Rabu, 29 Januari 2014

Sekedar Perhatian

Ikhlas. Tanpa pamrih.
"Itu seperti kau pergi membuang sampah,"
kata guruku suatu hari.
"Nak, pernahkah kau berharap sampahmu itu akan datang kembali padamu?"
Tentu... Tentu tidak guru.
"Nah, nak. Kau sudah belajar, kau sudah tahu. Terapkan dalam hidupmu."
Tapi... Guru, aku ini manusia. Tak bolehkah aku berharap sesuatu?
Aku berharap sedikit perhatian dari manusia.
"Nak, ingatkah kau pelajaran kita tempo hari?"
Ya, Guru, berharaplah hanya pada Tuhan yang satu.
Maaf Guru, manusia memang rakus,
tapi tak bolehkah sekedar meminta
sedikit perhatian untuk manusia yang ini.
Jari telunjukku berdiri
terarah ke hidungku, dengan jari tengah mendampingi.

0 comments:

Posting Komentar