Rabu, 27 Juni 2012

Maaf! Jihadku Belum Sampai

Maaf, saudaraku, belum bisa aku berkunjung ke tanahmu lalu menepis duka.
Di wajahmu, di wajah masyarakatmu.
Maaf, karena di sini di tanahku, setan masih senang berkunjung.
Aku pun berjuang di sini.
Hanya sedikit beda kita, kau menenteng senapan dan sepotong perisai tutup kaleng.
Juga granat-granat kecil batu kerikil.
Aku pen menenteng sesuatu dalam tanganku. Sepotong pena, penghapus, dan buku.
Belum serius pula aku dalam perjuanganku.
Maka maafkanlah, bukankah aku hanya akan menganggu, jika berangkat dengan setengah niat.
Saudaraku masih banyak yang lapar, bodoh, dan tersiksa.
Sayang, bukan karena mereka malas, bukan pula kurang gigih.
Tapi tangan-tangan yang memegang roda kemudi yang tiada punya peduli.
Begitu aku selesai dengan urusan di sini, tunggulah, tunggulah, aku akan ke sana.
Paling tidak doaku sudah sampai ke sana. Menemanimu.

Read more »

Minggu, 17 Juni 2012

Sweet Sweet Revenge: Damn True Story.

Kisah dimulai pada suatu hari beberapa bulan sebelum unas 2011. Seorang pria punya seorang sahabat, seorang wanita, yang sangat dekat bahkan kalau boleh dibilang kayak orang pacaran. Pada waktu itu, si pria *ehem* masih punya pacar, bukan si wanita itu, tapi seorang wanita yang lain, the special one.

Well, anyway, suatu hari tanpa disadari si pria terlalu nempel sama someone specialnya, hingga membuat sahabatnya, si wanita, kecewa karena nggak diperhatikan. Beberapa hari kemudian si pria coba bicarakan masalah itu. Untung deh, sahabatnya mengerti dan memberi maaf, walaupun lewat obrolan yang alot, thank God...

Dikarenakan ujian menjelang maka si pria dan the special one memutuskan mengambil jeda menanti unas. Somehow he know , this break is forever.. Jelas, si pria galau, tapi ya mau gimana lagi.

Anyhow, satu-dua bulan jelang pertempuran hidup mati, si wanita, sahabat si pria, jadian dengan seseorang yang lain di dalam kelas mereka. Somehow, si pria tahu, this is payback time. Si wanita mulai pindah duduk dengan kekasih, meninggalkan si pria dengan dua orang sahabatnya yang lain. Si pria awalnya tidak peduli, toh dia juga sudah ijin sama gue mau nemenin pacarnya, kata si pria dalam hati.

Hari-hari berlalu, ternyata si pria makin galau, benar-benar payback time. Si wanita jadi jarang memperhatikan si pria dan lain sebagainya. Untung si pria masih disibukkan game, tapi ternyata masih galau juga. . -__- repoot. . .

Itulah yang harus diterima oleh si pria. Si pria menyesal dalam hatinya, kenapa dulu mencampakkan sahabatnya. Tapi dalam hati dia marah juga, kan cuma satu hari, padahal si wanita membalasnya berbulan-bulan. duh...

Puncaknya, beberapa hari menjelang pertempuran hidup mati. Hari jumat tepatnya setelah bermaaf-maafan pada guru di SMA, lima orang memutuskan pergi ke tempat sekolah dasar mereka, meminta doa restu bapak ibu guru yang dulu.

Lima orang itu, si pria, si wanita, seorang sahabat si pria yang merupakan pacar si wanita, seorang pria lain sahabat si pria, dan seorang wanita pacar si pria yang lain. sebetulnya, hanya para prialah yang benar-benar meminta restu, sedangkan wanita-wanitanya hanya ikut menemani saja. Setelah meminta doa restu, mereka makan di suatu rumah makan. Bayangkan, si pria yang sendiri harus berbagi dengan dua pasangan yang sedang berbagi kemesraan. Bagaimana sepinya si pria itu. Makanan yang enak pun hanya terasa di lidah, tidak menenangkan di jiwa.

Akhirnya masa sekolah pun usai, seorang pria dan dua pasangan kekasih yang berbagi meja itu berpisah mencari jalan masing-masing. dua pasangan itu kini sudah berpisah, masing-masing sudah punya pasangan lagi yang lain. Sayang, perpisahan fisik diiringi pula dengan perpisahan jiwa.

Si pria tetap memilih sendirian, dan mendoakan agar sahabatnya bisa terus berbahagia walaupun mungkin kini sudah berubah.

 Si pria tetap menjalin hubungan baik dengannya, walaupun hanya sekali-sekali. Dengan yang lainnya? Sama saja, itulah dunia baru kita.

For the man, the main character, now everything went better than expected


Read more »

Selasa, 12 Juni 2012

Say No To 'Sungkan'

Walaupun saya orang JAWA ASLI... Sempat terbersit di pikiran saya, ada apa dengan orang jawa? Mengapa mereka selalu dan selalu sungkan. Ini sungkan, itu sungkan, apapun sungkan.

Semisal ketika kita sedang bertamu di rumah orang, kemudian kita ditawari makan. 

Tuan rumah: ayo tamu, makan dulu. (senyum 2-2-7 ala pak harto)
Tamu: oh iya, tuan rumah, terima kasih, saya sudah makan (senyum ambigu) 
Tamu: (kesempatan makan nih, tapi sungkan, ntar dikira rakus) #nahanlapar

Anda kira sungkan itu hanya ada ketika menjadi tamu? Ooo tidak, menjadi tuan rumah pun banyak sungkannya. Misalnya kalau nggak nawarin makan, sang tuan rumah sungkan, nanti dikira pelit, akhirnya ditawari jugalah makan walaupun sebetulnya di meja makan belum tentu ada makanan.

----------------------------------------------------STOP------------------------------------------------------------

saya stop dulu karena dari sini pasti udah mulai kontroversi ini

*ini gimana sih penulis, ngaku Jawa kok nggak ngerti sungkan, nggak ngerti sopan santun!!*
(ujar seorang pembaca dalam hati)

*setuju! pasti nggak pernah ngerti toto kromo!*
(ujar seorang pembaca lain dalam hati)

weits, tunggu dulu, saya punya pembelaan. . . . . 

Bagi saya, sopan dan sungkan itu dua konteks yang bagaikan bumi langit. Sopan, artinya kita bisa berlaku tepat waktu dan tepat tempat, alias disiplin. Sopan bukan berarti harus lemah lembut, alon-alon, thimak-thimik, lemah gemulai, karena sopan itu bukan menari Srimpi. 

Okelah, mungkin dengan orang yang lebih tua (dalam hal umur, pangkat, ilmu, dll.) ada baiknya kita merendahkan suara, menjaga intonasi, tapi tetap tidak klemar-klemer dan tidak lelet, apalagi lelet yang dibuat-dibuat. Tapi bagaimana dengan teman sepergaulan, kondisi di jalan raya, masihkah kita perlu sikap seperti seorang penari kraton? Tentu Tidak.

Itu sopan menurut definisi saya.. sekarang lanjut ke sungkan..

Sungkan itu berarti membohongi diri sendiri, menipu keadaan agar terlihat sempurna, walaupun aslinya tidak. Contoh seperti orang yang diatas, yang nawari makanan tuh ketika ada tamu, atau tamu yang nggak mau makan ketika disuguhi.


------------------------------------------STOP----------------------------------------------------------------

Saya STOP lagi karena kontroversi pasti semakin menggila.

*Wah! ente kafir jangan-jangan, nggak mau ngikutin Rasul, padahal Rasul kalau ada tamu pasti disuguhin sesuatu untuk dimakan/diminum tamunya.*
(teriak seorang pembaca)

*Betul itu, udah jangan nerusin baca ini! Artikel sampah!!*
(teriak seorang pembaca yang lain)

hei, saya masih punya pembelaan lho. Lain dengan Rasulullah SAW, beliau menyediakan makanan untuk tamunya untuk menyenangkan tamunya, sedangkan kita? menyediakan makanan agar tidak dibilang pelit, apalagi bagi seorang pejabat, pengusaha kaya juga.

tamu yang menolak makan tadi juga, bukankah itu berbohong pada diri sendiri, menyiksa diri sendiri? sudah jelas lapar, masih sungkan. makan tu sungkan sampai kenyang. bukankah berbohong itu dilarang dalam Islam?

Oke, berbohong itu boleh dalam Islam, tapi tentunya bukan dalam hal seperti tersebut diatas. oke?

----------------------------------------------STOP--------------------------------------------------------------

sampai di sini dulu artikel saya. terima kasih.

n.b. jika anda membaca sampai sini, berarti anda sependapat dengan saya, karena jika tidak mungkin anda sudah pergi di tanda STOP pertama atau kedua. :D

with love from Malang.

"Saya orang yang punya malu dan jelas tahu sopan santun, tapi saya belajar untuk menghapus rasa sungkan dalam diri saya" 


Read more »

Senin, 04 Juni 2012

Film Pun Bisa Mengajarkan Suatu Kebaikan

Yah, satu lagi tulisan dari saya, kali ini santai sejenak lah ya, biar nggak berat-berat. Kali ini saya mau ngebahas tentang super heroes, jadi sit back and enjoy. :D

Ceritanya, siang ini saya mengerjakan tugas yang cukup berat, yang dead linenya jatuh esok hari. Yah ini kesalahan saya sih, suka menunda-nunda pekerjaan. Anyway, tugas saya itu berhasil saya kerjakan, lalu saya memutuskan untuk istirahat sebentar dan menonton kisah superheroes dari marvel, Thor sama Captain America. 
Overall filmnya bagus, dari segi cerita, maupun effect yang dihadirkan dalam film. 

Saya siap-siap nih untuk nonton The Avengers, walaupun itu film sudah keluar satu bulan yang lalu, tapi saya belum berkesempatan melihat, lebih tepatnya saya belum mau lihat, karena saya belum tahu background story masing-masing super hero.

Dari film yang saya lihat itu ceritanya hampir sama. Keduanya mengisahkan tentang seorang pejuang yang gagah berani melindungi negaranya dari ancaman, dalam hal ini Asgard untuk Thor, dan tentunya Amerika untuk Captain America.

Di akhir film keduanya juga cukup menyedihkan, dimana Thor harus berhadapan dengan saudaranya sendiri Loki. Yah, walaupun si Thor akhirnya menang, tapi dia harus mengorbankan kesempatannya bertemu lagi dengan Jane, kekasihnya selama diasingkan di bumi. Bukan cuma itu, saudaranya, si Loki, menghilang di kegelapan angkasa Asgard, walaupun di akhir film menampakkan diri lagi di bumi. 

Sedangkan untuk Captain America, dia juga harus mengorbankan kesempatan untuk bertemu kekasihnya lagi, Agent Carter, yang lebih akrab dipanggil Peggy. Captain America, alias Steve Rogers, harus mendaratkan pesawat tempur Red Skull yang dipersiapkan untuk menghancurkan New York, sayangnya pendaratn itu kurang mulus, dan Steve Rogers terpaksa mendarat darurat di padang es, mungkin kutub selatan atau kutub utara. 

Untungnya dia tidak mati, cuma "tertidur" sampai puluhan tahun. Maklum dia kan manusia super, hehe. Ketika bangun dia menyadari ada sesuatu yang salah dengan dunia itu, dan ketika keluar, Voila, dia tetap di New York, tapi 70 tahun kemudian. 

Dari kedua film itu, paling tidak saya bisa mengambil pelajaran, bahwa menjadi seorang yang mempunyai kelebihan menuntut kita untuk mampu mendahulukan kepentingan orang lain diatas kepentingan kita sendiri, dan tentunya menggunakan kelebihan itu untuk kebaikan orang banyak, walaupun kita harus sedikit menelan pil pahit sebagai ganti kemaslahatan orang banyak.

Saya bersyukur sekali tidak punya kekuatan super seperti Thor maupun Captain America. Syukurlah saya cuma manusia biasa, sehingga pil pahit yang saya telan tidak sepahit yang mereka berdua telan. hehe. Coba bayangkan, andaikata pembaca jadi Captain America, tiba-tiba bangun di masa depan, mengetahui bahwa orang-orang yang kita sayangi, keluarga, kerabat, teman, sudah mati semua dan tinggal kita sendiri, dan cuma mampu mengingat-ingat mereka. 

Betapa sedih.

Yah, itulah sedikit tulisan dari saya, semoga bisa bermanfaat untuk pembaca sekalian. Jangan lupa untuk selalu mengambil pelajaran dari manapun, bahkan film yang kita jadikan hiburan menyimpan potensi untuk menjadi guru kita walaupun hanya sesaat. :D

Read more »

Sabtu, 02 Juni 2012

Menjilbabi Hati Dulu? Serius?

Kali ini akan saya bahas nih, mengenai jilbab. Artikel ini bisa dibilang sekuel (ceileh...) dari dua artikel terdahulu di blog ini yaitu Artikel 1 dan Artikel 2 yang mana isinya sama-sama tentang urgensi berkerudung/berjilbab buat cewek-cewek. Bagi yang belum baca 2 artikel saya di atas, ada baiknya mampir dulu ke sana.

Please enjoy  yang satu ini juga. :D

Berjilbab kan sudah jelas tuh, perintah dari Sang Boss, Allah SWT, yang menciptakan kita. Perintah-Nya itu ada di Al Qur'an, antara lain di surat Al-Ahzab. 

“Wahai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang-orang mukmin. Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih muda untuk di kenal karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah maha pengampun dan penyayang. (Al-Ahzab : 59). 

Ada pendapat yang beredar di masyarakat bahwa jilbab itu tradisi orang arab, jadi kita tidak perlu ikut-ikutan. Pendapat ini sedikit benar, memang di arab kan geografisnya gurun pasir dan sangat panas, anginnya juga sangat berdebu jadi baik laki-laki maupun perempuan semuanya memakai semacam tudung kepala untuk melindungi wajah dan rambut.

Namun, jilbab yang diperintahkan dalam ayat diatas bukan sekedar tradisi, melainkan sebuah perintah, hanya ladies yang wajib mengenakannya, gentleman mah nggak usah pakai jilbab. Kalau mau ya nggak apa-apa.

So, ladies jangan menunda ya pakai jilbabnya. Mau nunggu apa? Nunggu hidayah? Hidayah tidak akan kalau kita tidak berusaha mencarinya.

Ladies jangan juga berargumen 'Saya akan menjilbabi hati dulu', itu mah bullshit, alasan aja. Memang ada benarnya, bahwa setiap perbuatan itu dinilai dari niatnya, tapi niat tanpa perbuatan nyata apa artinya? 

Kalau ladies masih berpikiran begitu, mending sekalian aja, ladies nggak usah sholat, nggak usah zakat, nggak usah juga puasa, yang penting kan niatnya? Bukan begitu?

Tentu banyak dari ladies yang sekarang berpendapat, 'Loh, itu kan beda, masa perkara sholat, puasa, zakat, mau disamain sama perkara jilbab? Nggak bisa dong bro, itu kan perkara hati.'

Sama aja atu sist, jilbab itu juga perintah Allah, yang harus dilakukan bukan hanya niat. 

So, ane tunggu sista-sista berjilbab, bagi yang masih 'menjilbabi hati' segera deh realisasikan. Oke?

Read more »