Ada banyak fenomena yang menarik ketika masuk bulan Ramadhan. Entah ini hanya terjadi di Indonesia, atau di luar negeri juga. Semoga beberapa tahun ke depan saya bisa ber-Ramadhan di luar negeri, jadi saya bisa cerita di blog ini. Aamiin.
Salah satu fenomena yang cukup menggelitik adalah ungkapan "Hormati Yang Sedang Berpuasa". Agaknya ini ditafsirkan dengan cukup baik oleh masyarakat. Warung-warung siang hari banyak yang tutup, baru buka dagangan sore hari menjelang maghrib. Sampai malam. Kadang-kadang ada juga yang bukanya sampe pagi. Sekalian nungguin orang yang sahur. Oke, salut dah sama pemilik warung yang kayak gitu. Menyediakan makanan sahur dan buka buat yang berpuasa.
Nah, sekarang logikanya kita balik. Orang yang nggak puasa, gimana? Bisa masyarakat non-muslim, piyantun sepuh, orang sakit, musafir, dll. Mereka kan juga manusia yang butuh makan dan minum? Sebagian orang mungkin berpendapat:
"Ya masak sendiri di rumah lah. Kan nggak harus marung."
Oke, saya tanya lagi, gimana dengan yang nggak bisa masak?. Misalnya mahasiswa ngekos nggak ada dapur atau misalnya orang yang trauma deket-deket kompor gas atau mungkin emang nggak bisa masak, jangankan masak, ngerebus air aja gosong. hehehe. Lebay ah, tapi ada benarnya kan? Walaupun dikit sih.
Keberadaan warung cukup vital menurut saya untuk mengatasi hal-hal seperti itu. Sayangnya kita kurang sensitif sama hal-hal itu. Kalau ada warung yang masih buka siang-siang pas puasa nggak dikasih tutupan terpal tebel, pasti deh, para Shoimin dan Shoimat yang lewat bakal melihat dengan tajam ke yang punya warung, dalam hati (mungkin) berkata:
"Wah, nggak menghormati yang lagi puasa nih.."
Maka jadilah warung-warung yang buka di kala puasa akan seperti orang jualan narkoba. Depan pintu ditutup terpal rapet, pagar dan pintu digembok, customer hanya diijinkan masuk kalau tahu kata sandinya. Walah, lebay lagi. ckckck.. Jarang ada yang blak-blakan buka warung, buka jendelanya, dan pasang papan yang besar bertuliskan : Warung Ini Tetep Buka.
Ini sekedar opini, jadi saya jangan di fentung. hehe.
Oia, saya cuma ngajak pembaca membahas urusan perut, makan dan minum. Untuk soal-soal lain yang tidak saya bahas, saya serahkan ke masing-masing pembaca
Saya rangkum ya, yuk, kita hormati orang yang tidak puasa. Biarlah warung-warung tetep buka, jangan dilarang-larang. Mereka juga butuh nafkah kan buat keluarganya? Mereka yang nggak puasa juga, kan butuh makan minum juga. Betul begitu kan?
Menghormati orang yang puasa itu udah mainstream. Menghormati yang tidak puasa, itu baru keren.
n.b.: aslinya mau pasang meme Good Guy Greg, tapi ada rokoknya, nggak asik. Saya ganti Good Guy Boss

