Selasa, 29 Maret 2011

Tuhanku (Tidak) Maha Formal

Tuhan, formalkah Engkau? Hingga doa kami harus mengantri, seperti mereka yang mengantri amplop kosong dari pemerintah.

Tuhan, formalkah Engkau? Hingga doa kami tertahan birokrasi yang melelahkan, melalui malaikat-malaikatMu, layaknya yang terjadi di negeri ini, melalui tangan-tangan hitam.

Tuhan, formalkah Engkau? Seformal mereka yang membuat kami lelah di dalam labirin sesat kebijakan.

Tuhan, aku tahu, Engkau tidaklah seformal mereka, doa kami Kau dengar, Kau jawab, Kau kabulkan, mungkin bukan sekarang, atau mungkin nanti, tapi itu pasti.

Tuhan, lelah kami berjalan dalam ketidakpastian, lelah kami berjalan dalam ketiadaan. Kami nantikan tangan-Mu, mengangkat kami dalam lembutnya surga.

Dalam do'a kami meratap, mengharap suatu pengabulan atas kami.

Bukankah itu yang Kau janjikan dalam kitab suci, "Berdoalah, niscaya akan Kukabulkan."

0 comments:

Posting Komentar