Rabu, 13 Oktober 2010

Renungan

Hidup ini tidaklah kekal, cepat atau lambat hidup ini akan berakhir.
Bagaikan matahari yang terbit di pagi hari, pastilah ia nanti akan terbenam juga di sore hari.
Begitu juga hidup kita, sepanjang apapun usia kita, sekuat apapun tubuh kita, suatu saat tada bisa kita kabur menghindari kematian.
Walaupun kita berada di balik benteng yang kokoh, yang dijaga ribuan bahkan jutaan pasukan, bersenjata lengkap, berani mati untuk kita.
Tiada satupun yang akan mampu menggantikan kita dari kematian kita.

Read more »

Kisah Anak Kecil dan Pohon Apel


Alkisah, hiduplah sebatang pohon apel yang sangat besar. Pohon itu sangat menyayangi seorang anak yang sering bermain dengannya. Begitu juga anak itu, ia sangat sayang dengan pohon apel besar itu. Setiap hari ia bermain dibawah pohon itu, memanjatnya, memakan apel-apelnya, dan apabila lelah ia tidur di bawah bayang-bayang pohon itu.

Waktu berlalu, anak itu kini telah tumbuh dewasa. Suatu hari datanglah anak itu kepada pohon apel.

Pohon apel berkata "Bermainlah denganku."

si anak menjawab "Aku sudah besar, aku tidak mau bermain di bawah pohon lagi. aku ingin mainan."

"Aku tidak punya uang, tapi aku punya apel-apel, ambillah, kemudian juallah, uangnya bisa kau belikan mainan."

Waktu berlalu sejak hari itu, suatu hari datanglah anak kecil itu yang kini sudah menjadi seorang ayah.

"Bermainlah denganku lagi." Kata si pohon apel

"Aku tidak punya waktu, aku harus bekerja, anak istriku tidak punya rumah." jawab si Anak

Pohon apel berkata, "Aku tidak punya rumah dan uang, tapi, aku punya dahan. Potonglah sebagian, kemudian buatlah rumah untuk anak istrimu."

Lama si anak tidak berkunjung, kemudian suatu hari datanglah ia kepada pohon apel.

"Bermainlah denganku." kata si pohon apel

"Aku terlalu tua untuk bermain, aku ingin kapal yang bisa kugunakan untuk bersantai bersama keluargaku." Kata si anak

"Tebanglah aku, batangku bisa kau gunakan membuat sebuah kalapal yang enak untuk keluargamu." kata si pohon apel.

Kemudian ditebangnyalah pohon apel besar itu dan dibuatnya kapal.

Kini tinggal akar dan sebagian kecil batangnya yang tersisa.

Suatu hari si anak datang lagi kepada pohon itu. Ia sudah tua kini, seorang kakek yang renta.

Pohon apel berkata, "Aku sudah tidak punya apel-apel lagi untukmu. Aku juga tidak bisa kau panjat lagi"

Si anak menjawab, "Tidak mengapa, aku juga sudah tidak kuat untuk memanjat pohon. Aku cuma butuh tempat untuk beristirahat"

"Kalau begitu duduklah di batangku, batang pohon adalah tempat yang enak untuk beristirahat." Kata Pohon apel.

Duduklah si anak itu (yang kini sudah menjadi kakek) diatas potongan batang dan akar si pohon apel dan tersenyumlah si pohon apel.

Bisa dibilang pohon itu adalah perumpaan orang tua, keluarga, sahabat, dan kawan kita, yang akan selalu ada di samping kita, mendukung dan membantu kita bagaimanapun caranya walaupun itu sebetulnya sulit dilakukannya. Maka hargailah mereka, selama mereka masih ada.

(Konfusius)

Disadur dari berbagai sumber dengan perubahan seperlunya.

Read more »

Kamis, 23 Juli 2009

Al - Qur'an (Part III)


Tahukah antum? Nggak cuma Deddy Corbuzier aja yang bisa bikin prediksi masa depan, ada saingannya loh, bahkan lebih hebat. Dialah Al - Qur'an. Ya, berita di Al Qur'an tentang peristiwa masa depan ditemukan dalam ayat pertama Surat Ar Ruum, yang merujuk pada Kekaisaran Bizantium, wilayah timur Kekaisaran Romawi. Dalam ayat-ayat ini, disebutkan bahwa Kekaisaran Bizantium telah mengalami kekalahan besar, tetapi akan segera memperoleh kemenangan.

"Alif, Lam, Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang)." (Al Qur'an, 30:1-4)

Ayat-ayat ini diturunkan kira-kira pada tahun 620 Masehi, hampir tujuh tahun setelah kekalahan hebat Bizantium Kristen di tangan bangsa Persia, ketika Bizantium kehilangan Yerusalem. Kemudian diriwayatkan dalam ayat ini bahwa Bizantium dalam waktu dekat menang. Padahal, Bizantium waktu itu telah menderita kekalahan sedemikian hebat hingga nampaknya mustahil baginya untuk mempertahankan keberadaannya sekalipun, apalagi merebut kemenangan kembali. Tidak hanya bangsa Persia, tapi juga bangsa Avar, Slavia, dan Lombard menjadi ancaman serius bagi Kekaisaran Bizantium. Bangsa Avar telah datang hingga mencapai dinding batas Konstantinopel. Kaisar Bizantium, Heraklius, telah memerintahkan agar emas dan perak yang ada di dalam gereja dilebur dan dijadikan uang untuk membiayai pasukan perang. Banyak gubernur memberontak melawan Kaisar Heraklius dan dan Kekaisaran tersebut berada pada titik keruntuhan. Mesopotamia, Cilicia, Syria, Palestina, Mesir dan Armenia, yang semula dikuasai oleh Bizantium, diserbu oleh bangsa Persia. (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.)

Pendek kata, setiap orang menyangka Kekaisaran Bizantium akan runtuh. Tetapi tepat di saat seperti itu, ayat pertama Surat Ar Ruum diturunkan dan mengumumkan bahwa Bizantium akan mendapatkan kemenangan dalam beberapa+tahun lagi. Kemenangan ini tampak sedemikian mustahil sehingga kaum musyrikin Arab menjadikan ayat ini sebagai bahan cemoohan. Mereka berkeyakinan bahwa kemenangan yang diberitakan Al Qur'an takkan pernah menjadi kenyataan.

Sekitar tujuh tahun setelah diturunkannya ayat pertama Surat Ar Ruum tersebut, pada Desember 627 Masehi, perang penentu antara Kekaisaran Bizantium dan Persia terjadi di Nineveh. Dan kali ini, pasukan Bizantium secara mengejutkan mengalahkan pasukan Persia. Beberapa bulan kemudian, bangsa Persia harus membuat perjanjian dengan Bizantium, yang mewajibkan mereka untuk mengembalikan wilayah yang mereka ambil dari Bizantium. (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.)

Akhirnya, "kemenangan bangsa Romawi" yang diumumkan oleh Allah dalam Al Qur'an, secara ajaib menjadi kenyataan.

Keajaiban lain yang diungkapkan dalam ayat ini adalah pengumuman tentang fakta geografis yang tak dapat ditemukan oleh seorangpun di masa itu.

Dalam ayat ketiga Surat Ar Ruum, diberitakan bahwa Romawi telah dikalahkan di daerah paling rendah di bumi ini. Ungkapan "Adnal Ardli" dalam bahasa Arab, diartikan sebagai "tempat yang dekat" dalam banyak terjemahan. Namun ini bukanlah makna harfiah dari kalimat tersebut, tetapi lebih berupa penafsiran atasnya. Kata "Adna" dalam bahasa Arab diambil dari kata "Dani", yang berarti "rendah" dan "Ardl" yang berarti "bumi". Karena itu, ungkapan "Adnal Ardli" berarti "tempat paling rendah di bumi".

Yang paling menarik, tahap-tahap penting dalam peperangan antara Kekaisaran Bizantium dan Persia, ketika Bizantium dikalahkan dan kehilangan Jerusalem, benar-benar terjadi di titik paling rendah di bumi. Wilayah yang dimaksudkan ini adalah cekungan Laut Mati, yang terletak di titik pertemuan wilayah yang dimiliki oleh Syria, Palestina, dan Jordania. "Laut Mati", terletak 395 meter di bawah permukaan laut, adalah daerah paling rendah di bumi.

Ini berarti bahwa Bizantium dikalahkan di bagian paling rendah di bumi, persis seperti dikemukakan dalam ayat ini.

Hal paling menarik dalam fakta ini adalah bahwa ketinggian Laut Mati hanya mampu diukur dengan teknik pengukuran modern. Sebelumnya, mustahil bagi siapapun untuk mengetahui bahwasannya ini adalah wilayah terendah di permukaan bumi. Namun, dalam Al Qur'an, daerah ini dinyatakan sebagai titik paling rendah di atas bumi kira - kira lebih dari 1000 tahun sebelum ilmu pengetahuan modern "ditemukan". Demikianlah, ini memberikan bukti lagi bahwa Al Qur'an adalah wahyu Ilahi.


Read more »

Rabu, 01 April 2009

Matikan Lampu, Nyalakan Masa Depan ! ! !


Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada hari Sabtu, 28 Maret 2009, diadakan kampanye besar - besaran, eits . . . tunggu dulu, ini bukan kampanye caleg loh. . . Tapi ini kampanye memadamkan lampu dan peralatan elektronik yang tak terpakai, "Earth Hour".
Selama 1 jam mulai dari pukul 20.30 - 21.30 WIB, masyarakat diharapkan memadamkan peralatan elektronik yang tidak digunakan. Kampanye ini bertujuan untuk menghemat sekitar 300MW alias 300 MegaWatt, kapasitas yang cukup untuk menerangi ratusan desa yang belum "tersentuh" listrik. Acara ini sangat bermanfaat. Acara ini sedikit banyak bisa memberikan kita pelajaran dan pengalaman, bagaimana saudara - saudara kita yang desanya belum "tersentuh" listrik.Tapi bukan "tersentuh" seperti pada gambar iniblogger-emoticon.blogspot.com
Misalnya saja masyarakat di Banjarsari, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu selama puluhan tahun hidup tanpa aliran listrik dari pemerintah. Sebagian dari mereka ada yang menggunakan peembangkit listrik pribadi alias generator, dan sebagian dari mereka ada yang setia menggunakan obor, lilin, lampu tempel dan teman - temannya.
Melalui kampanye ini, kita diharapkan untuk menyadari terlebih lagi mensyukuri nikmat yang berupa listrik ini. Coba anda bayangkan seandainya nikmat berupa listrik ini dicabut, secara tidak langsung kita akan terputus dan susah berhubungan dengan dunia Internasional.
Maka dari itu, hendaknya kita sadar mulai dari sekarang, "Earth Hour" bisa kita lakukan kapan saja, tidak perlu menunggu 1 tahun sekali untuk menjalankan program ini. Setiap kali anda melihat alat elektronik yang menyala tapi tidak digunakan segera matikan.

Matikan Lampu, Nyalakan Masa Depan!!!

Read more »

Sabtu, 21 Maret 2009

Kita Umat yang Beruntung ! ! !

blogger-emoticon.blogspot.comCobalah sejenak anda pikirkan, kita adalah umat yang sangat beruntung di dunia ini. begitu banyak kenikmatan di dunia yang diberikan pada kita tapi tidak diberikan kepada umat sebelum kita. Beberapa contoh kenikmatan itu adalah sebagai berikut:

1. Kita hidup di akhir zaman ! ! !
Betapa beruntung kita sebagai umat terakhir di muka bumi ini. Kita diberi kesempatan hidup di akhir zaman dan menjadi umat Nabi Muhammad SAW. Bayangkan seandainya kita hidup di zaman Nabi Nuh as. betapa lamanya kita menunggu datangnya hari kiamat, hari dimana semua amal - amal kita dihisab. Padahal jarak antara zaman Nabi Nuh as. dan zaman akhir sangat jauh sekali, dan mungkin mencapai puluhan ribu tahun. Bayangkanlah apabila anda hidup di zaman Nabi Nuh as. kemudian anda tidak percaya kepada ajaran beliau dan anda meninggal sebelum sempat bertaubat, tentu siksa kubur yang akan anda dapatkan. Sanggupkah anda menerima siksa kubur berpuluh ribu tahun lamanya sambil menunggu hari akhir? Kemudian, atas syafaat Nabi Muhammad SAW, kitalah umat pertama yang akan dihisab di hari akkhir nanti.

2. Amalan kita tidak langsung dibalas di dunia ! ! !blogger-emoticon.blogspot.com
Pada zaman Nabi Nuh as. terjadi peristiwa banjir yang sangat hebat. Di kitab suci agama samawi manapun hal ini diceritakan. Hal tersebut terjadi karena masyarakat pada masa itu bertingkah laku buruk sekali. Mereka suka mencela dan mencaci maki Nabi Nuh as, dan banjir itulah yang menjadi hukuman untuk kaum tersebut. Hukuman mereka langsung ditimpakan tanpa menunggu datangnya hari kiamat. Sementara kita, padahal sudah banyak tingkah laku buruk yang kita lakukan dan lebih parah daripada yang dilakukan umat Nabu Nuh as. Misalnya saja membunuh, merampok dan lain sebagainya, tapi kita tidak langsung diazab di dunia, kita masih menunggu hari akhir, jadi masih ada kesempatan untuk kita bertaubat sampai datangnya ajal kita. Bayangkan apabila azab kita langsung ditimpakan saat kita melakukan dosa, betapa berat hidup kita, penuh dengan azab setiap hari.

3. Kita adalah umat Nabi Muhammad SAW ! ! !
ALLAHU AKBAR! ! ! Kita adalah umat Nabi Muhammad SAW, beliau adalah orang yang paling mulia, memiliki derajat yang paling tinggi di sisi Allah SWT, beliau adalah kekasih Allah, orang yang sangat dikasihi oleh Allah. Tidak hanya itu, beliau juga sangat sayang dan sangat peduli kepada ummatnya, ketika beliau mendapatkan nikmat tertinggi -bertemu dengan Allah SWT pada saat Isra' Mi'raj- beliau ingat kepada kita, ummatnya, dan beliau mendoakan kita semua umatnya yang beriman. Ketika beliau menjalani sakitnya sakaratul maut, beliau meminta agar semua kesakitan seperti itu ditimpakan kepadanya, agar kita umatnya tidak merasakan yang seperti itu. Betapa beasar pengorbanan Nabi Muhammad SAW kepada ummatnya. Semoga kita nanti mendapat syafaatnya di akhirat . . . Amin

Read more »

Powered By Blogger