Jumat, 28 September 2012

Menikmati Tantangan

Sudah cukup lama juga saya vakuum nih di dunia tulis-menulis, saya putuskan hari ini akan kembali sejenak duduk santai di muka laptop dan sekedar sharing-sharing pengalaman beberapa minggu ini.

Oke, sekarang sudah minggu ketiga di semester tiga. Harusnya sudah banyak perubahan yang terjadi, tapi saya sendiri kurang tahu kenapa, rasanya ada yang kacau dengan Start saya di semester tiga ini. Mengaca pada semster dua dan satu, rasanya Start di semester tiga ini buruk sekali. Jujur, saya gedandapan menghadapi tugas-tugas yang datang bak air hujan. Padahal baru minggu ketiga, masih ada sekian minggu lagi tersisa di semester ketiga ini.

Belum lagi tugas-tugas dari organisasi yang bisa dikatakan nggak gampang. Banyak kegiatan yang belum terlaksana, pendanaan yang macet, dan yang paling bikin merinding disko yaa, promosi tiba-tiba dari pak Kapel merubah saya dari staff jadi Kadiv transkoper, transportasi, akomodasi, perlengkapan. Oh man, banyak bingung dan sedikit mangkel serta kecewa pada keputusan itu. Sebetulnya nggak susah-susah amat kok jadi Kadiv, apalagi transkoper, saya dulu udah pengalaman jadi Kadiv Transkoper waktu idul adha. Yah, tapi kan idul adha acara skala lokal, nah ini acara nasional. Udah gitu ditunjuk waktu H-17 lagi. Et dah!!

Tapi ya sudahlah, toh amanah datang bukan untuk ditolak. Berarti ada kepercayaan dari teman-teman dan pak Kapel bahwa saya mampu. Bukan hal yang bagus untuk menyia-nyiakan kepercayaan yang udah didapat. Tapi nih terakhir dah buat saya jadi Kadiv Transkoper. Bosen cuy, dua kali jadi Kodiv di divisi yang sama. hemm. . . . Yah, paling nggak saya bersyukur nggak dipromosi jadi Kapel. hehe.

Ini tantangan buat saya. Tantangan untuk sekali lagi membuktikan bahwa saya mampu. Tantangan ini datang bukan untuk dihindari, tapi untuk dinikmati. Sesuai judul tuh, menikmati tantangan. Hehe.

Sebetulnya yang bikin males itu kalo harus berurusan dengan birokrasi. Harus ke kantor lah, ke PD lah, harus ini dan itu. Apalagi di per ruwet, walaupun sebetulnya nggak mesti, tapi udah jadi doktrin dalam diri saya kalau berurusan dengan birokrasi itu bikin rumit. Yah, itu harus dihapus sih sebetulnya. Makanya selama ini saya selalu menghindari tugas-tugas yang berkaitan dengan birokrasi. Minta tanda tangan, pinjam tempat, ini dan itu. Labih baik buat saya jadi konseptor, ke sponsor2. Nah, itu baru tugas yang nikmat. Semoga di penugasan-penugasan berikutnya saya bisa dapat tugas yang nikmat. hehehe.

Read more »

Kamis, 06 September 2012

Memupuk Harapan Baru

Waktunya pasang tampang serius. Jiwa-jiwa baru sudah mulai menapakkan kaki ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Amunisi baru bagi setiap geng yang mengharap tambahan kekuatan di awal tahun.

Wahai senior, yang sudah kadung 'mencicipi' santainya dunia kuliah, jangan keterusan dan tetap memasang tampang santai. Ingat! Ada tunas-tunas baru yang perlu kita bina bersama, walaupun sebenarnya kita juga belum lama-lama amat jadi mahasiswa. Tapi, adalah tugas seorang kakak untuk membina adiknya. Tidak peduli seorang kakak itu hanya beda satu tahun diatas adiknya. Jangan lupa juga, amanah akademis kita. Tujuan utama kita masuk dunia kuliah.
Buat para junior, freshman, jangan terlena dengan santainya dunia kuliah, tapi juga jangan terlalu tegang.
Ada tantangan menghadang di depan mata, dengan segala sesuatu yang baru dan nyaris 100% berbeda dengan dunia lama kita. SMA. Jangan harap bisa dengan mudahnya melewati pelajaran-pelajaran dan berkata . . . Fuck Yea!
Tapi, jangan juga dibawa stress, okeh? Terlalu serius juga kurang bagus buat kesehatan. Cari teman-teman yang bisa saling support, membawa ke arah yang lebih baik, yang bisa menghibur tanpa melenakan.
Jangan takut, jangan gentar, tetap berpegang teguh pada satu keyakinan, bahwa Allah selalu bersama hamba-Nya. Dia lebih dekat bahkan daripada  urat leher. Kapanpun godaan terasa menguat, terasa sulit diatasi, sempatkanlah waktu sejenak, tengadahkan tangan di hadapan-Nya, dan mohonlah kekuatan yang luar biasa untuk tetap di jalan kebenaran. Berbarislah dalam shaf dan kokohkan sebagaimana tembok bata yang rapi, maka akan kau temukan kekuatan ukhuwah yang mampu melindungi dari derasnya arus duniawi.

Akan kami nantikan partisipasimu wahai tunas-tunas harapan baru.

Read more »