Kamis, 29 Maret 2012

Makin Brutal Makin Intelektual

Ini kaum muda bergejolak. Rencana kenaikan harga bahan bakar minyak membuat para kaum 'Intelektual' tergerak. Robohkan tirani, bakar foto presiden, bakar ban bekas, hancurkan mobil dinas, dan segenap aksi anarkis akan kami lakukan. 

Isu damai hanya isapan jempol. Tidak ada yang semulus negeri dongeng. Itu hanya iming-iming canda dan tawa serta guyonan semata.

Inilah kami, para kaum intelektual, kaum terpelajar. Maka dari itu bukankah wajar jika kami bertindak kurang ajar? Bukankah lumrah bilamana kami berlaku bagai lebah-lebah yang marah.

Ini aksiku, mana aksimu. Yo ayo, kita gabung aksi yang lebih besar. Bila perlu istana negara dan gedung DPR kita bakar. Yo ayo, bajingan-bajingan kita hajar. Jangan berhenti bila mereka belum terkapar.

Wahai generasi muda penerus kami, adik-adikku SD-SMP-SMA, jangan ikuti langkah kami, kami ini hanya kaum intelektual. Jadi kaum terpelajar, suarakan aspirasi dengan benar dan jangan kurang ajar. 

Wahai generasi emas pembangun bangsa, adik-adikku SD-SMP-SMA, jangan turuti mau kami. Kami ini brutal. Makin brutal makin intelektual.

Sekian dongengku, untuk menghibur adik-adikku kaum terpelajar




dongeng ini dibuat atas keprihatinan penulis yang juga kaum intelektual, kaum terpelajar. namun sayang, kawan-kawanku di luar sana jadi liar, jadi brutal.

#nb: foto diambil random dari mbah Gugel tanpa maksud menyudutkan kaum intelektual manapun





Read more »

Medan Perang Baru

Kemarin, 28-03-2012 ada suatu pemandangan unik dan cukup mencengangkan di depan Matos. Ya, jika ada yang sempat lewat di sana di pagi harinya akan nampak disana beberapa orang tentara dengan seragam dan senjata lengkap sedang duduk manis berjaga-jaga. Beberapa orang ada di dalam tenda barak yang didirikan di RTH alias ruang terbuka hijau yang membagi jalan veteran menjadi dua. 

Sungguh pemandangan yang menarik, mengingat jarak barak militer dari Matos cukup jauh. Ada sekitar 3-4 kilometer. Barak militer ada di daerah Tugu, sementara Matos di jalan veteran. Penulis sebenarnya ingin bisa mewawancarai salah seorang militer yang sedang berjaga di situ, sayangnya karena kesibukan mendasak (baca: jemput dosen) maka penulis tidak jadi untuk mewawancarai anggota militer tersebut.

Bukan hanya itu, Penulis juga berkesempatan untuk membuntuti rombongan demonstran -yang entah dari ormas mana- pawai dari depan kampus UB menuju balai kota. Selama pawai itu para demonstran berteriak-teriak menyerukan tuntutannya. Suatu hal yang menggelitik di benak penulis adalah, para demonstran ini protes menolak kenaikan harga BBM, tapi malah berpawai ria dengan motor dan mobil -yang notabene- menghamburkan BBM.

Sayangnya penulis kemarin tidak membawa kamera digital ataupun handycam untuk merekam aksi para pemuda dan petugas bangsa ini. Jadi hanya laporan berupa tulisan ini yang bisa penulis sampaikan. Untuk video demonstrasi di balai kota kemarin ditunggu saja dan doakan agar penulis bisa mewawancarai salah satu demonstran maupun militer yang kemarin berjaga di depan Matos. 

Read more »

Minggu, 25 Maret 2012

Kembali On Line

Senang juga nih rasanya admin bisa kembali ber online ria setelah menyelesaikan beberapa kesibukan di organisasi. Sekedar update saja, admin belakangan ini diributkan dengan urusan SISMIC: School of Islamic Economy dan MC alias Managerial Course. Dua program ini programnya CIES, Center for Islamic Economy Studies FEB UB.

Acaranya seru bener. Banyak ilmu dan olahraga. Acaranya dari pagi sampai malam bertempat di BPPT Karangploso. Macem-macem dah pokoknya kegiatan yang dilakukan. Mulai dari materi keorganisasian, cara-cara bikin proposal yang 'ekstrim', jalan-jalan malam, bahkan sampai gulat dengan kawan se-departemen.

Sayangnya belum bisa update foto nih, untuk sementara mungkin itu dulu. Setelah dua minggu vakum dari perbloggeran rasanya senang sekali. :D

Read more »

Rabu, 14 Maret 2012

Aku dan Pandanganku Tentang Wahib

Pergolakan Pemikiran Islam: Catatan Harian Ahmad Wahib.

Buku ini buku yang menarik. Dari judulnya sudah dapat kita rasakan 'kegalauan' penulis mengenai suatu agama. Agama yang dianutnya dari lahir sampai menghembuskan nafas terakhir. Islam. Suatu agama yang baru, agama samawi yang paling muda bila dibandingkan dengan sepupu-sepupunya yaitu agama Yahudi, Nasrani, dan agama tauhid dari nabi-nabi sebelum Muhammad SAW.

Sebetulnya buku ini bukan murni karangan Wahib. Sebetulnya ini pun bukan buku seperti pada umumnya.Buku ini bukan memoar, bukan pula biografi, buku ini adalah catatan-catatan harian Wahib yang dibukukan oleh sahabatnya, Djohan Effendi.

Bicara Wahib berarti bicara pemuda. Bicara pemuda berarti revolusi dan reformasi. Setidaknya itulah yang saya tangkap dari dunia. Pemuda adalah motor bangsa. Pun demikian dengan Wahib, ia yang pada masanya masih muda, dan meninggal sebagai seorang pemuda, berusaha mencari jati diri dan melakukan pemberontakan terhadap dirinya sendiri. Itu yang saya tangkap dari catatan-catatan beliau. Pada masa penerbitan buku ini, banyak menuai pro dan kontra, karena isinya yang dianggap provokatif. Banyak tulisan beliau yang 'mengganggu' kalangan alim ulama' dan kalangan pemuka agama. 

Ah, rasanya tidak akan sama bila saya yang bercerita, maka lebih baik antum sekalian cari saja ya buku ini. Langsung saja baca dan mungkin suatu hari nanti kita bisa bertukar pikiran tentang Wahib, sang pemuda.

Pandanganku Tentang Wahib: Sosok yang Kukagumi dan Kubenci
Mulai dari sini bukan lagi resensi, tapi murni pemikiranku tentang Wahib. Aku sudah baca buku ini, atas saran seorang temanku yang juga sudah membaca buku ini. Dia bilang buku ini bagus, maka aku pun tertarik untuk membacanya.
Memang benar, buku ini bagus, buku ini mengajak berpikir, dan aku pun jadi sedikit mengenal siapa itu Wahib. Aku kagum padanya, jujur. Ia seorang yang berusaha menjadi mujaddid, seorang pembaru. Seorang yang pemberani dan tegas. Aku setuju dengan Ustadz Abdurahman Wahid yang mengatakan bahwa dia ini seperti tukang batu, yang menghantamkan palunya ke tembok untuk mengetahui apakah tembok itu sudah kuat atau belum. 

Demikian pula Wahib, ia menghantamkan pemikiran-pemikirannya ke tembok imannya untuk menguji apakah imannya itu goyah. Suatu perbuatan yang membuatku kagum, sekaligus benci.

Aku kagum padanya karena ia berusaha menjadi mujaddid, seorang yang memperbarui, ia juga seorang yang penuh semangat. Hal ini seperti dituliskan dalam catatannya yang berjudul Ilham

"Ilham itu harus dicari. Jangan ditunggu dia datang sendiri. Ilham itu harus dikejar, dipersa, diburu, dan dipeluk...dst."

Juga catatan Islamologi, dimana ia berpendapat bahwa islam hendaknya dikaji lebih dalam dan dibuatkan semecam pelajaran, sebutlah mata kuliah atau apalah, yang mempelajari islam lebih dalam, bukan sebagai agama tapi sebagai ilmu. Itu pun aku setuju, dan membuatku kagum padanya.

Tapi ada juga yang membuatku benci padanya. Mungkin bukan benci, tapi lebih ke 'tidak sependapat' padanya. Dalam suatu catatan yang berjudul Kalimat-Kalimat dalam Al Qur'an Berasal dari Siapa dan Qur'an dan Hadits Alat untuk Memahami Sejarah Muhammad.

Jika dia masih hidup dan aku sempat bertemu dengannya, mungkin ia sudah kupukul tepat di muka. Bagiku kedua artikel itu sungguh kurang ajar. Mempertanyakan dan meragukan eksistensi Allah dan kalam-Nya. Dia berpendapat bahwa Qur'an dan Hadits adalah alat untuk memahami sejarah Rasul. 
Padahal jelas bahwa Qur'an dan Hadits adalah pedoman hidup pegangan untuk kita agar tidak tersesat, bukan alat untuk memahami sirrah (sejarah) kehidupan Nabi. 

Pun demikian dengan redaksi Qur'an itu adalah murni kalamullah firman-firman Allah yang turun kepada Nabi melalui perantara Jibril ataupun langsung tanpa perantara. Ia malah berpendapat bahwa Qur'an itu dari kata-katanya dari Nabi sedangkan essensinya benar diturunkan dari Allah. Boleh kubilang lagi aku sangat tidak setuju dengannya.

Demikianlah pemikiranku tentang Wahib. Biarlah, apa yang sudah terjadi tak akan bisa dirubah, itulah Wahib, seorang pemuda yang berani, kendel, nekat, dan segala atribut yang melekat padanya. Toh aku tetap salut padanya karena keberaniannya itu.
Sekali lagi jika aku bertemu dengannya pertama akan kuberikan sebuah pukulan tanganku tepat di mukanya, lalu sebuah pelukan hangat untuknya, untuk seorang mujaddid.

Apabila ada dari pembaca yang kurang setuju denganku tidak apa-apa, toh aku juga pemuda. Sama seperti Wahib. Masih banyak kegalauan yang belum terjawab dalam kehidupanku. :D

Pengunjung yang baik selalu meninggalkan komentar.

Read more »

Minggu, 11 Maret 2012

Tips Diet ala Ade Rai

 Pada postingan ini saya tidak mengeluarkan banyak keringat, apalagi mikir. hehe. tapi lumayanlah, infonya sangat berguna, apalagi untuk orang yang gendut. (termasuk saya :D) sudahlah, tanpa banyak cakap lagi, silakan enjoy.

Tips sehat yang baik buat kesehatan tubuh, ingatan kita langsung tersambung dengan sosok Ade Ray. Makanan sehat yang baik maka kita bisa memperoleh tips-tips dari ahlinya. Berikut ini cara hidup sehat dengan latihan dan asupan gizi cara ade ray.

Tips Fat Loss

  1. Kurangi nasi hingga 50%, ganti dengan perbanyak konsumsi sayuran dan protein
  2. Stop asupan gorengan, gula pasir, dan makanan dari tepung
  3. Lakukan push-up total 30x (gunakan waktu selama yang diperlukan sesuai kemampuan), dan tutup dengan latihan cardio (aerobik) 30 menit.
  4. Urutkan makanan dari sayuran dan protein dulu. Kenyangkan dari sumber tersebut. Kalau sudah, barulah isi dengan karbohidrat kompleks secukupnya seperti nasi merah. Kalau sudah kenyang, karbohidrat kompleks tersebut bisa dilewatkan (tidak harus dikonsumsi pada meal tersebut)
  5. Pastikan penyajian yang sehat yang sesedikit mungkin melibatkan minyak goreng, santan, mentega, margarin, gula pasir, dan tepung terigu.
  6. Tentukan jam tidur dan jam bangun yang konsisten. Dengan tidur teratur, kita terhindar dari meal tambahan gara-gara bergadang. Kita juga jadi terhindar dari bangun pagi yang telat yang berpotensi menghalangi kita mengkonsumsi sarapan.

Bahan Makanan Yang Perlu Dibatasi

Mengkonsumsi bahan makanan berikut ini bukannya tidak boleh, tetapi lebih baik memang kalau dikonsumsi lebih sedikit daripada biasanya….terutama bagi kita yang ingin hidup lebih bugar dan mempercepat hasil untuk upaya penurunan yang telah dikerahkan.
  1. Minyak goreng.
    Minyak goreng mengandung 100% kalori lemak. 1 gr lemak mengandung 9 kalori, 225% lebih banyak kalori daripada karbohidrat maupun protein.
  2. Tepung.
    Tepung mengandung nilai gizi yang rendah tetapi memicu insulin (hormon penyimpan lemak) yang tinggi. Waspadai tepung karena tepung ada dalam berbagai bentuk: roti, biskuit, kue, kulit gorengan, minuman, mie, bihun, kwetiauw, dan lain-lain.
  3. Gula pasir.
    1 sendok gula pasir = 40 kalori, atau sama dengan jogging di treadmill selama 8 menit. Dalam teh manis, hutang 8 menit tersebut habis dalam 15 detik.
  4. Mentega / Margarin.
    Sama dengan minyak goreng, 100% kalorinya berasal dari lemak. Memiliki kandungan lemak jenuh (yang tidak baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah) yang tinggi.
  5. Santan
    Merupakan salah satu sumber minyak jenuh tertinggi dari semua sumber nabati. Dan menjadi bagian yang cukup besar dalam pola makan orang Indonesia. Cobalah resep kari, rendang, gulai tanpa santan….rasanya masih tetap bisa enak dengan profile kesehatan yang lebih maksimal.
Dengan mengetahui sifat makanan ini, diharapkan muncul pengetahuan akan mengapa kita perlu membatasinya. Bukan memusuhinya.
Semoga bermanfaat.

Tips Menaikkan Berat Badan

  1. Menaikkan berat badan yang sehat adalah menaikkan bobot murni tubuh yang terdiri dari AIR + TULANG + 0T0T. Bukan menaikkan berat badan dengan menumpuk lemak hingga jadi gemuk.
  2. Bobot air berfluktuasi seiring asupan dan pembuangan air tubuh. Fluktuasinya pun tidak signifikan dan dalam waktu singkat.
  3. Bobot tulang cenderung statis. Peningkatan / penurunannya tidak signifikan dan terjadi dalam waktu yang relatif lama.
  4. Bobot otot bisa ditingkatkan secara berkala. Peningkatan / penurunannya bisa terlihat signifikan dalam waktu relatif singkat.
Untuk menaikkan berat badan melalui peningkatan bobot otot adalah yang terbaik, caranya adalah:
  1. Berlatih dengan beban
  2. Lakukan pemanasan yang cukup, agar set inti bisa menggunakan beban terberat yang bisa kita lakukan 6-12 repetisi maksimum
  3. Cukupi kebutuhan protein, karbohidrat, serat, dan lemak esensial dari makanan alamiah
  4. Makan dalam porsi yang sedang, tetapi sering…yang artinya tepat waktu
  5. Jaga kualitas dan kuantitas tidur/istirahat agar tetap optimal
  6. Apabila merokok, hentikan

Rahasia Diet

“Diet bukanlah mengurangi makan, tetapi mengatur pola makan.” Inilah yang sering saya sampaikan dalam berbagai seminar.
Reaksi terkejut dari yang hadir mengisyaratkan bahwa masih banyak yang berpendapat keliru bahwa diet itu artinya mengurangi makan. Saya sangat memaklumi masih banyak yang memegang teguh pada pendapat yang keliru ini, karena sebenarnya ia timbul dari suatu pola pemikiran yang logis: kalau gemuk terjadi akibat banyak makan, maka untuk kurus harus melakukan sebaliknya.
Tetapi logika ini tidak sepenuhnya sejalan dengan sains. Karena jika logika tersebut benar, sudah banyak orang yang sukses menurunkan kadar lemaknya dengan cara tersebut. Sains bahkan mengkonfirmasikan bahwa pendekatan mengurangi makan untuk menurunkan berat badan adalah cara yang tidak sehat (berbahaya), tidak mungkin bertahan lama, dan akan mengakibatkan kegemukan yang lebih lagi apabila berhenti.
“Salah satu rahasia besar diet adalah adanya makanan yang memiliki volume dan gizi tinggi namun berkalori rendah. Jenis makanan inilah yang akan membawa pada diet yang sukses, sehat, dan bisa dijalankan seumur hidup. – Ade Rai

Mindset Diet yang Benar

Untuk memiliki tubuh yang sehat, adalah MUTLAK untuk mengawalinya dengan PIKIRAN / MINDSET yang sehat. Adalah pikiran / mindset yang lemah apabila kita berpikir:
  • Saya mau langsing tapi tidak mau olahraga / diet.
  • Maunya dapat hasil yang cepat / instan saja, biar olahraganya enggak perlu lama-lama.
  • Waduh! Nawar deh…boleh enggak olahraga saja tapi enggak diet?
  • Hasilnya bisa berapa lama kelihatan? Soalnya saya enggak mau berkorban lama-lama.
Mindset seperti ini dijamin hanya akan menghasilkan kegagalan dalam setiap upaya hidup sehat yang kita jalani. Pada akhirnya semua kembali ke diri sendiri. Sudah ada komitmen untuk olahraga dan atur makan belum? Intinya, untuk sukses, selain kerja keras dan smart juga mutlak hapus yang namanya 3 permainan kegagalan: blame, complaint, justify:
BLAME
- Saya gemuk karena faktor keturunan dari orangtua.
- Teman saya sih, selalu ngajak makan di luar!
- Sayanya diledek terus kalau olahraga / pilih makan diet, katanya mau jadi ‘mbeeekkkk’.
- Istri / suami saya enggak kasih.
COMPLAINT
- Olahraga buat apa? Saya sudah capek kerja, masih dipaksa olahraga…
- Saya enggak ada waktu, saya sibuk sekali…begitu selesai kerja sudah lelah dan maunya pulang.
- Saya sudah lama tidak olahraga, nanti olahraga malah bikin badan saya sakit.
- Halah! Orang di pusat kebugaran kan badannya sudah bagus, nanti saya olahraga malah diketawain.
JUSTIFY:
- Maklumlah saya gemuk karena di depan rumah saya banyak rumah makan & tukang jual makanan yang enak-enak.
- Yaa…namanya sudah berkeluarga, ngapain olahraga dan diet? Punya badan bagus, mau buat apa?
- Ngapain langsing, orang harus bisa terima saya apa adanya dong! Gemuk begini, saya orangnya baik!
Kesehatan pada dasarnya adalah salah satu hal paling individu yang kita miliki. Saat sakit, orang lain suka mencibir melihat penderitaan kita, “Kok gitu saja enggak kuat?” Jawaban kita hampir selalu, “Kamu enggak tahu sih, rasa sakitnya seperti apa.”
Analogi di atas begitu jelas menggambarkan bahwa menderitanya sakit, nikmatnya sehat adalah diri kita sendiri yang merasakan. Dari analogi tersebut, kita bisa menarik berbagai sudut pandang menarik yang menjadi landasan mindset kesehatan yang lebih positif dan bijak.
  1. Bahwa kita sendirilah yang bertanggung jawab atas hasil yang terjadi pada tubuh kita. Tidak ada seoran gpun yang memaksa kita membeli makanan yang mengganggu kesehatan dan penampilan, tidak ada juga seorang pun yang menodongkan pistol ke kepala kita memaksa kita untuk tidak berolahraga.
  2. Bahwa tubuh kita adalah rumah untuk jiwa (spirit). Jiwa, adalah suatu entitas yang suci, murni, indah, dan surgawi. Kebiasaan memasukkan makanan, minuman, obat-obatan, dan produk yang memundurkan kondisi ‘rumah’ ini adalah bertentangan bagi jiwa. Jadi adalah lumrah apabila meskipun usia ‘rumah’ masih baru, tetapi jiwa tidak ingin lama-lama menempati ‘rumah’ yang kotor, beracun, dan usang tersebut.
  3. Bahwa kebiasaan-kebiasaan yang meningkatkan taraf kesehatan, yang membangun ‘rumah’ kokoh dan bertahan lama untuk jiwa ini TIDAK DAPAT DIWAKILKAN OLEH SIAPAPUN. Kita yang melakukan, kita yang dapatkan manfaatnya. Kita yang tidak melakukan, kita dan orang-orang yang kita kasihi yang terkena dampaknya.
  4. Bahwa kesehatan adalah salah satu prioritas terpenting dalam hidup, jauh di atas kekayaan, pendidikan, dan karier. Tanpanya, semua yang selama ini kita jadikan alasan untuk tidak berolahraga teratur, tidak makan teratur, tidak istirahat teratur … tidak akan ada artinya.
“Waktu muda, kita buang kesehatan kita demi harta. Pada akhirnya, bahkan sebelum kita tua, kita harus membuang semua harta, merampasnya dari orang-orang yang kita sayangi, untuk mendapatkan kembali kesehatan yang sudah jauh meninggalkan kita.”
“Waktu muda, kita jaga kesehatan kita agar bisa mengumpulkan harta. Pada akhirnya, kita bisa hidup panjang menikmati dan membagikan harta yang sudah terkumpul dengan orang yang kita kasihi.”
  1. Yakini bahwa kebiasaan berbeda yang baru PASTI membawa hasil yang berbeda yang baru.
    Apabila kebiasaan2 baru itu dirasakan sulit, itu karena kita memilih untuk fokus pada sulitnya kebiasaan tersebut. Arahkan fokus pada nikmatnya hasil yang diraih.
  2. Kebiasaan-kebiasaan sehat ini adalah untuk dijalankan seumur hidup.
    Nikmatilah setiap prosesnya. Yakinlah bahwa perubahan ini bukan pengorbanan, tetapi kemenangan. Justru dengan terus-menerus berkutat dalam perangkap kenikmatan nafsu makan dan menganggap perubahan sebagai pengorbanan-lah yang akan membawa kita ke pengorbanan terbesar, yaitu kualitas hidup yang buruk, kuantitas hidup yang lebih pendek, kematian yang lambat penuh penderitaan, dan duka bagi orang-orang yang kita kasihi.
  3. Just do it, NOW!
    Hilangkan pikiran-pikiran negatif seperti komplain, pembenaran, penudingan. Semua itu hanya akan membuat diri kita “menerima diri kita apa adanya” sehingga muncul alasan-alasan kuat mengapa kita tidak perlu melakukan perubahan ke hidup yang lebih sehat. Memikirkan hal-hal negatif dan pembuatan alasan-alasan tersebut dijamin lebih melelahkan daripada melakukan apa yang bisa dilakukan saat ini juga. Ada pepatah mengatakan, “The hardest part is usually thinking about it. Stop thinking and start doing!”
“Hanya melalui aksi, muncul kebiasaan. Hanya melalui kebiasaan, muncul kemahiran-keluarbiasaan-kedahsyatan.”
Lakukan 4 langkah berikut:
  1. Berhentilah dari merokok, tidur tidak teratur, konsumsi alkohol, dan atau narkoba
  2. Kurangi / batasi: minyak, gorengan, lemak, santan, gula pasir, tepung, nasi, kentang, mie, bihun, kwetiauw, ketan.
  3. Makanlah lebih banyak sayur dan protein, juga buah.
  4. Tata kembali hidup dengan PERSIAPAN. Success loves preparation.

credit: wisencare.blogspot.com

Read more »

Kamis, 08 Maret 2012

Baca, Baca, Baca! Tulis, Tulis, Tulis!

Baca dan tulis, dua buah kata yang menghiasi judul catatan kecil saya pada kali ini. Jika kita telisik bersama baca dan tulis adalah kegiatan manusia. Mungkin inilah yang membedakan manusia dengan hewan.

Manusia makan, hewan pun makan, manusia minum, hewan pun minum, manusia beristirahat, hewan pun demikian.
Manusia membaca dan menulis, tapi adakah di atas hamparan bumi Allah yang hijau ini hewan yang bisa baca tulis? Tentu tidak ada kecuali dalam dongeng si kancil yang pandai.

Jika saya bertanya, apa perintah yang pertama turun dari Allah? Sholat? Zakat? Puasa? Haji? Bukan! Perintah pertama yang turun adalah membaca. Baca! Bacalah.

اقرأ باسم ربك الذي خلق(1
خلق الإنسان من علق(2
اقرأ وربك الأكرم(3
الذي علم بالقلم(4
علم الإنسان ما لم يعلم(5
Al-Alaq: 1-5

perintah pertamanya apa? membaca bukan? karena memang, membaca dan menulis adalah bukti atas eksistensi kita sebagai manusia.

Kalau Pakdhe Rene Descartes bilang "Cogito Ergo Sum" ;  "Aku berpikir, maka aku ada."
Maka saya bilang "Aku membaca dan menulis, maka aku ada."

Karena sekedar berpikir itu bukan bukti bahwa kita ada, berpikir itu mudah, semua orang itu bisa berpikir. Tapi tidak semua orang bisa baca dan menulis.

Bagaimana orang bisa tahu bahwa kita berpikir kalau kita tidak menuangkannya ke dalam sebuah tulisan?

Sebuah info baru saja saya ketahui hari ini, berkaitan dengan baca tulis pula. Dari pembinaan Temilnas di sekertariat CIES pada siang hari, dimana saya mengetahui bahwa benda yang pertama kali dicipta oleh Allah SWT adalah pena. Saya lupa dalil ayatnya, tapi ketika saya browsing dalil hadistnya saya menemukan ini:

"Benda pertama yang diciptakan oleh Allah adalah pena.Allah berfirman,'Tulislah!' Pena menjawab,'Apa yang aku tulis?'Allah berfirman,'Tulislah takdir yang telah terjadi dan akan terjadi selamanya!'."(H.R.at-Tirmidziy dan dinyatakan shahih oleh al-Albaniy) sumber: muslimbusana.com


Jadi, ayo, kita lebih banyak baca dan menulis, karena itu adalah bukti keberadaan kita sebagai seorang manusia. :D

ini sekedar opini saya, kurang lebihnya mohon maaf, matur nuwun sudah membaca ini. hehehe.

Me Gusta Reading!

Read more »

Rabu, 07 Maret 2012

Pesan Abah: Sebuah Universitas Kehidupan

Sedikit cerita dariku, ini tentang seorang dosen yang luar biasa. Namanya Bapak Djamhuri Hasjim, tapi seringkali orang panggil beliau dengan sebutan 'kyai' 'mbah', atau 'abah'. Awal pertemuan dengan beliau ketika semester satu lalu. Beliau bisa dibilang cukup eksentrik, di usianya yang sudah menginjak 70an (mungkin, karena aku belum pernah tanya langsung) beliau masih segar bugar dan kuat mengajar.
Sehari-hari beliau ke kampus membawa tongkatnya. Tongkat aluminium dengan gagang plastik warna perak. Beliau bilang beberapa tahun yang lalu pernah jatuh dari sepeda motor, sehingga cedera pada kakinya dan belum sembuh sampai sekarang.

Cukup perkenalan mengenai beliau, apa yang penting sebetulnya pengajaran beliau. Pada semester 1 lalu beliau pegang mata kuliah PKn, alhamdulillah kini aku dipertemukan lagi dengan beliau di mata kuliah Ekonomi Koperasi.

Bagi mereka yang beru kenal, pengajaran beliau pasti dianggap nggak nyambung lah, kuno, kolot, dan sederet cap jelek lainnya. Memang benar, pengajaran beliau terkesan nggak nyambung. Istilah-istilah unik seperti AIDSTROMB, Camat Simatupang, dan sederet istilah lainnya. Tidak ada sangkut pautnya dengan mata kuliah yang beliau bawa.

Alhamdulillah, Allah memberiku kesempatan menjadi 'sopir pribadi' beliau, datang aku jemput, pulang aku antar. Justru ketika itulah ilmu-ilmu itu masuk semua, dari mana hidup ini, untuk apa hidup ini, bagaimana mengelola hidup, kemana setelah hidup. Ilmu-ilmu yang tidak akan aku dapatkan di kelas manapun, bahkan di universitas manapun di dunia ini. Suatu pelajaran kehidupan dari seorang dosen, bukan, beliau bukan dosen, beliau lebih dari itu, seorang ustadz, bahkan seorang kyai.

Boleh dibilang Allah membuka hatiku lewat tangan beliau. Seperti pesan beliau pada hari ini, Rabu 7 Maret 2012 di kelas "Seseorang yang hatinya tertutup pasti nggak mau denger kata saya, tapi Insya Allah yang hatinya terbuka bakal tetep mau ndengerin saya."

Sebuah pesan yang unik dan aneh, tapi benar memang, bagi mereka yang hatinya tertutup akan sulit menerima kebenaran, bahkan menolaknya. Maka hendaknya kita memohon agar kita senantiasa dibukakan hatinya oleh Allah.

"Wahai Dzat Yang Membolak-balikkan hati, balikkanlah hatiku agar senantiasa taat padaMu." ~Aamiin

Read more »

Selasa, 06 Maret 2012

Kita Tidak Sujud Di Tempat Yang Sama

Betapa kita sering sua, sering jumpa. Dalam setiap mimpi yang pernah kualami, pun dalam setiap canda yang kau lontarkan yang kau ceritakan. Bilamana mentari tenggelam pada hari kita jumpa, aku selalu menanti saat ia terbit lagi di hari baru pertemuan kita.

Tuhan itu satu, Tuhan itu sama, Tuhan itu Maha Satu, Maha Esa. Mana mungkin kita sembah Tuhan yang berbeda. Tuhanku, Tuhanmu, Tuhannya, Tuhan mereka, Tuhan kita, sama. Hanya lambang-lambang kita yang berbeda. Hanya ritual kita yang berbeda dan akal-akal yang diberikan Tuhan pada kita agar kita bisa memilih, jalan mana yang mau kita tempuh.

Dalam catatan kitab-kitab Tuhan yang diturunkan untuk kita berisi kisah-kisah yang bertautan. Satu sama lain, dari masa ke masa, dari nabi ke nabi. Ada benang merah yang menyatukan itu. Tinggal kita yang berpegang pada benang yang benar atau tidak. Tinggal kita yang beriman pada yang benar atau tidak.

Aku tunduk pada Tuhan kau pun tunduk pada Tuhan. Aku patuh pada Tuhan kau pun patuh pada Tuhan. Karena kepatuhan dan ketundukan ku Tuhan menyayangi ku. Dia pun menyayangimu karena kepatuhan dan ketundukanmu pada-Nya. Sayang beribu sayang, ketika kita tidak sujud dengan cara yang sama. Suatu hari nanti mungkin kau mau mempertimbangkan untuk ikut sujud kepada Tuhan dengan caraku, dengan cara kami.

Read more »

Sabtu, 03 Maret 2012

Resensi: Anansi Boys

Satu lagi buku novel yang ane resensi. Kali ini yang jadi pilihan adalah Anansi Boys karya Neil Gaiman. Novel ini sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia pada tahun 2007. Novel ini terbit di negeri asalnya, negerinya Om Sam alias Amerika pada tahun 2005. Buku ini merupakan spin-off alias cerita sampingan dari novel sebelumnya yang mendahului yaitu American Gods.

Diceritakan dalam buku ini adalah kehidupan seorang akuntan yang bernama Charles Nancy, namun ia lebih sering dipanggil Fat Charly. Dia bukan manusia biasa, karena sebetulnya dia adalah anak dari Anansi, dewa laba-laba dari mitologi Afrika. Fat Charly memiliki kehidupan yang monoton dan cenderung susah. Pekerjaannya di kantor yang merepotkan, bosnya, Tuan Grahame Coats yang menyebalkan, juga hubungannya dengan tunangannya Rossy yang boleh dibilang kurang berwarna.

Sampai pada suatu hari, seorang teman ayahnya memberitahukan kepadanya bahwa ia punya saudara kembar. Spider namanya. Tapi Fat Charlie tidak ingat bahwa dia punya saudara. Akhirnya pada suatu hari saudaranya itu benar-benar datang di apartemen Fat Charlie dan membuat segala sesuatu menjadi semakin buruk. Perlahan Spider mulai mengambil alih kehidupan Fat Charlie, mulai dari pekerjaan hingga tunangannya. Akhirnya Fat Charlie memutuskan bahwa dengan cara apapun saudaranya, Spider, harus disingkirkan. Berhasilkah Fat Charlie menyingkirkan saudara kembarnya sendiri?

Neil Gaiman pantas mendapat pujian atas novel ini. Novel ini sungguh berbeda dari novel-novel yang lain. Dalam novel ini ia mampu menghadirkan suasana magis, mistis, dan romantis kehidupan dewa-dewa dan makhluk setengah dewa melalui sudut pandang modern. Buku ini menarik untuk dibaca, jadi tunggu apalagi?
  • Judul           : Anansi Boys
  • Penerbit      : PT Gramedia Pustaka Utama
  • Pengarang : Neil Gaiman
  • Halaman    : 428
  • ISBN           : 978-979-22-3024-6

Read more »

Karena Indonesia Lebih Asyik Tanpa JIL!

video 

 http://www.youtube.com/watch?v=lMbeTlMyNYk

Video yang ane post diatas ini, mungkin udah banyak yang nonton, banyak juga reaksi yang muncul, ada yang pro, ada yang kontra. Ane pribadi termasuk yang pro sama gerakan ini #IndonesiaTanpaJIL 

bagi kawan-kawan pembaca yang lain, boleh kok berpendapat masing-masing, monggo, post di comment ya.

jika videonya jelek, harap maklum, keterbatasan kapasitas komputer ane yang menyebabkan demikian. please enjoy. :D

Read more »

Kamis, 01 Maret 2012

Resensi: Martir Tuhan


Belajar itu membosankan, apalagi sejarah. Betul?

Ini pendapat yang lumrah di kalangan pelajar dan mahasiswa, maklumlah kita yang biasanya berpikiran futuristis, jauh ke masa depan tiba-tiba diminta menengok ke belakang untuk mempelajari sisa-sisa kejadian di masa lalu, berat bukan? Apalagi sejarah dunia.

Perang salib adalah satu sejarah dunia yang fenomenal. Perang ini berjalan lebih dari sembilan periode, yang mana setiap periodenya diwarnai kisah yang heroik, tragis, romantis dan tentunya fantastis. Perang ini lebih hebat daripada Perang Dunia 1 dan 2. Tentu saja, karena dalam perang salib ini hadir dua kekuatan terbesar yang pernah ada di dunia, yaitu kekuatan Islam melawan kekuatan Nasrani.

Novel ini membawa kita ke Eropa pada permulaan tahun 1100-an, dimana Paus Urbanus II mengeluarkan maklumat pada Konsili Clermont untuk mengangkat senjata, memerangi muslimin dan merebut kembali kota Jerusalem, kota suci tiga agama. Kontan saja para kesatria Nasrani yang terlibat konflik langsung berhenti dan menyamakan visi mereka, merebut kembali kota suci dan menyingkirkan kuku-kuku sultan dan khalifah muslimin dari kota itu. Itu adalah tugas suci bagi setiap jiwa yang mengaku seorang Nasrani. Tua, muda, kaya miskin, kesatria, budak, pendeta, semuanya turut serta dalam perang suci membela agama Tuhan.

Demikian pula kekhalifan Utsmani atau yang biasa disebut Ottoman, mereka pun berusaha mati-matian mempertahankan kepemilikan atas atnah Yerusalem. Namun sayang, belum kokohya ikatan diantara Muslimin pada masa itu menyebabkan Yerusalem lepas dari genggaman. Gempuran dari umat Nasrani yang sangat dahsyat membuat banyak korban berjatuhan.

Akhirnya harapan muncul dari Baghdad. Seorang atabeg bernama Imaduddin Zangi mencoba menyatukan kembali semangat Jihad muslimin yang sudah hancur, perlahan namun pasti daerah-daerah yang sudah dikuasai umat Nasrani dapat diambil kembali, diantaranya Edessa, Antiokh, dan kota-kota lain di sekitar Yerusalem.

Banyak nama-nama besar yang muncul dalam novel epik ini, diantaranya Godfrey, Imaduddin Zangi, Kaisar Alexius, Baldwin, dan lain sebagainya. Penulis novel ini, Muhammad B. Anggoro sangat hebat dalam menyajikan sudut pandang baik dari umat Nasrani maupun Muslimin. Pembaca dijamin akan mampu merasakan ketegangan, kehebatan, kesedihan maupun semangat juang para martir dan syuhada. Novel ini merupakan salah satu buku yang baik untuk dibaca, karena dengan membaca tanpa sadar kita juga belajar sejarah. Dua kata terakhir untuk novel ini: Sungguh Epik


  • Judul : Martir Tuhan
  • Pengarang : Muhammad B. Anggoro
  • Penerbit : DIVA Press
  • Halaman : 376
  • ISBN : 979-963-710-4

Read more »

Kenangan

Sudah beberapa jam aku duduk di sini, di kursi nomor 24, kafe di sebelah perpustakaan. Aku ingat pertama kita jumpa dahulu, aku duduk di sini sendiri pada hari aku di pecat empat tahun lalu, mencoba mengingat dendam-dendam ku pada bos.

Semua bukan salah ku! Oke, memang beberapa kasus itu ku akui salah ku, tapi apakah rekanku yang lain tidak bersalah? Memangnya mereka malaikat yang selalu suci dari dosa? Kalau ingin menyingkirkan ku kenapa dulu bos terima ketika aku mengemis pekerjaan?

Lalu kau datang. Membawa nampan berisi secangkir kopi dan roti isi selai coklat.

"Ini gratis, aku yang traktir." Katamu, "tunggulah, shiftku sebentar lagi selesai."

Perjumpaan yang indah, tak kusangka Tuhan mengirimkan bahagia lewat tangan-tanganmu. Ya, memang hanya secangkir kopi dan sepotong roti, tapi itu sudah cukup untukku, mengetahui ada yang masih peduli padaku walau kita belum saling kenal.

Kulirik jam yang melingkar di tanganku, pemberian kakekku 15 tahun yang lalu, warisan keluarga katanya. Jam ini turun temurun melingkar di tangan ayah dan kakekku dan kakekknya lagi, entah sudah berapa generasi jam ini berpindah, tapi masih indah. Jarumnya menunjukkan pukul 22.35, tiga puluh menit lagi kafe akan tutup, tapi kau belum datang juga, apa kau lupa dengan janji kita?

Bukankah hari ini hari jadi kita? Hari yang sama ketika aku dipecat, namun hari yang sama pula di mana kita mengikat janji, tiga tahun yang lalu. Kekasihku, benarkah kau sudah lupa? Atau kau sedang bersembunyi di balik pintu masuk? Menunggu aku menyerah dan keluar, lalu kau menyambut ku dengan kecupan manis.

Di seberang meja kulihat Tuan Alfred, bosmu, membersihkan meja. Kulihat jamku lagi, 10 menit lagi kafe tutup. Aku mulai menyerah, mungkin kau sudah lupa dengan hari ini, mungkin kau punya kekasih baru, mungkin kau sudah tidak mau lagi denganku.

Kuseruput sisa kopi manis di cangkirku, rasanya berbeda dengan buatanmu, juga buatanku sendiri. Ini buatan Bertha. Kulirik lagi jam tanganku, 5 menit lagi kafe tutup. Aku bertekad akan tetap menunggumu di sini, sampai Tuan Alfred mengusirku seperti yang pernah terjadi satu bulan lalu. Ia marah-marah dan melempariku dengan apa pun yang dapat diraih tangannya, piring, cangkir, botol-botol kosong. Aku terpaksa lari.

Perlahan Tuan Alfred mendekat, aku bersiap untuk menepis apapun yang dilemparnya.

"Percuma Tuan, aku akan menunggu Maria di sini sampai ia datang." suaraku ku tegas-tegaskan agar ia takut

"Sudahlah Al, lupakan saja Maria, kau punya kehidupan, pulanglah."

Tanpa kuduga dia memegang pundakku dengan lembut, seperti seorang ayah yang menasihati anaknya agar menjadi seorang lelaki dewasa yang pemberani. Tanpa bentakan, maupun lemparan benda-benda seperti yang lalu.

Aku menyerah, aku bangkit perlahan dari kursi ku, lalu berjalan mengambil jaket yang ku gantungkan di sebelah pintu. Hari ini sungguh bersejarah bagiku, hari di mana aku mendapat kembali semangatku tiga tahun lalu, tapi hari ini juga aku kehilangan semangatku. Aku lupa bahwa hari ini dua tahun yang lalu, adalah hari aku kehilanganmu di suatu jalan yang dingin.

Read more »