Kamis, 26 Desember 2013

Apa Salah?

Tak bergamis tak mengurangi imanmu
Sarung yang melekat dan jeans biru
boleh jadi pengokoh islammu
Takkan berat timbanganmu di kiri
Ketika kau tak memanggil sedulurmu akhi
Apakah salah ketika tak kupanggil dirimu antum?
Maaf, aku lebih akrab dengan kata sampeyan
Monggo, kata itu lebih akrab ditelingaku daripada tafadhol
Ana, ane, ah! Lama-lama menggelitik telingaku.
Apa susahnya bilang saya. Kalau mau sopan, kawulo.
Jangan khawatir, kita dalam satu payung yang sama
Tak akan kurang islammu, tanpa istilah-istilah itu.

Read more »

Rabu, 25 Desember 2013

Isu Rutin Akhir Tahun

Tentang hari raya Natal, hari raya Idul Fitri, maupun hari raya umat agama lain di Indonesia, saya rasa acapkali menjadi perdebatan. Terutama tentang mengucapkan selamat atas hari raya tersebut. Kasus yang sering terjadi adalah Natal. Ya, hari ini 25 Desember, Natal. Umat Kristen dan Katolik memang jumlahnya cukup besar di Indonesia, mungkin bisa dibilang nomor 2 dan 3 setelah Islam. Tak bisa dipungkiri, sedikit atau banyak, relasi kita, teman, tetangga, bahkan mungkin keluarga ada yang beragama Kristen maupun Katolik. Sering terjadi kebingungan dalam diri kita mungkin, apakah saya sebaiknya mengucapkan selamat hari raya atau tidak. Yah, jangan bingung, sekarang informasi fatwa-fatwa ulama bisa anda temukan di internet dengan mudah. Termasuk yang akan saya tulis ini.

Sudah hukum alam bahwa pro dan kontra itu selalu ada. Begitu juga dengan ucapan selamat Natal ini, ada yang pro dan ada yang kontra. Mungkin ada baiknya langsung saya rangkum ya. Sebagai berikut.

PRO:
1. Dari Ulama Yusuf Qardhawi, beliau mengatakan bahwa mengucapkan selamat natal itu adalah bentuk ihsan, jadi tidak dilarang. Beliau mengutip ayat Al Qur'an Surat An-Nisaa' 86 dan Al-Mumtahanah 8.
2. Lembaga riset dan fatwa eropa mengatakan boleh selama yang diberi ucapan itu mereka yang tidak memerangi umat Islam
3. Kemudian PBNU juga menyatakan boleh, selama menganggap Nabi Isa itu Nabi, bukan putra Tuhan sebagaimana keyakinan agama Kristen dan Katolik.
4. dll, dsb. cari sendiri

nah, yang kontra antara  lain

KONTRA:
1. Mengucapkan selamat Natal berarti mengakui kelahiran Yesus sebagai putra Tuhan dan ini jelas bertentangan dengan agama Islam sebagaimana surat Al-Ikhlas 3 bahwa Tuhan tidak beranak dan tidak diperanakkan. Kemudian di surat Al-Jin 3, Al-An'am 101, dan Yunus 68
2.  Ibnu Taimiyyah, Ibnu Qoyim, dan pengikutnya, mengatakan bahwa perayaan Natal adalah bagian syiar agama Kristen dan Katolik, jadi kita tidak boleh ikut berpartisipasi. Mengucapkan juga termasuk partisipasi. Kita menyelamati berarti kita bertasyabbuh, atau ikut-ikutan.
3. Hadis Nabi bahwa kita dilarang mendahului memberi salam pada Yahudi dan Nasrani.
4. dll, dsb, cari sendiri.

Nah, saya rasa beberapa pro-kontra diatas sudah cukup mewakili pandangan yang ada di masyarakat. Bagi mereka yang pro, ya silahkan pro, bagi mereka yang kontra, monggo, tidak ada yang melarang.

Dari saya pribadi, saya pro. Alasannya:
Banyak teman bahkan guru dan saudara saya yang Kristen maupun Katolik. Saya menghormati apa yang mereka percayai. Saya mengucapkan bukan berarti saya percaya apa yang mereka percayai. Toh, itu hanya ucapan selamat, sebagaimana halnya saya mengucapkan selamat atas keberhasilan mereka, selamat atas kelulusan, atau selamat-selamat yang lain.

Saya tidak berpartisipasi dalam perayaan Natal. Saya tidak ikut membantu mendekor gereja, membantu menyiapkan peralatan musik untuk pelayanan, saya juga tidak ikut misa dan mendengarkan khotbah pendeta

Saya ingin berbuat adil saja pada mereka, ketika saya berpuasa mereka juga mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa, ketika saya beridul fitri, mereka juga ikut merayakannya. Ya, itu urusan mereka kalau berpartisipasi, dan saya sangat berterimakasih pada partisipasinya mereka, atpi ya tetap saya tidak berpartisipasi dalam Natal mereka. Saya hanya mengucapkan selamat.

Pembaca pasti ada yang pro dan yang kontra. Nggak masalah, itu kan kepercayaan anda. Anda sendiri yang menentukan mau ikut yang pro atau kontra. Yang penting jangan cuma sekedar ikutan pro atau kontra. Dalam memilih anda harus punya dasar yang kuat. Ok?

ini sumber bacaan di internet yang bisa dibaca

Link 1
Link 2
Link 3

sisanya cari sendiri ya :D

Read more »

Minggu, 22 Desember 2013

Malam Kelam

Kadang terpikir dalam kepala ini, kenapa harus takut untuk berjalan di kegelapan? Bukankah gelap tidak selamanya. Habis gelap, terbitlah terang. Itu pesan leluhur bangsaku. Sebagaimana kita hidup di siang terang, malam pun bagian dari hari yang tak akan terpisahkan. Kenapa kau harus takut berjalan di malam kelam? Bukankah Tuhan akan membimbing jalanmu, keluar dari kegelapan. Ada Tuhan tempatmu bersandar.

Aku takut, dalam malam kelamku ini tak kunjung dihampiri sinar terang. Aku tahu dalam tubuh yang sudah cukup umur ini, terjebak seorang anak-anak. Dia takut akan masa depannya. Tatkala teman-temannya sudah melangkahkan kaki menjelajah bumi Tuhan, ia masih duduk diam di depan komputernya.

Katanya, "Dunia itu bisa dijelajah melalui internet. Tak tahukah kau? Dalam Game Online aku bertemu ratusan orang dari seluruh dunia."

Benar, kau benar nak. Kau memang bertemu dengan ribuan orang di dunia itu. Tapi, bukankah itu hanya maya? Maaf, aku senang kau tinggal dalam tubuh ini, tapi kini saatnya kau keluar. Aku tahu, dalam hatimu yang terdalam kau tidak puas hanya dengan menjelejah dunia melalui jendela kecilmu.

Aku tahu ketakutan-ketakutanmu, tentang beasiswa yang kau kejar dan tak kunjung dapat. Tentang iri hati melihat teman-temanmu yang sudah berhasil. Tentang tulisan yang belum kau selesaikan. Ya, tentu ada satu hal yang tak mungkin luput. Jodoh. Kau begitu merisaukan jodoh. Jodoh yang kau rasa sudah di depan mata, tapi tak kunjung mampu kau raihnya.

Nak, percayalah pada Tuhan.. Jodohmu tak akan tertukar, pantaskan dirimu dan dewasalah. Kalau dia yang terbaik buatmu, tak akan tertukar Tuhan memberinya untuk yang lain. Kau boleh jatuh cinta dengan siapapun, juga dengannya. Tapi jangan risau, ketika nanti ia pergi dari sisimu. Percayalah, jodohmu di tangan Tuhan. Tapi pantaskan dirimu sebelum kau mengintip ke dalam tangan Tuhan.

Read more »

Minggu, 15 Desember 2013

Sosialisme: Mereka Yang Dipandang Sebelah Mata

Paper saya untuk tugas Mata Kuliah Sistem Ekonomi. Sesuatu untuk dicerna pikiran kita pagi-pagi. Tentang Komunisme dan Sosialisme. Sejujurnya saya pro Sosialisme. Tapi saya tidak pro Komunisme. Oh iya, ini sumbernya 2 subbab awal dari diffen.com dan wikipedia.Sedangkan 2 subbab akhir dari pikiran saya sendiri. Silakan dinikmati ya. Masih belum selesai sih. Kurang sedikit lagi. Tapi overall sudah bisa dinikmati. Please enjoy. ^__^



Sekilas Gambaran Mengenai Sosialisme
            Sosialisme adalah suatu ideologi sistem ekonomi yang memiliki karakteristik kepemilikan bersama faktor-faktor produksi dan manajemen ekonomi yang kooperatif. Kepemilikan sosial bisa kita artikan sebagai perusahaan bersama, kepemilikan properti bersama, kepemilikan properti dan modal oleh negara dan warga negara, atau gabungan dari hal-hal yang disebut diatas.
Ada banyak definisi dan variasi Sosialisme, sehingga ketika dirangkum menjadi satu sebetulnya tidak ada yang bisa menerangkan dengan jelas apa itu Sosialisme. Tapi, ada benang merah diantara semua variasi Sosialisme itu, yaitu tentang kepemilikan bersama dan visi kesejahteraan bagi semua masyarakat.
Hanya saja variasi Sosialisme berbeda-beda tipenya dari cara bagaimana sistem mereka dijalankan. Ada yang masih bergantung pada pasar, ada pula yang tidak. Ada yang menitikberatkan peran negara dalam mengelola dan membangun Sosialisme, tapi ada juga yang menyerahkan ke masyarakat untuk membentuk institusi yang baik dalam mengelola faktor produksi.
            Sistem ekonomi Sosialisme didasarkan pada pandangan bahwa produksi adalah untuk konsumsi. Artinya, produksi barang dan jasa ditujukan secara langsung untuk memuaskan permintaan dan kebutuhan manusia, dimana suatu objek dinilai berdasarkan nilai guna mereka. Berbeda dengan kapitalisme dimana tujuan produksi barang dan jasa adalah untuk menghasilkan laba dan menumpuk modal.
            Dalam konsep ekonomi sosialis tradisional, koordinasi, akuntansi, dan penilaian dari suatu faktor produksi akan dilakukan berdasarkan kondisi fisik atau dengan menggunakan penghitungan lamanya waktu yang digunakan dalam produksi. Distribusi output produksi didasarkan pada konsep “To each according to his contribution”. Artinya, masing-masing orang akan mendapat sesuai dengan porsi kontribusinya terhadap masyarakat. Kebutuhan dasar pasti akan dicukupi oleh sosialisme, tapi mereka yang berkontribusi lebih, juga akan menerima lebih.
Berbeda dengan konsep Komunisme, dimana prinsipnya “To each according to his need.” Artinya, untuk setiap anggota masyarakat akan diberi kebutuhan sesuai dengan seberapa besar yang ia butuhkan, tidak boleh lebih. Ini salah satu faktor yang membedakan Sosialisme dengan Komunisme.
            Sebagai pandangan politik, Sosialisme juga memiliki berbagai macam filosofi, mulai dari Reformis sampai Revolusioneris. Dalam pandangan para pendukung Sosialisme Nasionalis, mereka berpendapat bahwa negara yang harusnnya mengatur perekonomian dengan carai melakukan nasionalisasi produksi, distribusi, dan perdagangan sebagai cara untuk mengimplementasikan sosialisme.
Kaum Sosialisme Libertarian, memiliki pandangan yang berbeda, dimana mereka menentang intervensi kekuatan negara dalam Sosialisme. Kekuatan negara yang dimaksud yaitu baik negara dan kekuatan parlemen. Sedangkan Sosialis Demokratis juga memiliki pandangan yang berbeda, dimana menurut mereka Sosialisme hendaknya dijalankan melalui proses sistem politik yang demokratis.
            Sosialisme modern mulai lahir pada sekitar abad ke 18, ketika para kaum intelektual dan para pekerja mengkritik efek industrialisasi dan kepemilikan swasta pada masyarakat.  Kemudian pada awal abad ke 19, Sosialisme menjadi “lawan” Kapitalisme dan dianggap sebagai suatu sistem alternatif yang berdasarkan kepemilikan sosial. Para penganut Marxis mengembangkan lebih jauh dengan menambahkan pendekatan secara saintifik dan perencanaan yang demokratis sebagai suatu bagian dari Sosialisme.

Perbandingan Sosialisme dan Komunisme
            Ideologi Komunisme, memang berangkat dari ideologi Sosialisme yang dikembangkan. Akan tetapi, orang-orang menjadi rancu antara keduanya dan seringkali menyamakan Komunisme dengan Sosialisme. Padahal diantara keduanya ada beberapa perbedaan prinsip yang mendasar. Letak perbedaan prinsip tersebut antara lain sebagai berikut.
a.      Sistem Politik
Dalam sistem politik Komunisme, tidak ada yang memimpin dan tidak ada yang dipimpin. Secara teoritis rakyat lah yang memegang kendali atas diri mereka sendiri. Keputusan yang dibuat harus merupakan konsensus bersama. Sebetulnya sistem seperti ini belum pernah benar-benar dijalankan. Mungkin sistem yang paling mendekati adalah kepemimpinan oleh partai tunggal yang sangat kuat. Bisa kita bayangkan bagaimana mungkin negara yang besar akan menerapkan sistem Komunisme dimana tidak ada pemimpin. Tentu tidak mungkin dilakukan.
       Di sisi lain, sistem politik Sosialisme masih menggunakan pemerintah. Biasanya ada beberapa partai yang bersaing. Tapi partai yang terbesar dan memegang kendali utama biasanya memiliki nama “Partai Sosialis” atau sebagainya yang menunjukkan ideologinya sebagai penganut paham Sosialisme.
b.      Sistem Ekonomi
Komunisme akan mendistribusikan kekayaan yang dimiliki negara kepada masyarakat dengan jumlah yang sama persis tiap orangnya. Kebutuhan individual sepenuhnya ditanggung oleh masyarakat. Perusahaan yang ada semuanya dikuasai oleh masyarakat dan digunakan untuk menyejahterakan masyarakat dan memenuhi kebutuhannya.
Berbeda dengan Sosialisme dimana setiap individu akan menerima bagian yang kurang lebih sama. Bagian kekayaan itu diperoleh dari faktor produksi, yang dikuasai oleh para pekerja. Akan tetapi,  masyarakat bisa mendapatkan lebih dari jatah yang diberikan jika mereka bekerja lebih keras. Ada insentif dalam Sosialisme yang tidak kita temukan di sistem Komunisme.
c.       Filosofi
Filosofi Komunisme yaitu “From each according to his ability, to each according to his needs.” Maksudnya, masyarakat diwajibkan menyumbangkan kemampuannya untuk komunitasnya sesuai dengan apa yang ia mampu. Jika ia seorang dokter, maka bantulah masyarakat dengan memberikan pengobatan.
Jika ia seorang guru, maka bantulah masyarakat dengan memberikan pendidikan. Jika ia seorang pekerja/buruh, maka bantulah masyarakat dengan keahlian yang dimiliki. Lalu setelah mereka memenuhi kewajibannya, masyarakat akan memenuhi kebutuhan mereka sesuai dengan apa yang mereka butuhkan.
Sedangkan filosofi Sosialisme yaitu “From each according to his ability, to each according his deeds.” Agak berbeda dengan sistem Komunisme. Dalam sistem Sosialisme, masyarakat tetap dituntut untuk berkontribusi pada komunitasnya sesuai dengan kemampuanny, lalu mereka akan mendapatkan apa yang mereka butuhkan.
Akan tetapi, jika seorang individu bekerja lebih keras, ia akan menerima insentif diluar kebutuhan dasarnya. Jika seorang individu bekerja biasa-biasa saja, maka ia hanya akan menerima apa yang ia butuhkan saja tanpa adanya insentif lebih.
Dari sini bisa kita lilhat perbedaan yang mendasar antara Sosialisme dan Komunisme melalui insentif yang diberikan. Dalam sistem Komunisme, sekeras apapun seseorang bekerja –misalkan 20 jam sehari– apa yang didapatkan tetap saja hanya sesuai yang ia butuhkan. Ia tidak akan menerima insentif atas kerja kerasnya.
d.      Ide Pokok / Intisari Ajaran
Gagasan utama sistem Komunisme adalah bahwa sudah menjadi hukum alam bahwa masyarakat akan selalu terbagi menjadi kelas-kelas yang akan selalu bersaing satu sama lain. Dalam Revolusi Industri, telah terjadi ketidakadilan dimana masyarakat yang kaya menjadi semakin kaya dan masyarakat yang miskin menjadi semakin miskin. Kaum pekerja harus melakukan revolusi untuk merubah nasib mereka. Pekerja harus menggulingkan kaum borjuis.
Gagasan sistem Sosialisme adalah setiap orang harus diberikan kesempatan yang sama. Memang perbedaan kelas tidak bisa dihindari, tapi kesempatan harus tetap sama. Para pekerja adalah kelompok yang paling berhak untuk memegang manajemen pabrik. Regulasi dari pemerintah tetap dibutuhkan untuk mendukung ideologi Sosialisme. Para pekerja tidak perlu menggulingkan kaum borjuis selama hak-hak pekerja masih tetap dipenuhi.
e.       Tokoh Pendukung
Diantara tokoh pendukung ideologi Komunisme adalah Karl Max, Frederich Engels, Vladimir Lenin, dan Leon Trotsky. Sedangkan tokoh pendukung ideologi Sosialisme antara lain Robert Owen, Pierre Leroux, John Stuart Mill, dan Leo Tolstoy.
f.       Kepemilikan Privat
Dalam sistem Komunisme, kepemilikian privat benar-benar dilarang. Apapun yang ada di wilayah suatu negara adalah milik negara. Masyarakat hanya diberi hak pakai saja. Berbeda dengan Sosialisme.
Sosialisme masih mengakui kepemilikan pribadi, namun terbatas pada hal-hal yang kecil saja. Misalnya pakaian, rumah, alat transportasi, dan lain sebagainya. Akan tetapi kepemilikan pribadi dalam perusahaan dan faktor produksi dilarang keras. Segala hal yang mendukung produksi harus dikuasai negara agar tidak menimbulkan masalah di masyarakat.
g.      Variasi Gerakan Politik
Variasi Komunisme antara lain Leninisme, Stalinisme, Trotskyisme, Marxisme, Maoisme, Komunisme aliran kiri. Semuanya merupakan pengembangan dari dasar Komunisme. Sedangkan variasi Sosialisme antara lain Sosialisme Libertarian, Anarkisme, Syndikalisme, Demokrasi Sosialis, termasuk juga Komunis yang aslinya merupakan pengembangan dari dasar Sosialisme.
h.      Pilihan Publik
Dalam Komunisme yang ‘asli’, karena tidak ada pemimpin, maka semuanya menjadi bebas. Pilihan sepenuhnya ditangan masyarakat. Tapi pada prakteknya, semua pilihan termasuk edukasi, agama, pekerjaan, bahkan pernikahan, sudah diatur oleh negara.
Pada Sosialisme, pilihan termasuk pendidikan, agama, pekerjaan, dan pernikahan semuanya bebas dipilih oleh individu masing-masing. Tapi pendidikan dan kesehatan disediakan gratis untuk semuanya.
i.        Proses Perubahan
Dalam Komunisme, pemerintah adalah agent perubahan, bukan pasar ataupun konsumen. Perubahan yang dilakukan oleh pemerintah bisa cepat bisa lambat tergantung kebutuhan dan perubahan yang dikehendaki. Kaum proletar akan merubah dengan cepat melalui revolusi dengan kekerasan. Sebagaimana pernah dikatakan oleh Mao Ze Dong dalam “Buku Merah”nya,
A revolution is not a dinner party, or writing an essay, or painting a picture, or doing embroidery; it cannot be so refined, so leisurely and gentle, so temperate, kind, courteous, restrained and magnanimous. A revolution is an insurrection, an act of violence by which one class overthrows another.”
Artinya, “Sebuah revolusi itu bukanlah pesta makan malam, atau menulis esai, atau melukis lukisan atau membuat sulaman; revolusi tidak bisa dijalankan dengan halus, sopan, berhati-hati dan anggun. Revolusi adalah sebuah tindakan kebangkitan, sebuah tindakan kekerasan dimana satu kelas menggulingkan yang lain.
Perbedaannya, pada Sosialisme pekerjalah yang menjadi agen perubahan. Perubahan sepenuhnya dipegang oleh pekerja dan bisa cepat atau lambat tergantung dengan perubahan yang dikehendaki. Dalam Sosialisme, pekerja atau kaum proletar tidak perlu melakukan revolusi berdarah yang besar-besaran. Pekerja cukup menguasai faktor-faktor produksi dan perusahaan saja. Secara teknis, Sosialisme lebih ‘halus’ daripada Komunisme.

Melawan Kapitalisme
            Tidak dapat dipungkiri memang bahwa dewasa ini Kapitalisme merupakan ideologi dan sistem ekonomi yang dipakai luas di hampir seluruh negara. Memang, secara teknis tidak ada negara yang menerapkan Kapitalisme murni. Tidak mungkin suatu negara menyerahkan perekonomiannya kepada pasar, karena dapat dipastikan negara tersebut akan jatuh dalam waktu singkat.
            Dalam Kapitalisme yang menjadi masalah utama adalah ketimpangan antara penduduk yang kaya dan yang miskin. Para Kapitalis sangat mengagungkan tumpukan modal. Bagi mereka, yang penting adalah memperoleh laba yang besar dan mengakumulasi modal sehingga pundi-pundi kekayaan mereka akan semakin bertambah. Kapitalis beranggapan bahwa seseorang harus bekerja semaksimal mungkin untuk memperoleh kekayaan pribadi, tapi bukan berarti mereka tidak bisa bekerja sama dengan yang lain. Mereka bisa bekerja sama dengan yang lain akan tetapi tetap tujuannya adalah untuk kepentingan diri sendiri. Hal ini mendorong penguasaan faktor-faktor produksi dan perusahaan yang seharusnya bisa dimanfaatkan oleh banyak orang.
            Kapitalisme memang tidak sepenuhnya buruk, dengan sistem itu manusia didorong untuk terus berinovasi agar mampu bertahan di tengah persaingan. Dengan adanya dorongan seperti itu, inovasi akan terus dilakukan dan dampaknya pertumbuhan dan pembangunan ekonomi akan menjadi semakin cepat. Tapi dibalik itu semua, Kapitalisme akan membentuk masyarakat yang cenderung egois. Kebutuhan untuk bertahan hidup di dunia yang persaingannya ketat kadang-kadang menutup akal sehat dan fakta bahwa manusia terlahir sebagai makhluk sosial. Hanya dengan bekerja sama lah manusia akan dapat bertahan hidup.
            Kapitalisme bisa diibaratkan bangunan Piramid, dimana bagian bawahnya lebar dan semakin ke atas semakin sempit. Para kaum pekerja dan buruh biasanya berada di lantai terbawah Piramid ini, menanggung beban berat menopang perekonomian. Jumlah mereka yang paling banyak, tapi justru merekalah yang mendapat bagian kekayaan paling sedikit. Semakin ke atas jumlah orangnya akan semakin sedikit namun jumlah kekayaan yang dimiliki malah semakin meningkat. Ini mendorong orang-orang yang berada di lantai bawah untuk berusaha naik ke lantai yang lebih tinggi guna mendapat penghidupan yang lebih layak.
Resikonya jelas, jika tidak diawasi dengan betul akan terjadi persaingan yang tidak sehat. Bukan tidak mungkin mereka-mereka yang berada di bawah akan gelap mata dan melakukan tindakan kriminal terhadap golongan yang lebih tinggi untuk meraih kekayaan dan kesejahteraan yang lebih cepat.
Persaingan antar mereka juga akan menjadi semakin ketat. Mereka tidak akan segan-segan menyingkirkan teman, saudara, atau relasinya yang dirasa mengganggu langkahnya untuk naik ke kelas yang lebih tinggi. Memang hal tersebut tidak terjadi di semua orang, akan tetapi kondisi yang diciptakan oleh Kapitalisme sangat berpotensi untuk mendorong terjadinya hal itu. Masyarakat akan menjadi komunitas egois yang hanya memikirkan diri sendiri. Degradasi moral akan terjadi besar-besaran. Orang tidak akan peduli dengan tetangga kanan kirinya, selama ia masih perlu untuk naik ke kelas yang lebih tinggi, maka segala cara bisa jadi akan dia lakukan. Sekali lagi memang hal ini tidak akan terjadi di setiap orang yang kesejahteraannya kurang, tergantung moral masing-masing, akan tetapi potensinya besar terjadi.

Sosialisme Di Indonesia: Mengapa Dipandang Sebelah Mata
            Tidak dapat dipungkiri memang, bahwa ideologi Komunisme yang dibawa Karl Marx berangkat dari akar Sosialisme. Karl Marx boleh dibilang adalah penganut aliran keras Sosialisme, terbukti pada bukunya Manifesto of The Communist Party (judul asli: Manifest der Kommunistischen Partei), ia mengatakan:
“The Communists disdain to conceal their views and aims. They openly declare that their ends can be attained only by the forcible overthrow of all existing social conditions. Let the ruling classes tremble at a Communistic revolution. The proletarians have nothing to lose but their chains. They have a world to win. Working Men of All Countries, Unite!”
Kurang lebih artinya adalah sebagai berikut:
“Adalah sebuah kehinaan bagi penganut Komunis untuk menyembunyikan tujuannya. Mereka (Komunis) secara terbuka akan mendeklarasikan bahwa akhir dari penderitaannya akan tercapai hanya dengan menjatuhkan secara paksa semua kondisi sosial yang ada. Biarlah para penguasa gemetar ketakutan akan revolusi Komunis. Kaum Proletar tidak akan kehilangan apapun, kecuali rantai-rantai yang membelenggu mereka. Mereka punya dunia untuk dimenangkan. Kaum pekerja di seluruh negara, bersatulah!”
            Bisa kita ambil kesimpulan bersama bahwa Marx sangat menganjurkan adanya revolusi yang keras dalam Komunis. Pandangan ini juga dianut oleh Mao Ze Dong, sebagaimana tertulis dalam sub bab sebelumnya. Menurut Mao, revolusi tidak bisa dijalankan dengan begitu rapi dan indah. Revolusi adalah tindakan kekerasan dimana satu kelas menggulingkan yang lainnya.
            Pandangan dari kedua tokoh inilah yang menyebabkan revolusi Komunisme di beberapa negara berjalan dengan keras dan berdarah. Seperti halnya di Rusia dengan revolusinya yang dipimpin Vladimir Lenin, atau China dengan revolusi ‘Lompatan Besar ke Depan’, atau di Kamboja dengan Khmer Merah-nya, begitu pula di Indonesia dengan PKI-nya.
            Akibat dari revolusi itu, banyak pandangan yang menganggap Komunis adalah suatu gerakan terkutuk yang mencintai kekerasan. Sebetulnya, memang benar demikian adanya, revolusi Komunisme selalu diikuti dengan pertumpahan darah dan kekerasan. Tentu kita tidak bisa lupa bagaimana serangkaian kerusuhan dan pembunuhan yang terjadi pada era 1960-an ketika Partai Komunis Indonesia eksis dan mulai meroket popularitasnya sebagai salah satu partai besar yang digandeng Presiden Soekarno. Bahkan Presiden Soekarno sempat mengatakan pada HUT PKI tangal 23 Mei 1965:
“...sebab, siapa yang bisa membantah, bahwa PKI adalah unsur yang hebat di dalam penyelesaian revolusi Indonesia. PKI menjalar menjadi kuat. PKI kini beranggotakan 3 (tiga) juta orang, simpatisannya 20 (dua puluh) juta. Apa sebabnya PKI sampai demikian ? Ialah karena PKI konsekuen progresif revolusioner. Saya berkata, PKI yo sanakku, yo kadangku, yen mati aku melu kelangan (PKI adalah juga saudaraku, ya handai taulanku, kalau mati, saya juga ikut kehilangan) "
            Puncaknya pada Gerakan 30 September 1965 yang membantai sejumlah elite militer di masa itu. Walaupun sampai sekarang belum jelas siapa pelakunya, masyarakat sudah terlanjur memberikan stempel pada gerakan Komunis sebagai gerakan haram yang harus dihilangkan. Masalahnya masyarakat ikut-ikutan menganggap bahwa gerakan Sosialisme tidak jahu berbeda dengan Komunisme. Padahal sebetulnya tidak demikian. Dalam subbab sebelumnya suadh dijelaskan betapa sebetulnya ada perbedaan yang sangat besar antara Komunisme dan Sosialisme.
            Akibatnya Sosialisme di Indonesia menjadi sulit berkembang dan dipandang sebelah mata. Padahal dalam pidatonya, Manifesto Politik, Presiden Soekarno menyatakan
“Hari depan revolusi Indonesia bukanlah menuju ke kapitalisme, dan sama sekali bukan menuju ke feudalisme… Hari depan Revolusi Indonesia adalah masyarakat adil dan makmur atau… Sosialisme Indonesia”
            Bisa kita lihat bagaimana pandangan Presiden Soekarno yang lebih mengarah ke Sosialisme tapi bukan Komunisme. Tentu kita ingat semboyan Nasakom Presiden Soekarno, yaitu Nasionalis, Agamis, Komunis. Penulis yakin, bahwa apa yang dimaksud Presiden Soekarno dengan Komunis di sini sebetulnya adalah Sosialis. Karena tidak mungkin untuk menyandingkan Komunisme dengan Agama. Bukankah Komunisme melarang segala macam Agama. Sedangkan Sosialisme masih mengakuinya.
            Akan tetapi, sudah terlanjur masyarakat–khususnya di Indonesia–menyamaratakan antara Komunisme dan Sosialisme sehingga Sosialisme yang sebetulnya lebih baik dari Komunisme dipandang sebelah mata dan sulit berkembang.

Read more »

Sabtu, 30 November 2013

Batas Dunia Nyata

Zaman yang semakin maju membawa perubahan sosial sedikit demi sedikit di masyarakat. Bayangkan, sepuluh tahun yang lalu, berita di belahan bumi lain mungkin bisa sampai di belahan bumi yang lainnya lagi dalam hitungan hari. mungkin 1-2 hari. Tidak terlalu lama. Mungkin bisa juga Sampai dalam hitungan jam, tapi itu hanya untuk kalangan tertentu saja, misalnya militer atau kepemerintahan. Tapi sekarang, dalam hitungan menit berita itu bisa sampai ke semua orang yang punya akses memadai ke internet. Menyeramkan? Iya! Saya berpikir ini adalah suatu hal yang menyeramkan. Tapi itulah teknologi.

Tapi, bukan itu yang mau saya angkat dalam tulisan ini. Yang akan saya angkat ke tulisan ini adalah Internetnya.

Dalam tulisan saya yang sebelumnya, Jejepangan, saya menuliskan bahwa Internet itu bisa menjadi pistol yang dipinjamkan ke anak-anak. Saya rasa itu benar, walaupun tidak selamanya demikian. Internet juga bisa membawa banyak manfaat. Misalkan kegiatan revolusi di Mesir yang 'dengar-dengar' dimulai dari sebuah page di jejaring Facebook. Saya sendiri tidak tahu kebenaran pasti dari info ini, mungkin dalam tulisan berikutnya akan saya ulas lebih lanjut. Contoh lain dari Indonesia, beberapa figur Internet yang cukup terkenal, diantaranya Bayu 'Skak' dan Toni 'Blank' Edi Suryanto. Lihat kan? Betapa Internet mampu mengubah seorang mahasiswa jadi figur terkenal, bahkan, (maaf) orang gila yang omongannya didengar seluruh orang. Bayangkan, andaikata dunia ini belum mengenal Internet. Mungkin Bayu 'Skak' hanya akan terkenal di kalangan kampusnya saja, Toni 'Blank' juga mungkin tidak ada yang mendengar, karena notabene dia kurang sehat akalnya. Bukan begitu?

Betapa jejaring sosial di Internet itu sudah jadi bagian dari hidup kita. Pagi, siang, sore, bahkan tengah malam sekalipun, anda akan menemukan setidaknya tujuh orang teman jejaring sosial anda yang sedang ONLINE.

Agaknya, Internet sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup kita. Saya tidak menyalahkan mereka yang sehari-hari waktunya habis di Internet. Cek jejaring sosial ini dan itu, main, nonton video, dan lain sebagainya. Mau bagaimana lagi? Internet sudah jadi bagian hidup kita. Kalau dulu muncul istilah bahwa Internet adalah Dunia Maya, saya rasa sekarang tidak layak lagi disebut demikian. Mengapa? Karena itu tadi, Internet sudah terintegrasi dengan kehidupan kita sehari-hari, sehingga akan menjadi kabur, yang mana Dunia Nyata yang mana Dunia Maya.

Permasalahan di kehidupan sehari-hari sering dibawa ke Dunia Maya. Permasalahan di Dunia Maya tak jarang diseret ke Dunia Nyata. Lihat game-game online sekarang, yang transaksinya bisa pakai uang beneran. Lihat bagaimana masalah-masalah kicauan twitter menjadi masalah nyata. Jadi, sebetulnya, mana batas antara Dunia Nyata dan Dunia Maya?

Saya rasa tidak ada.

gambar courtesy google. :D

Read more »

Selasa, 26 November 2013

Apa artinya menjadi manusia?

Apa artinya menjadi manusia?
Selama ribuan tahun kita berjalan di muka bumi ini.
Kita adalah salah satu ras dengan kecerdasan tertinggi.
Kita tundukkan alam, sumber dayanya ada di genggaman tangan.
Tak sebuah gunungpun mampu menghambat langkah kita
Laut tunduk di bawah kaki kita, dengan kapal-kapal yang kita layarkan menjelajah tubuhnya.
Tanah tak mampu menahan langkah kita. Berkeliaran di muka bumi dan menembus kulitnya
Sedalam apapun kita mampu.
Tak juga langit mampu menahan asa kita, terbang mengarungi awan, memetik bintang-bintang.
Memanen matahari.
Lihatlah kedua tanganmu, lalu katakan kepadaku! Apa yang tak bisa kau manipulasi dengannya?
Lihatlah kedua kakimu, lalu katakan kepadaku! Mana yang tak bisa kau jelajah dengannya?
Langit bukan batas kita, gunung bukan dinding kita.
Apalah artinya menjadi manusia?
Kita punya begitu banyak hal yang tak dimiliki ras lain.
Akal...
Apalah artinya menjadi manusia?
Hanya itu kurasa, pertanyaan yang tak bisa kujawab.
Pertanyaan yang datang dari dalam diriku
Tapi jawabannya tak ada dalam akalku.
Rahasia Tuhan.

Read more »

Rabu, 20 November 2013

Memetik Dandelion

Dandelion, di tengah padang kehidupan
menerobos celah-celah tanah yang keras
demi tetesan air hujan dan dunia yang luas
Tak kusangka, pemalas sepertiku bisa melihatmu
menentang angin yang ganas meniup
dan kaki-kaki yang menginjak
menutup,
cahaya mentari dan tetes hujan
yang lama kau idamkan
suatu hari nanti, aku berniat memetikmu
entah kenapa kau berhasil meyakinkanku
tapi bukan hari ini,
nanti, nanti, ketika pemalas ini berhasil berdiri
tak apa, bila nanti tiba waktunya
seorang yang lain memetikmu
terlebih dahulu
aku terpaksa rela

Read more »

Minggu, 17 November 2013

Brida

nah, ini kutipan dari novel yang sedang saya baca. Brida; karangan Paulo Coelho, rasanya cocok banget dah saya tulis di sini..

"Orang-orang memberikan bunga sebagai hadiah, karena bunga mengandung makna sejati Cinta. Siapapun yang berusaha menguasai bunga harus melihat keindahannya memudar. Tetapi jika kau hanya melihat bunga di padang, kau akan menyimpannya selamanya, sebab bunga itu adalah bagian dari malam dan senja dan aroma tanah lembap dan awan-awan di horison."

Brida menatap bunga itu. Sang Magus mengambil bunga itu darinya dan mengembalikannya ke dalam hutan. Mata Brida penuh tangis. Ia bangga akan pasangan jiwanya.

"Ini yang diajarkan hutan kepadaku. Bahwa kau tidak akan pernah menjadi milikku dan karena itulah aku tidak akan pernah kehilanganmu. Kau adalah harapanku pada momen kesepianku, kecemasanku pada momen keragu-raguanku, kepastianku pada momen keyakinan."
 

"Mengetahui pasangan jiwaku akan datang suatu hari nanti, aku membaktikan diriku untuk mempelajari Tradisi Matahari. Mengetahui bahwa kau nyata adalah satu alasanku untuk melanjutkan hidup."

Romantis bener dah... Bagi yang penasaran, cari sendiri bukunya yah :D

Read more »

Selasa, 05 November 2013

Jejepangan

Agak lama saya nggak nulis di blog, beberapa hari ini tergelitik untuk kembali nulis.  Nah, bahasanya nyantai aja yak, kita tinggalkan aturan tulisan yang baku sementara. :p

Sumber gambar yang ada di tulisan ini saya comot dari Google. :D sono cari sendiri

Internet; Pistol Yang Dipinjamkan Pada Anak-Anak
Belakangan, mungkin satu atau dua tahun ini, budaya pop berkembang. Gila-gilaan. Apalagi didukung akses internet yang rasanya nggak terbatas. Perorangan di rumah bisa pakai modem, smartphone, wifi di kampus/kantor, wah banyak lah pokoknya. Dulu, sekitar 7-8 tahun yang lalu, internet masih barang mewah. Aksesnya cuma bisa di warnet. Kalau ada yang punya modem di rumah, dijamin bakalan heboh pada masa itu. :v
 
Nah, dengan berkembangnya internet ini, orang-orang makin mudah membentuk komunitas. Salah satu yang saya angkat di sini yaitu komunitas pecinta anime-manga-jejepangan-dll. Yah, begitulah, entah apalah itu namanya, gampang banget sekarang nemu komunitas itu. Mulai dari sosmed, fanpage, website, apapun dah, pasti ada yang semacem itu. Saya sendiri gabung di beberapa komunitas, walaupun cuma di sosmednya aja. hehe. Ya mau gimana lagi, saya juga suka kok yang kaya begituan.


Awalnya, komunitas kayak gitu isinya mbahas yang simpel2 aja. Misalnya ngomongin tokoh di anime.
"Eh, tokoh ini keren yah..."
"Ini nah, lebih keren.."
"Iya tokoh ini begini dan begitu... bla...bla...bla..."
"Yang ini bapaknya si ini, dulu ketemu emaknya disini dan lain seterusnya..."
Awalnya, yang saya liat kayak gitu, lama-lama berkembang, mulai banyak para penikmat yang menganalisa anime.

Ada yang ngeluarin prediksi, ada yang ngeluarin ini dan itu. Kenapa tokoh ini suka gorengan, kenapa tokoh ini bawa jarum suntik. naah.... tambah bingung lah pokoknya  (>_< )

Lama-lama, terjadi yang buruk juga. Mulai dah fanwar... fan satu anime nyerang yang lain, fan satu produk nyerang yang lain. Yang inilah, itulah, banyak nah pokoknya..

Tambah lama, tambah parah... yang diserang orangnya, dikata-kata goblok lah, tolol lah, ini itu. banyak banget contohnya, sono cari sendiri. heheheh....

Nah, ini yang saya bilang pistol yang dipinjamkan ke anak-anak. Bahaya! Omongan yang keluar suka nggak terkontrol, apalagi di internet nggak tahu siapa aslinya siapa. nah lo.... tambah aman lagi tuh yang mau fanwar.. yang mau saling olok. betul begitu?

Anime Di Mata Saya
Sebetulnya, agak sempit kalo mengatakan "Anime Di Mata Saya" karena yang saya soroti-dan saya nikmati- nggak cuma Anime. Ada Dorama, Manga, Live Action, mainan, Cosplay, segala yang jejepangan tuh. Kan cukup populer di Indonesia. Saya nggak tahu nyebutnya apa, istilah-istilahnya apa. Jadi, untuk menggeneralisir, saya sebut saja Anime, toh pembaca tahu apa yang saya maksud kan? :D

Saya suka anime. Sederhana aja alasannya, Anime itu bagus, yang bikin pinter, kreatif. Saya sendiri belum tentu bisa buat yang kayak gitu. Udah banyak anime yang saya tonton. Yah, nggak banyak-banyak amat sih, tapi lumayan lah. Yang masih berbekas di ingatan saya ini nih...

1. Gundam Wing - Seed
Gundam wing sama gundam seed adalah salah dua dari beberapa anime gundam. nah, saya agak lupa sama gundam wing karena waktu tayang di Indonesia saya masih SD kali ya... Kalau Gundam Seed saya benar-benar ikuti dari awal sampai tamat. Baik yang Seed maupun Seed Destiny.

Saya, sebagai anak SMP pada waktu itu, bener-bener suka sama Gundam Seed. Ceritanya bagus. penokohannya bagus juga, keren-keren. Sulit lupa lah sampek sekarang. xD

2. Doraemon
Nah, kalo ini saya rasa nggak ada yang nggak tahu dah... Karangannya Fujiko Fujio ni legendaris banget kan? Dari jaman sebelum saya lahir, sampai saya udah brewok gini, masih tayang. Walaupun sekarang penulisnya udah meninggal (eh, iya nggak sih? :P kayaknya iya...)

Nah... sebetulnya, banyak produk anime yang saya suka, tapi yang paling mbekas ya cuma dua ini sih.

Selain produk anime, saya juga suka produk Jepang-jepangan lain, Manga lah, atau apa itu yang baunya jejepangan jujur saya suka. Ini nah misalnya, Vocaloid. Saya demeen banget. Sekarang Laptop udah didandanin ala Vocaloid, mulai dari Skin, terus dalemannya tema folder, kursor, dll dsb. Sebetulnya masih pengen beli dompet sama tas, tapi sayangnya produknya masih habis di olshop. doh....

 nih,, tampilannya beberapa avatar Vocaloid; Luka, Rin, Miku, Len. masih banyak lagi sih sebetulnya.
untuk yang rambutnya biru, saya agak fanatik sih. hehehe...
Lagu-lagu jepang nggak absen dari laptop dan mp3 saya. Yah, mau gimana lagi saya suka emang.

Nah, saya agak menyayangkan para penikmat produk-produk jejepangan yang hmm kalo boleh saya bilang terlalu serius menikmati produk-produk itu. Sampai fanwar segala lah, dan lain sebagainya.

Apa berarti saya nggak suka? Oh saya suka. Suka banget malah sama yang kayak begituan. Tapi ya, sebisa mungkin saya berusaha agar saya cuma sebatas suka, sebatas gandrung aja. Nggak masalah kok mau jadi fan berat, fanatik, dan lain sebagainya, saya juga fan berat beberapa produk baik yang saya ungkap diatas maupun yang nggak saya ungkap. Tapi ya, jangan keterlaluan sampai menimbulkan kebencian antar sesama penikmat. hehehe.

Nggak enak diliatnya, apa lagi yang sampai olok sana olok sini, perang komen, waduh... :v

Nah, kira-kira sekian dulu brainfart saya, semua yang saya tuangkan di sini saya kasih label nih di akhirnya. #IMHO... In My Humble Opinion.. :v

sampai berjumpa di artikel selanjutnya. :D

n.p.: judulnya saya bingung saya kasih apa, jadi keluarnya itu deh.

Read more »

Sabtu, 03 Agustus 2013

Pengasuh Pagi Hari

Ketika akhirnya, kita tiba di penghujung bulan yang dimuliakan
Aku masih menanti, kata-kata darimu
Seseorang yang hilang dari tanah perantauan
Tak berbekas, keberadaanmu
Dan terbayang, ketika jemari bertaut
Seolah tak mau dilepas
Padahal kita berdua sudah tahu
tak mungkin bisa berhasil, kala itu
Tapi kita tidak peduli, beberapa menit dalam hidup
yang kita nikmati bersama.
Kapan kau kembali?

Read more »

Sabtu, 13 Juli 2013

The Next Level

Okay, hari ini 13-07-13. Aku udah 20 tahun. Refleksi, selama 20 tahun ke belakang belum banyak prestasi yang ditorehkan. Paling olimpiade, itupun cuma tingkat Kota Malang. Tapi syukur lah, paling nggak ada sesuatu yang bisa dibanggakan. Sengaja di facebook notif tak matiin. Sekedar buat lihat aja, kalo nggak diingetin facebook, orang-orang pada inget nggak ya? Hehe. Ternyata ada kok yang inget, Nurul Q.R. temen SD, terus lanjut ke SMA. Pagi-pagi jam 00:24 sms masuk, ngucapin selamat. hoho. Thank you buddy. Tinggal menunggu dari temen-temen yang dulu lengket. Semoga inget biarpun nggak diingetin.

20 Tahun, artinya 6 tahun dari targetku. Ada 3 sih milestone-nya, umur 22, 24, 26.
Umur 22, targetku lulus S1, yup, 2 tahun lagi. Pas 4 tahun kuliah, cukup 8 semester. Nggak nambah-nambah lagi.
Umur 24, targetku lulus S2, semoga sih. Kuliah S2 kan nggak lama, paling 2 tahun aja cukup. Semoga dapat full beasiswa. Syukur-syukur kalo bisa ke luar negeri, kalo nggak juga gpp.
Umur 26, hehe, ini nih, target yang bikin melek semaleman nggak tidur. NIKAH!! Ya deviasi 1-2 tahun gpp lah, sekitar umur 26-28 nikah.

Jujur aku takut mbayangin 6 tahun kedepan. Untuk target umur 22 n 24, aku optimis bisa. Cuman buat target umur 26 nih. Hmm... bener-bener gak bisa tidur tadi malem gara-gara masalah ini.
Sejujurnya, aku udah ada seseorang yang pingin banget buat tak jadiin pasangan. Orangnya baik, rajin, sabar, agak sedikit aneh tapi it's okay lah, aku suka yang agak aneh. Menambah daya tarik personalnya itu. :P Gak tau kenapa aku ngerasain udah cocok banget sama dia.

Masalahnya, kita sekarang seumuran. Well, sejujurnya dia lebih tua 1 tahun. Kelahiran Desember '92. Nah, masalahnya, biasanya perempuan usia nikahnya lebih  muda daripada laki-laki. Kalo laki-laki umur 25-30 nikah, tapi kalo perempuan kan bisa dibawah itu. Umur 22-25 mungkin udah beberapa yang nikah. Ini nih yang bikin galau. Diasumsikan lamaran tidak akan ditolak, ~opo ae~ bisa aja sebenernya aku maksain diri buat ngelamar. Lulus S1 langsung kerja, umur 25 mungkin udah bisa nikah, umur kita nggak beda jauh kalau segitu, aku 25, dia 26. Tapi aku pingin ngejar karir.

Bapak-Ibu udah S2, jadi aku juga harus S2. Ya sebetulnya target S3 sih, paling nggak aku S2 harus lebih cepet dari Bapak-Ibu. Kalau aku nunggu S2, pas lulus, umurku 24, kerja dulu, nabung, umur 26-27 baru bisa nikah. Nah, kalau aku umur segitu,  umur dia 27-28. Agak telat untuk seorang perempuan. Mungkin dia pingin nikah sebelum umur 26, siapa tahu kan. Nggak ada jaminan juga dia bakal nunggu aku selesai sekolah.. weeh.. super galau lah mikir ini semalem. T__T

Aku sendiri belum tahu asline, udah siap secara menatl untuk nikah. 6 tahun ini tak buat siap-siap lah. Jujur, pasti kita semua nggak tahu, siapa yang disiapkan Tuhan di etalase untuk kita jadikan pasangan nanti. Aku juga gitu, nggak tahu siapa yang bakal jadi pendamping. Tapi, kalau aku boleh milih, aku milih dia. Udah kadung klop sih. Tapi kalau ternyata nanti keduluan, yaa, tak bunuh calonnya, eh nggak, maksudnya, diikhlaskan saja. hehe :D

Yang penting sekarang gimana caranya biar bisa siap, nanti umur 26. Aku inget, mas Izur pernah bilang
"Wajar, kamu nanti sekitar semester 4-5 pikirannya bakal lari jauh ke depan masalah nikah. Aku dulu juga gitu Girin. Tapi nanti bakal ilang-ilang sendiri waktu semester 6-7."
oh well, bukan masalah aku pingin nikah sekarang, 6 tahun lagi itu yang bikin stress. ahaha.

Umur udah 20 tahun. Terlalu tua untuk tetap menjalin hubungan 'Anak SMA', tapi belum cukup umur menjalani hubungan yang serius.

n.b. catetan untuk diri sendiri, hilangkan sifat insecure!

Read more »

Rabu, 10 Juli 2013

Incienso

Wangi, ketika bau dupa bertebaran di udara
tersebar ke delapan arah
agaknya, seseorang membakarnya dengan sengaja
malam ini
aromanya membawa romantika, yang mistis
yang selalu kuhirup ketika pundakmu kukecup
lalu kau tersenyum simpul
Kita ini serasi, aku tahu itu
hanya saja, kadang permainan kabut
membuat semuanya menjadi abu-abu
hingga tak kutangkap impuls itu
mungkin tak sampai pula pertanda-pertanda dariku
Maka aku akan selalu tersenyum, buatmu
hingga nanti
ketika dupa-dupa bisa kubakar dengan senang hati
dan kau yang menyalakan api

Far Away Jet Inn

Read more »

Senin, 08 Juli 2013

Hormati Yang (Tidak) Berpuasa

Okeeh, bulan Ramadhan sudah di depan mata, ini berarti sudah waktunya muslimin dan muslimat di seluruh dunia memasuki bulan pelatihan. Pelatihan menahan hawa nafsu tepatnya. Dengan tidak menahan diri dari yang dilarang di siang hari. Tentunya nggak perlu saya jelaskan lah, pembaca sudah tau kan apa-apa yang dilarang di siang hari bulan Ramadhan? Kalau belum, tanya sendiri deh sama guru masing-masing. :P

Ada banyak fenomena yang menarik ketika masuk bulan Ramadhan. Entah ini hanya terjadi di Indonesia, atau di luar negeri juga. Semoga beberapa tahun ke depan saya bisa ber-Ramadhan di luar negeri, jadi saya bisa cerita di blog ini. Aamiin.

Salah satu fenomena yang cukup menggelitik adalah ungkapan "Hormati Yang Sedang Berpuasa". Agaknya ini ditafsirkan dengan cukup baik oleh masyarakat. Warung-warung siang hari banyak yang tutup, baru buka dagangan sore hari menjelang maghrib. Sampai malam. Kadang-kadang ada juga yang bukanya sampe pagi. Sekalian nungguin orang yang sahur. Oke, salut dah sama pemilik warung yang kayak gitu. Menyediakan makanan sahur dan buka buat yang berpuasa.

Nah, sekarang logikanya kita balik. Orang yang nggak puasa, gimana? Bisa masyarakat non-muslim, piyantun sepuh, orang sakit, musafir, dll. Mereka kan juga manusia yang butuh makan dan minum? Sebagian orang mungkin berpendapat:

"Ya masak sendiri di rumah lah. Kan nggak harus marung."

Oke, saya tanya lagi, gimana dengan yang nggak bisa masak?. Misalnya mahasiswa ngekos nggak ada dapur atau misalnya orang yang trauma deket-deket kompor gas atau mungkin emang nggak bisa masak, jangankan masak, ngerebus air aja gosong. hehehe. Lebay ah, tapi ada benarnya kan? Walaupun dikit sih.

Keberadaan warung cukup vital menurut saya untuk mengatasi hal-hal seperti itu. Sayangnya kita kurang sensitif sama hal-hal itu. Kalau ada warung yang masih buka siang-siang pas puasa nggak dikasih tutupan terpal tebel, pasti deh, para Shoimin dan Shoimat yang lewat bakal melihat dengan tajam ke yang punya warung, dalam hati (mungkin) berkata:

"Wah, nggak menghormati yang lagi puasa nih.."

Maka jadilah warung-warung yang buka di kala puasa akan seperti orang jualan narkoba. Depan pintu ditutup terpal rapet, pagar dan pintu digembok, customer hanya diijinkan masuk kalau tahu kata sandinya. Walah, lebay lagi. ckckck.. Jarang ada yang blak-blakan buka warung, buka jendelanya, dan pasang papan yang besar bertuliskan : Warung Ini Tetep Buka.

Menurut saya, puasa itu kan bulan pelatihan. Bulan-bulan kita ditraining menjadi manusia yang lebih mutu. Betul begitu? Sama halnya dengan kalau kita dikasih PR sama Guru atau Dosen. Nggak akan ada manfaatnya kalau kita dikasih macam-macam bantuan mengerjakan PR. Ada phone friend, ask the audience, sama 50:50. Begitu pula dengan bulan puasa, kita dilatih menahan nafsu tapi kita seolah-olah diberi kode cheat, warung-warung ditutup. Justru dengan warung tetep buka, ujian kita menjadi agak lebih berat, dengan demikian pelatihan itu akan semakin ngefek buat kita. Ibarat main game, kalau monsternya susah, experience pointnya banyak juga, lebih cepet dah tu naik level, terus ganti job. Hmm...

Ini sekedar opini, jadi saya jangan di fentung. hehe.

Oia, saya cuma ngajak pembaca membahas urusan perut, makan dan minum. Untuk soal-soal lain yang tidak saya bahas, saya serahkan ke masing-masing pembaca

Saya rangkum ya, yuk, kita hormati orang yang tidak puasa. Biarlah warung-warung tetep buka, jangan dilarang-larang. Mereka juga butuh nafkah kan buat keluarganya? Mereka yang nggak puasa juga, kan butuh makan minum juga. Betul begitu kan?

Menghormati orang yang puasa itu udah mainstream. Menghormati yang tidak puasa, itu baru keren.

n.b.: aslinya mau pasang meme Good Guy Greg, tapi ada rokoknya, nggak asik. Saya ganti Good Guy Boss

Read more »