Selasa, 06 Maret 2012

Kita Tidak Sujud Di Tempat Yang Sama

Betapa kita sering sua, sering jumpa. Dalam setiap mimpi yang pernah kualami, pun dalam setiap canda yang kau lontarkan yang kau ceritakan. Bilamana mentari tenggelam pada hari kita jumpa, aku selalu menanti saat ia terbit lagi di hari baru pertemuan kita.

Tuhan itu satu, Tuhan itu sama, Tuhan itu Maha Satu, Maha Esa. Mana mungkin kita sembah Tuhan yang berbeda. Tuhanku, Tuhanmu, Tuhannya, Tuhan mereka, Tuhan kita, sama. Hanya lambang-lambang kita yang berbeda. Hanya ritual kita yang berbeda dan akal-akal yang diberikan Tuhan pada kita agar kita bisa memilih, jalan mana yang mau kita tempuh.

Dalam catatan kitab-kitab Tuhan yang diturunkan untuk kita berisi kisah-kisah yang bertautan. Satu sama lain, dari masa ke masa, dari nabi ke nabi. Ada benang merah yang menyatukan itu. Tinggal kita yang berpegang pada benang yang benar atau tidak. Tinggal kita yang beriman pada yang benar atau tidak.

Aku tunduk pada Tuhan kau pun tunduk pada Tuhan. Aku patuh pada Tuhan kau pun patuh pada Tuhan. Karena kepatuhan dan ketundukan ku Tuhan menyayangi ku. Dia pun menyayangimu karena kepatuhan dan ketundukanmu pada-Nya. Sayang beribu sayang, ketika kita tidak sujud dengan cara yang sama. Suatu hari nanti mungkin kau mau mempertimbangkan untuk ikut sujud kepada Tuhan dengan caraku, dengan cara kami.

0 comments:

Posting Komentar

Powered By Blogger