilang. Dari main game, saya dapat banya inspirasi buat nulis lah, bikin ide-ide apa gitu. Beberapa game juga membantu saya belajar. Misalnya Age of Empires dan Medal of Honor, dari situ saya belajar sejarah. Dari Resident Evil dan Parasite Eve, saya belajar untuk pantang menyerah dan sabar. Dari game-game fighting macam Tekken, Bloody Roar, Street Fighter, atau apalah itu anda sebutkan sendiri, saya belajar timing dan membuat keputusan.

Seperti yang saya jelaskan di awal, saya main sekarang nggak betah lama. Paling cuma 1-2 jam. Bosankah saya dengan game? Jenuh? Saya rasa tidak. Buktinya saya malah download game-game baru, cari .iso PSX yang lama-lama buat nostalgia. Tapi kejenuhan saya toh tidak hilang.

Yaa, saya sadar akar permasalahan semua ini. Pikiran. Pikiran saya nggak tenang, kacau. Mau apa-apa jadi males. Saya tahu juga sumber masalahnya, tapi menghilangkannya nggak semudah itu. Waktu main game, agak ilang. Selesai main malah ingat-ingat lagi. Waktu sholat jadi seger, masalahnya ilang. Habis sholat 1-2 jam, kumat lagi. Ketemu temen-temen lama, masalah ilang. Dibawa ketawa. Pulang...? Eaa.. Inget lagi..

Ah, saya ingat kata-kata mutiaranya Dan Brown. Your Mind Is The Key. Segala sesuatunya datang dari pikiran. Ada sesuatu yang mengganjal di pikiran saya selama sebulan terakhir ini. Rasanya belum bisa saya jelaskan, karena itu privasi. Hehe. Yang jelas, ini mengganggu saya.

Terkait dengan masalah ikhlas dan tahu diri.

Ikhlas itu seperti si tukang cuci motor. Dia mencucikan motor anda, kemudian dia melihat ban anda bocor. Dengan senang hati dia membawa ke tukang tambal ban terdekat. Lalu anda membayar biaya cuci motor dan biaya tambal ban itu.
Di lain waktu, ia mencucikan motor anda dan menemukan busi anda lepas. Lalu ia pasang dan memperbaikinya walaupun itu bukan tugasnya.
Di kesempatan lain, spion anda patah. Dengan lem seadanya dia pasangkan dan menyarankan anda supaya segera mengganti dengan yang baru. Tanpa meminta imbalan. Itu ikhlas, tanpa minta imbalan.

Nah, kalau anda  pelanggan yang tahu diri, perhatikanlah si tukang cuci itu. Saya yakin, si tukang cuci tidak mengharap imbalan materi dari anda. Hanya sekedar perhatian bisa membuat orang manapun senang bukan? Sekedar ngobrol-ngobrol menanyakan kabar atau apalah. Syukur-syukur kalau anda bawakan sesuatu. Ketika suatu hari si tukang cuci berbuat kesalahan, tidak serta merta anda memusuhinya, toh selama ini dia baik kan sama anda? Itu perspektif di mata saya tentang tahu diri. Kalau anda pelanggan yang tidak tahu diri, well.. Terserah anda.

 Yah, itulah tulisan saya kali ini. Sudah saya bilang di awal. Saya suka ngelantur kalau bosan main game. At least lanturan yang ini lumayan serius. Hahaha.

Dari Your Mind is The Key, nyasar ke bahasan Ikhlas dan Tahu Diri. Ya mau gimana lagi, itu yang jadi ganjelan di pikiran. Supaya pikiran saya bisa tenang lagi. Semoga yang membaca bias merefleksikan.

Okay, sekian dari saya, sampai jumpa di tulisan berikutnya.

Read more »