Selasa, 15 Februari 2011

Akhir Hayat Kekasih Allah

Semoga postingan ini bisa mempertebal cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW. Amin.

Kemudian masuklah malaikat Jibril as menemui Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam seraya berkata:” Malaikat maut ada di pintu, meminta izin untuk menemuimu, dan dia tidak pernah meminta izin kepada seorangpun sebelummu.” Maka beliau berkata kepadanya:” Izinkan untuknya wahai Jibril.” Masuklah malaikat Maut seraya berkata:” Assalamu’alaika wahai Rasulullah.

Allah telah mengutusku untuk memberikan pilihan kepadamu antara tetap tinggal di dunia atau bertemu dengan Allah di Akhirat.” Maka Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:” Bahkan aku memilih Ar-Rafiqul A’la (Teman yg tertinggi), bahkan aku memilih Ar-Rafiqul A’la, bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah yaitu = para nabi, para shiddiqiin, orang-orang yg mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah rafiq (teman) yg sebaik-baiknya.”

‘Aisyah ra menuturkan bahwa sebelum Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam wafat, ketika beliau bersandar pada dadanya, dan dia mendengarkan beliau secara seksama, beliau berdo’a:

“Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku dan susulkan aku pada ar-rafiq al-a’la. Ya Allah (aku minta) ar-rafiq al-a’la, Ya Allah (aku minta) ar-rafiq al-a’la.” Berdirilah malaikat Maut disisi kepala Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam- sebagaimana dia berdiri di sisi kepala salah seorang diantara kita- dan berkata:” Wahai roh yg bagus, roh Muhammad ibn Abdillah, keluarlah menuju keridhaan Allah, dan menuju Rabb yg ridha dan tidak murka.”

Sayyidah ‘Aisyah ra berkata:”Maka jatuhlah tangan Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, dan kepala beliau menjadi berat di atas dadaku, dan sungguh aku telah tahu bahwa beliau telah wafat.” Dia ra berkata:”Aku tidak tahu apa yg harus aku lakukan, tidak ada yg kuperbuat selain keluar dari kamarku menuju masjid, yg disana ada para sahabat, dan kukatakan:” Rasulullah telah wafat, Rasulullah telah wafat, Rasulullah telah wafat.”

Maka mengalirlah tangisan di dalam masjid. Ali bin Abi Thalib ra terduduk karena beratnya kabar tersebut, ‘Ustman bin Affan ra seperti anak kecil menggerakkan tangannya ke kanan dan kekiri. Adapun Umar bin al-Khaththab ra berkata:” Jika ada seseorang yang mengatakan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam telah meninggal, akan kupotong kepalanya dg pedangku, beliau hanya pergi untuk menemui Rabb-Nya sebagaimana Musa as pergi untuk menemui Rabb-Nya.” Adapun orang yg paling tegar adalah Abu Bakar ra, dia masuk kpd Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, memeluk beliau dan berkata:”Wahai sahabatku, wahai kekasihku, wahai bapakku.” Kemudian dia mencium Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam dan berkata : ”Anda mulia dalam hidup dan dalam keadaan mati.”

Keluarlah Abu Bakar ra menemui manusia dan berkata:” Barangsiapa menyembah Muhammad, maka Muhammad sekarang telah wafat, dan barangsiapa yang menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah kekal, hidup, dan tidak akan mati.” Maka akupun keluar dan menangis, aku mencari tempat untuk menyendiri dan aku menangis sendiri.”

Inna lillahi wainna ilaihi raji’un, telah berpulang ke rahmat Allah orang yg paling mulia, orang yg paling kita cintai pada waktu dhuha ketika memanas di hari Senin 12 Rabiul Awal 11 H tepat pada usia 63 tahun lebih 4 hari. semoga shalawat dan salam selalu tercurah untuk Nabi kiat tercinta Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam.

Read more »

Sabtu, 12 Februari 2011

Mungkin Ini Untukmu

Sepotong roti nyaris basi dan segelas air putih mungkin lebih baik, bagi mereka pekerja kasar yang jujur, dalam setiap langkah yang diambil, dalam setiap detik hidup waktu mereka. Daripada sajian yang menggiurkan, yang dimasak oleh koki-koki terbaik, yang nikmatnya membumbung tinggi ke awan, yang lezatnya sampai ke ujung jari, namun disajikan hanya untuk mereka, sekali lagi hanya untuk mereka, yang bagaikan burung dalam sangkar emas, dengan kebebasan semu mereka.

Nikmatilah, nikmatilah, rayakan dengan penuh sukacita, kebebasanmu yang masih di tangan, langkah-langkah yang masih bisa dengan riang gembira kemanapun hatimu suka.
Berdo'alah untuk mereka, yang dikurung dalam sangkar emas, yang mengecap manisnya kebebasan semu dan meninggalkan indahnya kebebasan yang sejati.

@my room, Dau, 12 Februari 18.52; (biarlah kau pergi kemanapun hatimu suka)

Read more »

Jumat, 11 Februari 2011

Another New World: Back In Action

ehmm.. tes..tes..

Assalamualaikum..

Alhamdulilah, setelah sekian lama off dari buletin dan blog dakwah "BURST: Not Just an Advice", ane selaku (mantan) Redaktur on D' Board bisa kembali berdakwah kepada kawan-kawan ~atas ijin Allah tentunya~

InsyaAllah melalui blog pribadi ane yang enggak kalah keren dengan blog maupun buletin BURST ini ane akan tetap menyuarakan merdunya dakwah islamiyah dan tentunya sambil saling mengingatkan diantara saudara-saudara muslimin.

Jadi, untuk pembaca yang budiman maupun budiwati, silakan sesekali mampir ke blog ane ini ...yaaaa... untuk sekedar baca-baca informasi. Insya Allah ada manfaatnya untuk pembaca maupun ane selaku penulis. ~amin~

Wassalam ~ Girin

Read more »

Rabu, 13 Oktober 2010

Renungan

Hidup ini tidaklah kekal, cepat atau lambat hidup ini akan berakhir.
Bagaikan matahari yang terbit di pagi hari, pastilah ia nanti akan terbenam juga di sore hari.
Begitu juga hidup kita, sepanjang apapun usia kita, sekuat apapun tubuh kita, suatu saat tada bisa kita kabur menghindari kematian.
Walaupun kita berada di balik benteng yang kokoh, yang dijaga ribuan bahkan jutaan pasukan, bersenjata lengkap, berani mati untuk kita.
Tiada satupun yang akan mampu menggantikan kita dari kematian kita.

Read more »

Kisah Anak Kecil dan Pohon Apel


Alkisah, hiduplah sebatang pohon apel yang sangat besar. Pohon itu sangat menyayangi seorang anak yang sering bermain dengannya. Begitu juga anak itu, ia sangat sayang dengan pohon apel besar itu. Setiap hari ia bermain dibawah pohon itu, memanjatnya, memakan apel-apelnya, dan apabila lelah ia tidur di bawah bayang-bayang pohon itu.

Waktu berlalu, anak itu kini telah tumbuh dewasa. Suatu hari datanglah anak itu kepada pohon apel.

Pohon apel berkata "Bermainlah denganku."

si anak menjawab "Aku sudah besar, aku tidak mau bermain di bawah pohon lagi. aku ingin mainan."

"Aku tidak punya uang, tapi aku punya apel-apel, ambillah, kemudian juallah, uangnya bisa kau belikan mainan."

Waktu berlalu sejak hari itu, suatu hari datanglah anak kecil itu yang kini sudah menjadi seorang ayah.

"Bermainlah denganku lagi." Kata si pohon apel

"Aku tidak punya waktu, aku harus bekerja, anak istriku tidak punya rumah." jawab si Anak

Pohon apel berkata, "Aku tidak punya rumah dan uang, tapi, aku punya dahan. Potonglah sebagian, kemudian buatlah rumah untuk anak istrimu."

Lama si anak tidak berkunjung, kemudian suatu hari datanglah ia kepada pohon apel.

"Bermainlah denganku." kata si pohon apel

"Aku terlalu tua untuk bermain, aku ingin kapal yang bisa kugunakan untuk bersantai bersama keluargaku." Kata si anak

"Tebanglah aku, batangku bisa kau gunakan membuat sebuah kalapal yang enak untuk keluargamu." kata si pohon apel.

Kemudian ditebangnyalah pohon apel besar itu dan dibuatnya kapal.

Kini tinggal akar dan sebagian kecil batangnya yang tersisa.

Suatu hari si anak datang lagi kepada pohon itu. Ia sudah tua kini, seorang kakek yang renta.

Pohon apel berkata, "Aku sudah tidak punya apel-apel lagi untukmu. Aku juga tidak bisa kau panjat lagi"

Si anak menjawab, "Tidak mengapa, aku juga sudah tidak kuat untuk memanjat pohon. Aku cuma butuh tempat untuk beristirahat"

"Kalau begitu duduklah di batangku, batang pohon adalah tempat yang enak untuk beristirahat." Kata Pohon apel.

Duduklah si anak itu (yang kini sudah menjadi kakek) diatas potongan batang dan akar si pohon apel dan tersenyumlah si pohon apel.

Bisa dibilang pohon itu adalah perumpaan orang tua, keluarga, sahabat, dan kawan kita, yang akan selalu ada di samping kita, mendukung dan membantu kita bagaimanapun caranya walaupun itu sebetulnya sulit dilakukannya. Maka hargailah mereka, selama mereka masih ada.

(Konfusius)

Disadur dari berbagai sumber dengan perubahan seperlunya.

Read more »

Powered By Blogger