Sabtu, 30 November 2013

Batas Dunia Nyata

Zaman yang semakin maju membawa perubahan sosial sedikit demi sedikit di masyarakat. Bayangkan, sepuluh tahun yang lalu, berita di belahan bumi lain mungkin bisa sampai di belahan bumi yang lainnya lagi dalam hitungan hari. mungkin 1-2 hari. Tidak terlalu lama. Mungkin bisa juga Sampai dalam hitungan jam, tapi itu hanya untuk kalangan tertentu saja, misalnya militer atau kepemerintahan. Tapi sekarang, dalam hitungan menit berita itu bisa sampai ke semua orang yang punya akses memadai ke internet. Menyeramkan? Iya! Saya berpikir ini adalah suatu hal yang menyeramkan. Tapi itulah teknologi.

Tapi, bukan itu yang mau saya angkat dalam tulisan ini. Yang akan saya angkat ke tulisan ini adalah Internetnya.

Dalam tulisan saya yang sebelumnya, Jejepangan, saya menuliskan bahwa Internet itu bisa menjadi pistol yang dipinjamkan ke anak-anak. Saya rasa itu benar, walaupun tidak selamanya demikian. Internet juga bisa membawa banyak manfaat. Misalkan kegiatan revolusi di Mesir yang 'dengar-dengar' dimulai dari sebuah page di jejaring Facebook. Saya sendiri tidak tahu kebenaran pasti dari info ini, mungkin dalam tulisan berikutnya akan saya ulas lebih lanjut. Contoh lain dari Indonesia, beberapa figur Internet yang cukup terkenal, diantaranya Bayu 'Skak' dan Toni 'Blank' Edi Suryanto. Lihat kan? Betapa Internet mampu mengubah seorang mahasiswa jadi figur terkenal, bahkan, (maaf) orang gila yang omongannya didengar seluruh orang. Bayangkan, andaikata dunia ini belum mengenal Internet. Mungkin Bayu 'Skak' hanya akan terkenal di kalangan kampusnya saja, Toni 'Blank' juga mungkin tidak ada yang mendengar, karena notabene dia kurang sehat akalnya. Bukan begitu?

Betapa jejaring sosial di Internet itu sudah jadi bagian dari hidup kita. Pagi, siang, sore, bahkan tengah malam sekalipun, anda akan menemukan setidaknya tujuh orang teman jejaring sosial anda yang sedang ONLINE.

Agaknya, Internet sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup kita. Saya tidak menyalahkan mereka yang sehari-hari waktunya habis di Internet. Cek jejaring sosial ini dan itu, main, nonton video, dan lain sebagainya. Mau bagaimana lagi? Internet sudah jadi bagian hidup kita. Kalau dulu muncul istilah bahwa Internet adalah Dunia Maya, saya rasa sekarang tidak layak lagi disebut demikian. Mengapa? Karena itu tadi, Internet sudah terintegrasi dengan kehidupan kita sehari-hari, sehingga akan menjadi kabur, yang mana Dunia Nyata yang mana Dunia Maya.

Permasalahan di kehidupan sehari-hari sering dibawa ke Dunia Maya. Permasalahan di Dunia Maya tak jarang diseret ke Dunia Nyata. Lihat game-game online sekarang, yang transaksinya bisa pakai uang beneran. Lihat bagaimana masalah-masalah kicauan twitter menjadi masalah nyata. Jadi, sebetulnya, mana batas antara Dunia Nyata dan Dunia Maya?

Saya rasa tidak ada.

gambar courtesy google. :D

Read more »

Selasa, 26 November 2013

Apa artinya menjadi manusia?

Apa artinya menjadi manusia?
Selama ribuan tahun kita berjalan di muka bumi ini.
Kita adalah salah satu ras dengan kecerdasan tertinggi.
Kita tundukkan alam, sumber dayanya ada di genggaman tangan.
Tak sebuah gunungpun mampu menghambat langkah kita
Laut tunduk di bawah kaki kita, dengan kapal-kapal yang kita layarkan menjelajah tubuhnya.
Tanah tak mampu menahan langkah kita. Berkeliaran di muka bumi dan menembus kulitnya
Sedalam apapun kita mampu.
Tak juga langit mampu menahan asa kita, terbang mengarungi awan, memetik bintang-bintang.
Memanen matahari.
Lihatlah kedua tanganmu, lalu katakan kepadaku! Apa yang tak bisa kau manipulasi dengannya?
Lihatlah kedua kakimu, lalu katakan kepadaku! Mana yang tak bisa kau jelajah dengannya?
Langit bukan batas kita, gunung bukan dinding kita.
Apalah artinya menjadi manusia?
Kita punya begitu banyak hal yang tak dimiliki ras lain.
Akal...
Apalah artinya menjadi manusia?
Hanya itu kurasa, pertanyaan yang tak bisa kujawab.
Pertanyaan yang datang dari dalam diriku
Tapi jawabannya tak ada dalam akalku.
Rahasia Tuhan.

Read more »

Rabu, 20 November 2013

Memetik Dandelion

Dandelion, di tengah padang kehidupan
menerobos celah-celah tanah yang keras
demi tetesan air hujan dan dunia yang luas
Tak kusangka, pemalas sepertiku bisa melihatmu
menentang angin yang ganas meniup
dan kaki-kaki yang menginjak
menutup,
cahaya mentari dan tetes hujan
yang lama kau idamkan
suatu hari nanti, aku berniat memetikmu
entah kenapa kau berhasil meyakinkanku
tapi bukan hari ini,
nanti, nanti, ketika pemalas ini berhasil berdiri
tak apa, bila nanti tiba waktunya
seorang yang lain memetikmu
terlebih dahulu
aku terpaksa rela

Read more »

Minggu, 17 November 2013

Brida

nah, ini kutipan dari novel yang sedang saya baca. Brida; karangan Paulo Coelho, rasanya cocok banget dah saya tulis di sini..

"Orang-orang memberikan bunga sebagai hadiah, karena bunga mengandung makna sejati Cinta. Siapapun yang berusaha menguasai bunga harus melihat keindahannya memudar. Tetapi jika kau hanya melihat bunga di padang, kau akan menyimpannya selamanya, sebab bunga itu adalah bagian dari malam dan senja dan aroma tanah lembap dan awan-awan di horison."

Brida menatap bunga itu. Sang Magus mengambil bunga itu darinya dan mengembalikannya ke dalam hutan. Mata Brida penuh tangis. Ia bangga akan pasangan jiwanya.

"Ini yang diajarkan hutan kepadaku. Bahwa kau tidak akan pernah menjadi milikku dan karena itulah aku tidak akan pernah kehilanganmu. Kau adalah harapanku pada momen kesepianku, kecemasanku pada momen keragu-raguanku, kepastianku pada momen keyakinan."
 

"Mengetahui pasangan jiwaku akan datang suatu hari nanti, aku membaktikan diriku untuk mempelajari Tradisi Matahari. Mengetahui bahwa kau nyata adalah satu alasanku untuk melanjutkan hidup."

Romantis bener dah... Bagi yang penasaran, cari sendiri bukunya yah :D

Read more »

Selasa, 05 November 2013

Jejepangan

Agak lama saya nggak nulis di blog, beberapa hari ini tergelitik untuk kembali nulis.  Nah, bahasanya nyantai aja yak, kita tinggalkan aturan tulisan yang baku sementara. :p

Sumber gambar yang ada di tulisan ini saya comot dari Google. :D sono cari sendiri

Internet; Pistol Yang Dipinjamkan Pada Anak-Anak
Belakangan, mungkin satu atau dua tahun ini, budaya pop berkembang. Gila-gilaan. Apalagi didukung akses internet yang rasanya nggak terbatas. Perorangan di rumah bisa pakai modem, smartphone, wifi di kampus/kantor, wah banyak lah pokoknya. Dulu, sekitar 7-8 tahun yang lalu, internet masih barang mewah. Aksesnya cuma bisa di warnet. Kalau ada yang punya modem di rumah, dijamin bakalan heboh pada masa itu. :v
 
Nah, dengan berkembangnya internet ini, orang-orang makin mudah membentuk komunitas. Salah satu yang saya angkat di sini yaitu komunitas pecinta anime-manga-jejepangan-dll. Yah, begitulah, entah apalah itu namanya, gampang banget sekarang nemu komunitas itu. Mulai dari sosmed, fanpage, website, apapun dah, pasti ada yang semacem itu. Saya sendiri gabung di beberapa komunitas, walaupun cuma di sosmednya aja. hehe. Ya mau gimana lagi, saya juga suka kok yang kaya begituan.


Awalnya, komunitas kayak gitu isinya mbahas yang simpel2 aja. Misalnya ngomongin tokoh di anime.
"Eh, tokoh ini keren yah..."
"Ini nah, lebih keren.."
"Iya tokoh ini begini dan begitu... bla...bla...bla..."
"Yang ini bapaknya si ini, dulu ketemu emaknya disini dan lain seterusnya..."
Awalnya, yang saya liat kayak gitu, lama-lama berkembang, mulai banyak para penikmat yang menganalisa anime.

Ada yang ngeluarin prediksi, ada yang ngeluarin ini dan itu. Kenapa tokoh ini suka gorengan, kenapa tokoh ini bawa jarum suntik. naah.... tambah bingung lah pokoknya  (>_< )

Lama-lama, terjadi yang buruk juga. Mulai dah fanwar... fan satu anime nyerang yang lain, fan satu produk nyerang yang lain. Yang inilah, itulah, banyak nah pokoknya..

Tambah lama, tambah parah... yang diserang orangnya, dikata-kata goblok lah, tolol lah, ini itu. banyak banget contohnya, sono cari sendiri. heheheh....

Nah, ini yang saya bilang pistol yang dipinjamkan ke anak-anak. Bahaya! Omongan yang keluar suka nggak terkontrol, apalagi di internet nggak tahu siapa aslinya siapa. nah lo.... tambah aman lagi tuh yang mau fanwar.. yang mau saling olok. betul begitu?

Anime Di Mata Saya
Sebetulnya, agak sempit kalo mengatakan "Anime Di Mata Saya" karena yang saya soroti-dan saya nikmati- nggak cuma Anime. Ada Dorama, Manga, Live Action, mainan, Cosplay, segala yang jejepangan tuh. Kan cukup populer di Indonesia. Saya nggak tahu nyebutnya apa, istilah-istilahnya apa. Jadi, untuk menggeneralisir, saya sebut saja Anime, toh pembaca tahu apa yang saya maksud kan? :D

Saya suka anime. Sederhana aja alasannya, Anime itu bagus, yang bikin pinter, kreatif. Saya sendiri belum tentu bisa buat yang kayak gitu. Udah banyak anime yang saya tonton. Yah, nggak banyak-banyak amat sih, tapi lumayan lah. Yang masih berbekas di ingatan saya ini nih...

1. Gundam Wing - Seed
Gundam wing sama gundam seed adalah salah dua dari beberapa anime gundam. nah, saya agak lupa sama gundam wing karena waktu tayang di Indonesia saya masih SD kali ya... Kalau Gundam Seed saya benar-benar ikuti dari awal sampai tamat. Baik yang Seed maupun Seed Destiny.

Saya, sebagai anak SMP pada waktu itu, bener-bener suka sama Gundam Seed. Ceritanya bagus. penokohannya bagus juga, keren-keren. Sulit lupa lah sampek sekarang. xD

2. Doraemon
Nah, kalo ini saya rasa nggak ada yang nggak tahu dah... Karangannya Fujiko Fujio ni legendaris banget kan? Dari jaman sebelum saya lahir, sampai saya udah brewok gini, masih tayang. Walaupun sekarang penulisnya udah meninggal (eh, iya nggak sih? :P kayaknya iya...)

Nah... sebetulnya, banyak produk anime yang saya suka, tapi yang paling mbekas ya cuma dua ini sih.

Selain produk anime, saya juga suka produk Jepang-jepangan lain, Manga lah, atau apa itu yang baunya jejepangan jujur saya suka. Ini nah misalnya, Vocaloid. Saya demeen banget. Sekarang Laptop udah didandanin ala Vocaloid, mulai dari Skin, terus dalemannya tema folder, kursor, dll dsb. Sebetulnya masih pengen beli dompet sama tas, tapi sayangnya produknya masih habis di olshop. doh....

 nih,, tampilannya beberapa avatar Vocaloid; Luka, Rin, Miku, Len. masih banyak lagi sih sebetulnya.
untuk yang rambutnya biru, saya agak fanatik sih. hehehe...
Lagu-lagu jepang nggak absen dari laptop dan mp3 saya. Yah, mau gimana lagi saya suka emang.

Nah, saya agak menyayangkan para penikmat produk-produk jejepangan yang hmm kalo boleh saya bilang terlalu serius menikmati produk-produk itu. Sampai fanwar segala lah, dan lain sebagainya.

Apa berarti saya nggak suka? Oh saya suka. Suka banget malah sama yang kayak begituan. Tapi ya, sebisa mungkin saya berusaha agar saya cuma sebatas suka, sebatas gandrung aja. Nggak masalah kok mau jadi fan berat, fanatik, dan lain sebagainya, saya juga fan berat beberapa produk baik yang saya ungkap diatas maupun yang nggak saya ungkap. Tapi ya, jangan keterlaluan sampai menimbulkan kebencian antar sesama penikmat. hehehe.

Nggak enak diliatnya, apa lagi yang sampai olok sana olok sini, perang komen, waduh... :v

Nah, kira-kira sekian dulu brainfart saya, semua yang saya tuangkan di sini saya kasih label nih di akhirnya. #IMHO... In My Humble Opinion.. :v

sampai berjumpa di artikel selanjutnya. :D

n.p.: judulnya saya bingung saya kasih apa, jadi keluarnya itu deh.

Read more »