Rabu, 10 September 2014

Seperti Lupa Kalau Punya Tuhan

Faidza 'azamta, fatawakkal 'alallah.
Maka ketika kamu sudah ber'azzam (kurang lebih artinya membulatkan tekad), maka berserahdirilah pada Allah.

Bagus ya, artinya? Surat Ali Imran ayat 159.

Yah, saya belakangan ini galau, berat di kepala. Banyak hal yang harus dipikirkan sebagai mahasiswa tingkat akhir. Cita-cita yang disusun satu per satu ingin direalisasikan. Mulai yang paling dekat, lulus. Pasang target kuliah S1 cukup 7 semester, Januari sudah lulus. Pasang target lagi lanjut kuliah S2, entah di dalam atau di luar negeri. Target lain lagi, turun berat badan, dapet kerjaan jadi pengajar (baca: dosen), dapet pasangan, fufufufu. :3

Nggak mudah memang. Target-target yang saya pasang kok rasanya muluk, tinggi, dan sejujurnya sangat membebani pikiran. Saya takut, kalau-kalau target yang dipasang nggak tercapai. *sakitnya tuh disini*
Pingin, tapi kok sulit,
pingin tapi kok ada halangan ini dan itu.

Beberapa hari yang lalu saya baca tulisan teman, bagus isinya. Dan di akhir tulisannya dia mengutip ayat yang saya tulis diatas itu. Alhamdulillah, saya sedikit tersadar dari keadaan yang seolah lupa kalau punya Tuhan. Toh seberapapun kuatnya saya berusaha kalau tidak diiringi tawakkal yah, mana bisa.

Tugas saya bukan mengkhawatirkan masa depan, tapi mengerjakan sebaik mungkin apa yang didepan mata sekarang. Selanjutnya, terserah yang diatas. Karena pasti apa yang menjadi ketetapanNya, baik buat saya.

Buat agama saya, studi, karir, dan jodoh. :)

Read more »

Minggu, 07 September 2014

Ketika Matahari Tenggelam

Ketika matahari tenggelam, sekelompok orang bersedih. Mengira bahwa cahaya yang menerangi hidup mereka telah hilang selamanya. Primitif. Yah, mereka memang primitif, karena tidak mengetahui bahwa matahari sesungguhnya tidak tenggelam. Hanya berpindah ke sisi lain bumi, menerangi belahan bumi yang lainnya. Sekelompok orang ini lalu berteriak-teriak histeris. Ada yang marah, ada yang menangis, ada juga yang mengutuk dan melempar-lempar tombaknya ke langit. Mereka kira setan yang mencuri matahari mereka. Sampai kegelapan akhirnya benar-benar menyelimuti mereka.

Mereka akhirnya duduk, kelelahan dengan usaha-usaha mereka yang tidak mampu mengembalikan matahari untuk bertahta di langit, menerangi mereka lagi. Perlahan bintang-bintang mulai muncul dari kegelapan. Lalu bersamanya muncul bulan yang tak kalah indahnya. Orang-orang itu mulai tersenyum. Ini mungkin tak begitu terang, juga tidak menghangatkan seperti matahari. Tapi kita tidak silau melihatnya, cahayanya yang indah dan lembut menyenangkan untuk dipandang mata.

Akupun, pernah silau. Terbutakan oleh cahaya terang yang terpancar. Cahaya yang begitu diharapkan untuk menuntun di kegelapan. Cahaya yang diharapkan menemani sepanjang hari. Hingga lupa rasanya, lupa betapa nikmatnya meraba-raba di kegelapan.

Ketika cahaya yang diharapkan redup dan menghilang, jiwa yang malang ini menangis, marah. Mencoba menawar-nawar dengan Tuhan. Lihat, bagaimana mungkin hambaMu bisa berjalan di kegelapan.

Tapi tanganNya tak pernah salah dalam menuliskan.

Lihatlah di sekelilingmu, ratusan banyak anak panah yang meleset. Juga ribuan peluru yang tak mengenai walaupun ditembakkan tepat ke arahmu. Karena Dia tak pernah menuliskan agar kau terluka olehnya. Pun demikian, dengan cahaya yang menyilaukan. Indah dipandang tapi membutakan. Mungkin Dia menuliskan agar cahaya itu tak memandumu dalam gelap. Hanya sekedar lewat, hanya sekedar mampir.

Percayalah, pada tangan yang menuliskan dunia. Bahwa bulan dan bintang akan terbit dan menemani, setelah mataharimu tenggelam.

Aku percaya.

Read more »

Sabtu, 06 September 2014

Laporan Kejadian Barusan (What the....)

Sudah lumayan lama nggak nulis dimari. Yah sudahah, mari kita mulai lagi aktifitas menulis. Lama nggak nulis, sebenernya bingung. Ini yang mau saya tulis apa coba. Akhirnya diem dulu deh di depan layar, balesin Line, puter lagu, dsb cari ide. Hmmhmm...

(Pause 10 menit)

Yah, okelah.  Saya tulis laporan hal-hal yang terjadi belakangan ini. Jadi minggu-minggu ini saya sibuk ngurusin magang. Buat kelengkapan kelulusan. Huahahaha, mahasiswa tingkat akhir neeh. :^) Alhamdulillah, saya udah keterima magang di Disperindag Kota Malang, setelah puter-puter ke dinas-dinas. *lebay* wong dinasnya satu atap. Yah, rencana sih mau ke Disnaker, tapi katanya udah penuh. Terus ke Dinas yang lain penuh juga. Yang nggak penuh dan cocok yah sisa Disperindag ini. Mau ke Disbudpar kosong sih, tapi kurang cocok sama ekonomi. Disyukuri saja lah :)

Sebetulnya saya juga masih bingung, ini nanti di disperindag mau ngapain coba... Menurut proposal sih, tujuannya kesana mencari kesiapan kota Malang menghadapi ASEAN Economic Community. Tapi, nggak yakin kalo disana ntar tujuannya bakal tercapai. Haha. Yang mau dibuat skripsi juga bukan itu soalnya. Yah, yang penting besok dapet pengalaman kerja lah. Sebulan jadi orang kantoran.

Semoga sukses deh. Mulai tanggal 22 September s/d 31 Oktober saya jadi orang kantoran. Huhehehe.

BTW, lupakan judulnya yang absurd... (  .__.)

Read more »