Senin, 08 Juli 2013

Hormati Yang (Tidak) Berpuasa

Okeeh, bulan Ramadhan sudah di depan mata, ini berarti sudah waktunya muslimin dan muslimat di seluruh dunia memasuki bulan pelatihan. Pelatihan menahan hawa nafsu tepatnya. Dengan tidak menahan diri dari yang dilarang di siang hari. Tentunya nggak perlu saya jelaskan lah, pembaca sudah tau kan apa-apa yang dilarang di siang hari bulan Ramadhan? Kalau belum, tanya sendiri deh sama guru masing-masing. :P

Ada banyak fenomena yang menarik ketika masuk bulan Ramadhan. Entah ini hanya terjadi di Indonesia, atau di luar negeri juga. Semoga beberapa tahun ke depan saya bisa ber-Ramadhan di luar negeri, jadi saya bisa cerita di blog ini. Aamiin.

Salah satu fenomena yang cukup menggelitik adalah ungkapan "Hormati Yang Sedang Berpuasa". Agaknya ini ditafsirkan dengan cukup baik oleh masyarakat. Warung-warung siang hari banyak yang tutup, baru buka dagangan sore hari menjelang maghrib. Sampai malam. Kadang-kadang ada juga yang bukanya sampe pagi. Sekalian nungguin orang yang sahur. Oke, salut dah sama pemilik warung yang kayak gitu. Menyediakan makanan sahur dan buka buat yang berpuasa.

Nah, sekarang logikanya kita balik. Orang yang nggak puasa, gimana? Bisa masyarakat non-muslim, piyantun sepuh, orang sakit, musafir, dll. Mereka kan juga manusia yang butuh makan dan minum? Sebagian orang mungkin berpendapat:

"Ya masak sendiri di rumah lah. Kan nggak harus marung."

Oke, saya tanya lagi, gimana dengan yang nggak bisa masak?. Misalnya mahasiswa ngekos nggak ada dapur atau misalnya orang yang trauma deket-deket kompor gas atau mungkin emang nggak bisa masak, jangankan masak, ngerebus air aja gosong. hehehe. Lebay ah, tapi ada benarnya kan? Walaupun dikit sih.

Keberadaan warung cukup vital menurut saya untuk mengatasi hal-hal seperti itu. Sayangnya kita kurang sensitif sama hal-hal itu. Kalau ada warung yang masih buka siang-siang pas puasa nggak dikasih tutupan terpal tebel, pasti deh, para Shoimin dan Shoimat yang lewat bakal melihat dengan tajam ke yang punya warung, dalam hati (mungkin) berkata:

"Wah, nggak menghormati yang lagi puasa nih.."

Maka jadilah warung-warung yang buka di kala puasa akan seperti orang jualan narkoba. Depan pintu ditutup terpal rapet, pagar dan pintu digembok, customer hanya diijinkan masuk kalau tahu kata sandinya. Walah, lebay lagi. ckckck.. Jarang ada yang blak-blakan buka warung, buka jendelanya, dan pasang papan yang besar bertuliskan : Warung Ini Tetep Buka.

Menurut saya, puasa itu kan bulan pelatihan. Bulan-bulan kita ditraining menjadi manusia yang lebih mutu. Betul begitu? Sama halnya dengan kalau kita dikasih PR sama Guru atau Dosen. Nggak akan ada manfaatnya kalau kita dikasih macam-macam bantuan mengerjakan PR. Ada phone friend, ask the audience, sama 50:50. Begitu pula dengan bulan puasa, kita dilatih menahan nafsu tapi kita seolah-olah diberi kode cheat, warung-warung ditutup. Justru dengan warung tetep buka, ujian kita menjadi agak lebih berat, dengan demikian pelatihan itu akan semakin ngefek buat kita. Ibarat main game, kalau monsternya susah, experience pointnya banyak juga, lebih cepet dah tu naik level, terus ganti job. Hmm...

Ini sekedar opini, jadi saya jangan di fentung. hehe.

Oia, saya cuma ngajak pembaca membahas urusan perut, makan dan minum. Untuk soal-soal lain yang tidak saya bahas, saya serahkan ke masing-masing pembaca

Saya rangkum ya, yuk, kita hormati orang yang tidak puasa. Biarlah warung-warung tetep buka, jangan dilarang-larang. Mereka juga butuh nafkah kan buat keluarganya? Mereka yang nggak puasa juga, kan butuh makan minum juga. Betul begitu kan?

Menghormati orang yang puasa itu udah mainstream. Menghormati yang tidak puasa, itu baru keren.

n.b.: aslinya mau pasang meme Good Guy Greg, tapi ada rokoknya, nggak asik. Saya ganti Good Guy Boss

Read more »

Jumat, 05 Juli 2013

SALAM SAPA BLOGGER PERSONAL

Buat aku, blog itu tempat berbagi. Berbagi karya, berbagi cerita. Ya, awalnya iseng-iseng  sih ngeblog. Dulu waktu kelas 1 SMA aku bikin blog ini, buat promo buletin sekolah dulu, kebetulan aku pimred, merangkap reporter, merangkap distributor juga. Buletin dakwah sekolah, jadi agak seret edarnya. Udah gitu personelnya cuma dua orang, aku, sama temenku satu yang jadi editor. Berhubung awal-awal blog ini juga buat promosi aja, jadi sepi pengunjung. Oiya, blog ini bikinan tahun 2008. Bulan Mei kalo nggak salah, jadi sekarang udah 5 tahun umurnya.

Habis naik ke kelas 3, aku lepas dari buletin. Udah jadi tanggung jawab adik-adik ku di rohis buat nerusin. Otomatis blog ini aku lupakan juga. Cukup lama sih, ada 5-6 bulan aku ninggal blog ini. Waktu itu kelas 3 semester ganjil. Mulai semester 2, aku dikit-dikit aktif lagi. Nggak jauh-jauh beda sama tema blogku di kelas1-2, ya tentang dakwah. Tapi yang sedikit berbeda, mulai kelas 3 aku belajar sastra, aku mulai posting puisi di blog.

Itu mulai jadi langkah awal buat balik ke blog. Sampai sekarang, alhamdulillah, puji tuhan blogku masih aktif. emang nggak pasti post tiap hari. Cuma kalau minat aja. Itupun isinya udah bukan dakwah lagi, isinya jadi catatan harian. Lebih kayak diary lah, tapi online. Cuma aku samarkan dalam bentuk puisi. Kan nggak enak kalu mellow-mellow dibaca orang, dear diary hari ini aku.. blablabla.. haha. Muka udah garang tapi nulis diary kayak gitu. Akhirnya kusamarkanlah ke bentuk sastra.

Blog ini 100% personal kok. Ya memang pernah buat kepentingan-kepentingan non personal, tapi akhirnya balik lagi. Kalau diitung-itung paling 85% personal lah. Kenapa aku pilih blog ini jadi personal, karena lewat blog aku bisa 'agak bebas' berekspresi. Dibandingkan di socmed kan nggak enak. Posting aneh-aneh ntar pada salah tangkep maksudnya, repot lah. Lagipula apa yangpostingan di sini aku buat jadi karya sastra. Ya emang nggak sebagus karyanya Asma Nadia atau Helvy Tiana, tapi paling nggak ini jadi langkah awal aku buat belajar nulis.

oia, ini bannernya nggak kebaca, jujur ane gatau harus diapain. :P mohon pencerahan
Photobucket

Read more »

Selasa, 25 Juni 2013

Festival, Ladang, Karnaval

1.
Cinta adalah sekumpulan pohon
di tengah padang pasir kering, yang menyembunyikan
ular, kelinci, dan kumbang kecil
lalu darinya, makanlah sekumpulan elang
Cinta adalah sebuah kobaran api
yang menghangatkan para pendaki
ditengah dingin menggigit, lereng-lereng Merapi
Cinta adalah festival
kumpulan besar sirkus dan karnaval
dengan segala kemeriahan
dan sorot lampu yang terang

2.
Bukan, itu bukan cinta
yang kau rasa amarah, curiga
luapan emosi yang menyesakkan
dimana kau selalu ingin menerima
lebih dari yang kau punya
bukan sayang, bukan
Karena cinta adalah penyembuh
getaran-getaran yang penuh suka cita
kasih, kedamaian
yang oleh-Nya dituliskan
dalam tujuh hari penciptaan

3.
Sungguh, buta mata ini
yang menyempitkan cinta
mengaburkan dengan hasrat sesaat
Sungguh, tertutup hati ini
yang menginginkan imbal balik dari cinta

4.
Belajarlah sayang,
bahwa cinta itu kasih
bahwa cinta itu menyembuhkan
cinta, adalah memberi sebaik-baiknya pada dunia
menanam benih terbaik di bumi
yang dicipta-Nya untuk manusia
lalu merawatnya dengan sukacita
dengan kegembiraan yang meluap di dada
hingga nanti, datang damai dan kasih
ketika mata dan hati kembali mengenal cinta

Read more »

Powered By Blogger