Kamis, 23 Juli 2009

Al - Qur'an (Part III)


Tahukah antum? Nggak cuma Deddy Corbuzier aja yang bisa bikin prediksi masa depan, ada saingannya loh, bahkan lebih hebat. Dialah Al - Qur'an. Ya, berita di Al Qur'an tentang peristiwa masa depan ditemukan dalam ayat pertama Surat Ar Ruum, yang merujuk pada Kekaisaran Bizantium, wilayah timur Kekaisaran Romawi. Dalam ayat-ayat ini, disebutkan bahwa Kekaisaran Bizantium telah mengalami kekalahan besar, tetapi akan segera memperoleh kemenangan.

"Alif, Lam, Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang)." (Al Qur'an, 30:1-4)

Ayat-ayat ini diturunkan kira-kira pada tahun 620 Masehi, hampir tujuh tahun setelah kekalahan hebat Bizantium Kristen di tangan bangsa Persia, ketika Bizantium kehilangan Yerusalem. Kemudian diriwayatkan dalam ayat ini bahwa Bizantium dalam waktu dekat menang. Padahal, Bizantium waktu itu telah menderita kekalahan sedemikian hebat hingga nampaknya mustahil baginya untuk mempertahankan keberadaannya sekalipun, apalagi merebut kemenangan kembali. Tidak hanya bangsa Persia, tapi juga bangsa Avar, Slavia, dan Lombard menjadi ancaman serius bagi Kekaisaran Bizantium. Bangsa Avar telah datang hingga mencapai dinding batas Konstantinopel. Kaisar Bizantium, Heraklius, telah memerintahkan agar emas dan perak yang ada di dalam gereja dilebur dan dijadikan uang untuk membiayai pasukan perang. Banyak gubernur memberontak melawan Kaisar Heraklius dan dan Kekaisaran tersebut berada pada titik keruntuhan. Mesopotamia, Cilicia, Syria, Palestina, Mesir dan Armenia, yang semula dikuasai oleh Bizantium, diserbu oleh bangsa Persia. (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.)

Pendek kata, setiap orang menyangka Kekaisaran Bizantium akan runtuh. Tetapi tepat di saat seperti itu, ayat pertama Surat Ar Ruum diturunkan dan mengumumkan bahwa Bizantium akan mendapatkan kemenangan dalam beberapa+tahun lagi. Kemenangan ini tampak sedemikian mustahil sehingga kaum musyrikin Arab menjadikan ayat ini sebagai bahan cemoohan. Mereka berkeyakinan bahwa kemenangan yang diberitakan Al Qur'an takkan pernah menjadi kenyataan.

Sekitar tujuh tahun setelah diturunkannya ayat pertama Surat Ar Ruum tersebut, pada Desember 627 Masehi, perang penentu antara Kekaisaran Bizantium dan Persia terjadi di Nineveh. Dan kali ini, pasukan Bizantium secara mengejutkan mengalahkan pasukan Persia. Beberapa bulan kemudian, bangsa Persia harus membuat perjanjian dengan Bizantium, yang mewajibkan mereka untuk mengembalikan wilayah yang mereka ambil dari Bizantium. (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.)

Akhirnya, "kemenangan bangsa Romawi" yang diumumkan oleh Allah dalam Al Qur'an, secara ajaib menjadi kenyataan.

Keajaiban lain yang diungkapkan dalam ayat ini adalah pengumuman tentang fakta geografis yang tak dapat ditemukan oleh seorangpun di masa itu.

Dalam ayat ketiga Surat Ar Ruum, diberitakan bahwa Romawi telah dikalahkan di daerah paling rendah di bumi ini. Ungkapan "Adnal Ardli" dalam bahasa Arab, diartikan sebagai "tempat yang dekat" dalam banyak terjemahan. Namun ini bukanlah makna harfiah dari kalimat tersebut, tetapi lebih berupa penafsiran atasnya. Kata "Adna" dalam bahasa Arab diambil dari kata "Dani", yang berarti "rendah" dan "Ardl" yang berarti "bumi". Karena itu, ungkapan "Adnal Ardli" berarti "tempat paling rendah di bumi".

Yang paling menarik, tahap-tahap penting dalam peperangan antara Kekaisaran Bizantium dan Persia, ketika Bizantium dikalahkan dan kehilangan Jerusalem, benar-benar terjadi di titik paling rendah di bumi. Wilayah yang dimaksudkan ini adalah cekungan Laut Mati, yang terletak di titik pertemuan wilayah yang dimiliki oleh Syria, Palestina, dan Jordania. "Laut Mati", terletak 395 meter di bawah permukaan laut, adalah daerah paling rendah di bumi.

Ini berarti bahwa Bizantium dikalahkan di bagian paling rendah di bumi, persis seperti dikemukakan dalam ayat ini.

Hal paling menarik dalam fakta ini adalah bahwa ketinggian Laut Mati hanya mampu diukur dengan teknik pengukuran modern. Sebelumnya, mustahil bagi siapapun untuk mengetahui bahwasannya ini adalah wilayah terendah di permukaan bumi. Namun, dalam Al Qur'an, daerah ini dinyatakan sebagai titik paling rendah di atas bumi kira - kira lebih dari 1000 tahun sebelum ilmu pengetahuan modern "ditemukan". Demikianlah, ini memberikan bukti lagi bahwa Al Qur'an adalah wahyu Ilahi.


Read more »

Rabu, 01 April 2009

Matikan Lampu, Nyalakan Masa Depan ! ! !


Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada hari Sabtu, 28 Maret 2009, diadakan kampanye besar - besaran, eits . . . tunggu dulu, ini bukan kampanye caleg loh. . . Tapi ini kampanye memadamkan lampu dan peralatan elektronik yang tak terpakai, "Earth Hour".
Selama 1 jam mulai dari pukul 20.30 - 21.30 WIB, masyarakat diharapkan memadamkan peralatan elektronik yang tidak digunakan. Kampanye ini bertujuan untuk menghemat sekitar 300MW alias 300 MegaWatt, kapasitas yang cukup untuk menerangi ratusan desa yang belum "tersentuh" listrik. Acara ini sangat bermanfaat. Acara ini sedikit banyak bisa memberikan kita pelajaran dan pengalaman, bagaimana saudara - saudara kita yang desanya belum "tersentuh" listrik.Tapi bukan "tersentuh" seperti pada gambar iniblogger-emoticon.blogspot.com
Misalnya saja masyarakat di Banjarsari, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu selama puluhan tahun hidup tanpa aliran listrik dari pemerintah. Sebagian dari mereka ada yang menggunakan peembangkit listrik pribadi alias generator, dan sebagian dari mereka ada yang setia menggunakan obor, lilin, lampu tempel dan teman - temannya.
Melalui kampanye ini, kita diharapkan untuk menyadari terlebih lagi mensyukuri nikmat yang berupa listrik ini. Coba anda bayangkan seandainya nikmat berupa listrik ini dicabut, secara tidak langsung kita akan terputus dan susah berhubungan dengan dunia Internasional.
Maka dari itu, hendaknya kita sadar mulai dari sekarang, "Earth Hour" bisa kita lakukan kapan saja, tidak perlu menunggu 1 tahun sekali untuk menjalankan program ini. Setiap kali anda melihat alat elektronik yang menyala tapi tidak digunakan segera matikan.

Matikan Lampu, Nyalakan Masa Depan!!!

Read more »

Sabtu, 21 Maret 2009

Kita Umat yang Beruntung ! ! !

blogger-emoticon.blogspot.comCobalah sejenak anda pikirkan, kita adalah umat yang sangat beruntung di dunia ini. begitu banyak kenikmatan di dunia yang diberikan pada kita tapi tidak diberikan kepada umat sebelum kita. Beberapa contoh kenikmatan itu adalah sebagai berikut:

1. Kita hidup di akhir zaman ! ! !
Betapa beruntung kita sebagai umat terakhir di muka bumi ini. Kita diberi kesempatan hidup di akhir zaman dan menjadi umat Nabi Muhammad SAW. Bayangkan seandainya kita hidup di zaman Nabi Nuh as. betapa lamanya kita menunggu datangnya hari kiamat, hari dimana semua amal - amal kita dihisab. Padahal jarak antara zaman Nabi Nuh as. dan zaman akhir sangat jauh sekali, dan mungkin mencapai puluhan ribu tahun. Bayangkanlah apabila anda hidup di zaman Nabi Nuh as. kemudian anda tidak percaya kepada ajaran beliau dan anda meninggal sebelum sempat bertaubat, tentu siksa kubur yang akan anda dapatkan. Sanggupkah anda menerima siksa kubur berpuluh ribu tahun lamanya sambil menunggu hari akhir? Kemudian, atas syafaat Nabi Muhammad SAW, kitalah umat pertama yang akan dihisab di hari akkhir nanti.

2. Amalan kita tidak langsung dibalas di dunia ! ! !blogger-emoticon.blogspot.com
Pada zaman Nabi Nuh as. terjadi peristiwa banjir yang sangat hebat. Di kitab suci agama samawi manapun hal ini diceritakan. Hal tersebut terjadi karena masyarakat pada masa itu bertingkah laku buruk sekali. Mereka suka mencela dan mencaci maki Nabi Nuh as, dan banjir itulah yang menjadi hukuman untuk kaum tersebut. Hukuman mereka langsung ditimpakan tanpa menunggu datangnya hari kiamat. Sementara kita, padahal sudah banyak tingkah laku buruk yang kita lakukan dan lebih parah daripada yang dilakukan umat Nabu Nuh as. Misalnya saja membunuh, merampok dan lain sebagainya, tapi kita tidak langsung diazab di dunia, kita masih menunggu hari akhir, jadi masih ada kesempatan untuk kita bertaubat sampai datangnya ajal kita. Bayangkan apabila azab kita langsung ditimpakan saat kita melakukan dosa, betapa berat hidup kita, penuh dengan azab setiap hari.

3. Kita adalah umat Nabi Muhammad SAW ! ! !
ALLAHU AKBAR! ! ! Kita adalah umat Nabi Muhammad SAW, beliau adalah orang yang paling mulia, memiliki derajat yang paling tinggi di sisi Allah SWT, beliau adalah kekasih Allah, orang yang sangat dikasihi oleh Allah. Tidak hanya itu, beliau juga sangat sayang dan sangat peduli kepada ummatnya, ketika beliau mendapatkan nikmat tertinggi -bertemu dengan Allah SWT pada saat Isra' Mi'raj- beliau ingat kepada kita, ummatnya, dan beliau mendoakan kita semua umatnya yang beriman. Ketika beliau menjalani sakitnya sakaratul maut, beliau meminta agar semua kesakitan seperti itu ditimpakan kepadanya, agar kita umatnya tidak merasakan yang seperti itu. Betapa beasar pengorbanan Nabi Muhammad SAW kepada ummatnya. Semoga kita nanti mendapat syafaatnya di akhirat . . . Amin

Read more »

Rabu, 18 Maret 2009

Al - Qur'an (Part II)

ot
Rahasia Besi
Besi adalah salah satu unsur yang dinyatakan secara jelas dalam Al Qur'an. Dalam Surat Al Hadiid, yang berarti "besi", kita diberitahu sebagai berikut:

"…Dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia ...." (Al Qur'an, Al - Hadiid:25)

Kata "anzalnaa" yang berarti "kami turunkan" khusus digunakan untuk besi dalam ayat ini, dapat diartikan secara kiasan untuk menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia. Tapi ketika kita mempertimbangkan makna harfiah kata ini, yakni "secara bendawi diturunkan dari langit", kita akan menyadari bahwa ayat ini memiliki keajaiban ilmiah yang sangat penting.

Ini dikarenakan penemuan astronomi modern telah mengungkap bahwa logam besi yang ditemukan di bumi kita berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar.

Logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkan dalam inti bintang-bintang raksasa. Akan tetapi sistem tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri. Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat. Ketika jumlah besi telah melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut "nova" atau "supernova". Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan di seluruh penjuru alam semesta dan mereka bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya gravitasi benda angkasa.

Semua ini menunjukkan bahwa logam besi tidak terbentuk di bumi melainkan kiriman dari bintang-bintang yang meledak di ruang angkasa melalui meteor-meteor dan "diturunkan ke bumi", persis seperti dinyatakan dalam ayat tersebut: Jelaslah bahwa fakta ini tidak dapat diketahui secara ilmiah pada abad ke-7 ketika Al Qur'an diturunkan.

Relativitas Waktu

Kini, relativitas waktu adalah fakta yang terbukti secara ilmiah. Hal ini telah diungkapkan melalui teori relativitas waktu Einstein di tahun-tahun awal abad ke-20. Sebelumnya, manusia belumlah mengetahui bahwa waktu adalah sebuah konsep yang relatif, dan waktu dapat berubah tergantung keadaannya. Ilmuwan besar, Albert Einstein, secara terbuka membuktikan fakta ini dengan teori relativitas. Ia menjelaskan bahwa waktu ditentukan oleh massa dan kecepatan. Dalam sejarah manusia, tak seorang pun mampu mengungkapkan fakta ini dengan jelas sebelumnya.

Tapi ada perkecualian; Al Qur'an telah berisi informasi tentang waktu yang bersifat relatif! Sejumlah ayat yang mengulas hal ini berbunyi:

"Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu." (Al Qur'an, 22:47)

"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu." (Al Qur'an, 32:5)

"Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun." (Al Qur'an, 70:4)

Dalam sejumlah ayat disebutkan bahwa manusia merasakan waktu secara berbeda, dan bahwa terkadang manusia dapat merasakan waktu sangat singkat sebagai sesuatu yang lama:

"Allah bertanya: 'Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?' Mereka menjawab: 'Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.' Allah berfirman: 'Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui'."

Fakta bahwa relativitas waktu disebutkan dengan sangat jelas dalam Al Qur'an, yang mulai diturunkan pada tahun 610 M, adalah bukti lain bahwa Al Qur'an adalah Kitab Suci.

Masih belum percaya kalau banyak ilmu di Al - Qur'an...? Tunggu ajah "Al - Qur'an (Part III)"blogger-emoticon.blogspot.com

Read more »

Keppler Mission : Mencari Planet Mirip Bumi

Keppler Mission itu adalah nama program baru NASA alias National Aeronautics and Space Administration. Dengan menggunakan fotometer luar angkasa yang dikembangkan NASA, yang akan mengamati terang cahaya lebih dari 100.000 bintang selama lebih dari tiga setengah tahun untuk mendeteksi transit berkala dari suatu bintang oleh planetnya. Nama misi ini untuk menghormati Johanes Keppler.
Kepler merupakan misi dibawah Program Discovery NASA yang merupakan misi berbiaya murah, dan berfokus pada sains. Fasilitas NASA, Ames Research Center adalah organisasi rumah dari investigator sains utama dan bertanggung jawab dalam pengembangan bagian sistem di bumi, operasi misi dan analisis data sains. Pengembangan misi Kepler dikelola oleh Jet Propulsion Laboratory di NASA. Ball analisis data sains. Pengembangan misi Kepler dikelola oleh Jet Propulsion Laboratory di NASA. Ball Aerospace & Technologies Corp. bertanggungjawab untuk mengembangkan sistem penerbangan Kepler.
Wahana Keppler bertujuan untuk mencari sebuah planet baru yang berada di "zona layak huni". Planet yang dicari tentunya yang berstruktur mirip bumi dan (mungkin) bisa dihuni. Wahana Keppler diyakini lebih mampu untuk mencari planet mirip bumi daripada pendahulunya, Teleskop Luar Angkasa Hubble. Cara kerja wahana Keppler yang cukup rumit menyebabkan saya tidak bisa memahami dan menuliskan di blog ini. Wahana ini membuktikan betapa hebatnya akal manusia bila kita gunakan, sayangnya manusia belum memanfaatkan 100% potensi akal yang dimilikinya. Hendaknya kita sebagai manusia bisa memanfaatkan potensi otak kita.

Setuju...?blogger-emoticon.blogspot.com

Read more »

Powered By Blogger