Jumat, 27 April 2012

Rindu

dalam lembutnya petang, Candra dan Kartika masih menemaniku. duduk-duduk di bawah paviliun kecil tempatku melepas beban.
asyik dan syahdu suasana malam itu. lalu aku mengajak mereka membuka kotak pandora, peti berdebu dari masa lalu.
kotak yang indah, berukir pandawa, menggambarkan kebijaksanaan, cinta, dan kekuatan masa lalu.
kunci peti itu sering lupa kuletakkan di mana. perlahan Kartika yang membukakan untukku.
wangi baunya, gemerlap cahanya. perlahan kotak terbuka.
lalu asap putih mengisi ruang-ruang kosong di otak kecil yang kubawa kemana-mana.
lalu aku hanya bisa diam dan duduk termenung, menulis sepucuk pesan padamu.
kini kebijaksanaan telah pudar, diganti oleh yang lebih baik padaku
kini kekuatan sudah sirna, aku lelah membawanya
namun untuk yang satu itu, masih ada

Read more »

Selasa, 24 April 2012

Hey Sister! Kenapa Belum Berhijab? (1)


Hah? Berhijab? Loe gila ya bro, masak hijab yang ada di mushola mau dipake?

Ya nggak gitu juga mbak sist, hijab yang dimaksud di sini yaitu kerudung dan jilbab. Kan banyak nih sista' sista' yang belum berjilbab. Tunggu apa lagi sist? Tunggu dapet hidayah?

Ehmm... iya bro, gue nunggu dapet hidayah nih. Hehehe

Yah, sista, hidayah mah nggak bakal dateng kalo kita nggak usaha, mau nunggu ampe jadi nenek-nenek  juga nggak ada ceritanya hidayah datang sendiri..
Lah terus gimana tuh bro? Gue mau si berjlbab, tapi...

Tapi kenape sist? Doi nggak setuju? 

Sebetulnya Doi udah setuju sih, ngedukung juga. Perlu dipertimbangkan pakai jilbab nih, pasti Doi tambah cinta. hehehe. (evilsmirk)

Ya jangan gitu lah sist, bulatkan niat untuk pake jilbab, jangan karena Doi dong, Luruskan niat berjilbab adalah karena Allah, bukan karena hal lain. Bukan karena keluarga, bukan karena boss, apalagi karena Doi. Inget sist, barang siapa yang beramal bukan atas tuntunan Allah dan RasulNya, maka tertolak tuh amalannya.

Terus baiknya gimana dong bro?

Ya jangan karena Doi dong berjilbabnya, tapi karena Allah. Mulai besok berjilbab ya sist, sayang tuh udah cakep-cakep, tapi nggak ditutupi jilbab. Sebagai perumpamaan gini nih sist, emas, mutiara, berlian itu kan berharga banget tuh sist, tapi dapetnya di mana? Nggak mungkin di permukaan tanah kan?

Iya bro, dapetnya ya di toko perhiasan. hehe.

Arrrggghh. . . Bukan gitu maksudnya sist, emas kan harus ditambang dulu tuh, daleeem bener baru kita bisa dapet emasnya, mutiara juga gitu, kan harus nyelam dulu yang daleeem, baru bisa dapetin tu mutiara. 

Oh gitu bro, terus relevansinya sama jilbab apa? (ceileh. . .relevansi. . )

Relevansinya, semua barang yang berharga itu, pasti ada penghalangnya, biar nggak semua orang bisa dapetin, cuma orang-orang yang terpilih aja yang bisa dapetin. Begitu juga aurat sista', berharga banget kan itu? Makanya, ditutup dong pakai jilbab. Masa semua orang bisa nikmatin, nggak mau kan kalau diliatin orang banyak, yang pandangannya nakal gitu? Kalau ada kejadian kaya gitu, jangan keburu nyalahin mereka dong, sista' nggak mau berjilbab sih.

Ooh gitu ya bro, jadi faham gue sekarang. Tapi kan banyak tu bro, cewek-cewek yang pake jilbab, tapi kelakuannya nggak bagus. Mending gue jilbabin hati dulu aja bro.

Ya sista' jangan ikutan kaya gitu dong, bukannya lebih banyak cewek yang nggak berjilbab yang kelakuannya buruk. Berjilbab di hati tapi kalo fisik anti nggak dikasih jilbab sama aja boong dong, betul nggak?

Hehe, betul juga ya bro, ya udah, Insya Allah mulai besok gue pakai jilbab, doakan ya bro, biar istiqomah pakai jilbabnya.

Pastinya sist. Semoga Allah memudahkan sista' dalam berjilbab.

*********************************************************************************************************

mau berjilbab sekarang atau entar nunggu tua, itu terserah sista' sekalian, yang penting inget sist, itu perintah loh, bukan anjuran apalagi saran. xD

Read more »

Kamis, 19 April 2012

Suikoden II: Masterpiece

Pernah main Suikoden 2? Kalau belum, wah, bisa dibilang masa kecil anda kurang lengkap nih. Hehe. Yah, itu pendapat pribadi saya sih. Waktu kecil saya memainkan game ini. First contact saya dengan game ini sekitar 10 tahun lalu, ketika itu saya nggak ngerti maksudnya game ini apa, kelihatannya sih seru-seru aja. Saya kemudian meninggalkannya beberapa tahun sampai sekitar umur 13 tahun, saya lalu memainkan lagi. Kali ini dengan pengetahuan yang sudah berbeda tentunya, bahasa inggris sudah jos, sudah ngerti sedikit-sedikit jalan ceritanya, lumayanlah, bisa tamat untuk pertama kalinya, walaupun belum 100% dapat karakter yang tersedia, maupun paham ceritany pada sa.

Game ini merupakan sekuel dari game dengan nama yang sama yang diproduksi Konami sebelumnya, Suikoden. Tokoh-tokohnya pun ada beberapa yang sama. Suikoden adalah suatu permainan serial yang diciptakan Konami pada sekitar 1990-an. Game ini lalu mendapat animo yang cukup besar, karena bisa dibilang merupakan gebrakan baru di dunia game console. Misalnya, pilihan-pilihan yang diberikan di game yang bisa merubah jalan cerita, penamaan karakter utama, dan lain sebagainya yang belum pernah diterapkan di game-game sebelumnya. 

Suikoden II mengambil cerita beberapa tahun setelah Suikoden. Bertempat di Dunan, suatu daerah di sebelah barat Toran Republic, tempat Suikoden pertama. Hero Suikoden II, yang bernama Riou, diceritakan sebagai seorang tentara Highland Youth Brigade, suatu korps anak muda dari kerajaan Highland, namun karena suatu dan lain hal mereka dibantai oleh pangeran mereka sendiri, tujuannya tidak lain untuk memfitnah lawan mereka, City State, dan membawa dunia ke dalam perang besar. Untungnya Riou dan sahabatnya, Jowy, berhasil kabur dan diselamatkan oleh teman lama dari Suikoden, Viktor dan Flik. 

Dari sinilah petualangan dimulai. Banyak yang mereka lalui. sampai pada suatu titik dimana Jowy dan Riou mendapat pecahan Rune of Beginning yang menyebabkan mereka harus bertarung sampai mati satu sama lain untuk mendapatkan pecahan rune masing-masing. Riou berjuang untuk kemakmuran rakyat City State, sedangkan Jowy berjuang membela Highlander. Di sinilah serunya game ini, karena kita tidak bisa menyimpulkan bahwa Riou itu baik dan Jowy jahat, mereka berdua berjuang untuk meraih impian masing-masing.

Game ini menawarkan beberapa ending alternatif yang dapat dipilih oleh pemain. Lagi-lagi itu menjadi suatu gebrakan baru di dunia game, mengingat game-game sebelumnya dimainkan beberapa kali pun endingnya akan tetap sama. Ada ending dimana Riou kabur dari peperangan dan hidup di gunung, ada pula ending dimana Riou berduel dengan Jowy sampai mati, kemudian diangkat menjadi raja di Dunan, ada juga ending dimana Riou dan Jowy kembali bersatu dan melakukan petualangan baru bersama Nanami, kakak angkat Riou.

Rating game ini juga cukup bagus, Gamespot memberi nilai 7.6 dari 10, IGN memberi nilai 9 dari 10, sedangkan GameRankings dan Metacritics masing-masing memberi nilai 81 dan 82 dari 100 untuk game ini. Kalau untuk saya pribadi sih, saya kasih nilai 95 dari 100. Game ini hampir nggak ada celahnya, semuanya dikerjakan dengan begitu sempurna. Hal ini karena Suikoden mendapat respon yang bagus dari para gamer, maka Konami tertantang untuk membuat game sekuel ini yang digarap dengan lebih canggih, lebih serius, dan tentunya lebih asik untuk dimainkan.




Well, sorry for the long post. Semoga anda tidak capek baca ini. Sebagai penutup ini ada beberapa screenshot dari game ini, semoga bisa mengobati kerinduan mereka-mereka yang pernah jatuh cinta dengan game ini. :D

Read more »

Sabtu, 07 April 2012

Senja Menjelang, Menanti Fajar

Malam menjelang kawan. Mentari yang terang baru saja menuju sisi lain dari dunia ini. Aku rindu. Aku ingin pagi segera menjelang. Sepi, hanya berkawan bintang-bintang dan sepucuk bulan. Dulu, bintang-bintang itu temanku. Namun kemudian cahanya redup satu demi satu. Menuju kegelapan langit. Entahlah, padahal aku pun langit. Tempat mereka pernah bernaung dan tempat mereka sekarang tetap sama. Hanya saja kabut perak tipis menyelimuti antara aku dan para bintang yang ada. Fitnah. itnah yang membuatku mengira bintang-bintang itu meredup dan meninggalkan lubang-lubang kosong di badanku. Aku masih langit, sampai kapanpun aku percaya aku langit.

Aku jadi rindu pada sinar mentari. Padahal Maghrib baru saja menjelang, artinya waktu Shubuh masih teramat lama. Padahal aku sudah rindu. Kehangatan dan keceriaan yang dipancarkan, tak satupun mampu mengimbangi. Hanya segelintir bintang yang pernah dekat yang mampu menandingi. Tapi percuma, karena bintang-bintang itu sudah diorbit oleh planet masing-masing.

Kuliihat di kaki langit bulan mulai muncul. Bulan yang ragu-ragu. Bulan yang belum memutuskan apakah dia mau mendekat padaku atau tidak. Mungkin bulan ragu, aku hanya bermain-main. Ya, memang benar. Aku memang hanya bermain-main, sembari menanti mentari. Padahal tak aku tahu, apakah mentari itu suatu saat nanti akan kembali ke langit ini, kembali ke atap-atap dunia ini. Biarlah, kuasa Tuhan yang mengatur.

Read more »