Rabu, 06 Februari 2013

Pilihan

 #1
Hidup itu piilihan. Ya itu kata orang bukan? Begitu gampang untuk ngomong. Kadang mulut-mulut terbuka lebar dan lidah-lidah menari sesuka hati mereka. Ngomong ini, itu, ini lagi, itu lagi. Hidup itu keras bung! Kadang pilihan itu tidak jatuh dari langit. Memang pilihan itu punya moyangmu apa? Ya, memang bukan, tapi kita selalu punya pilihan bukan? Mana tunjukkan satu padaku. Tidak bisa. Karena saat ini tidak ada pilihan untukmu. Ikuti.

#2
Kadang, mata kita tidak terbuka lebar. Kita terlalu pelit membuka mata. Sehingga tak nampak pilihan-pilihan yang ada dalam hidup. Kadang awan gelap yang bernama marah itu.... menutup mata kita, dari kebenaran. Bukan salah hidup tak mengerti kita, salah kita tak mengerti hidup. Padahal dia begitu mudah dipelajari.

#3
Ya, kadang-kadang mendung yang menggantung itu sirna juga dari mataku. Tapi sampai berapa lama? Tunggu, sebentar saja dia pasti kembali hinggap. Apa aku terlalu pelit untuk membuka mata? Cerdas, jika aku membuka mata, tentu hanya mendung yang akan tampak.

#4
Bukankah hidup ini pilihan katamu? Benar. Andai dulu kita bisa memilih, aku tentu memilih menjadi seorang pengelana, dengan kapak di tangan, tas, pedang disarungkan di pinggang, dan pakaian yang melekat di badan. Dengan semua keberanian, menjelajah bumi yang terhampar luas. Tapi, mana pilihan itu dulu? Lihatlah, apa yang terjadi denganku sekarang.

Read more »

Flash Fiction (2)

Kaca
 "Kau tau ini dari apa?" *menunjuk dada* 
"Tidak"
"Kaca" *tangan terkepal* "Kuharap kamu tahu*

Bilang
"Dik.. Aku mau bilang..."
"Ya mas?"
"Aku.."
"Maaf ya mas, aku nggak suka kamu"
"..."

Diam
"Aku salah ya?"
"..."
"Salah apa?"
"..."

Tidak
"Dik, ada pameran, bla bla bla... kamu udah kesana? :D" 
"Belum"
"Kesana yuk?"
"..." *lagi-lagi diam*

Salah
"Mas, kamu itu salah!"
"Iya dik, aku tahu emang salah, maaf ya."

*lain hari*

"Dik, kamu itu salah!"
"Kamu mas yang salah!"
"Udah jelas kamu!"
"Kamu!" *menangis* *balas marah*
"Iya maaf, aku yang salah"


Men, we don't know what we do..

Read more »

Sabtu, 02 Februari 2013

The Moment of Silence

Hari itu, ketika keheningan menyelimuti, kita bertukar pandang. Perlahan, kita mulai bercerita, tentang mimpi-mimpi dan masa lalu. Kita tidak pernah bertemu sebelumnya bukan? Hangat, begitu hangat, seolah sepasang sahabat atau kekasih yang lama tak berjumpa. Sungguh manis, semanis madu, kata-kata yang keluar dari celah bibir ini. Sungguh dekat, sangat dekat. Jika sayap kiri di tanganku, maka sayap kanan kau genggam di tanganmu. Siap untuk terbang.

Hari itu, ketika burung-burung sesaat berhenti berkicau, ketika angin segan bertiup, bercanda, seluruh dunia berhenti sesaat sekedar untuk menyimak obrolan singkat kita. Lalu bintang-bintang mulai naik, diiringi dua gelas kopi dan sepiring kue. Namun kita masih sama, duduk diam bertukar keheningan. Aku sebelumnya tidak percaya telepati itu ada, tapi terpaksa kutelan lagi omonganku, hari itu, ketika kita beradu pandang dan tersenyum simpul. Wanginya masih terasa, menggelitik syaraf-syaraf otakku yang sudah terlalu lama tumpul. Aku belum melupakan senyuman itu.

Hari itu, ya, hari itu, ketika pita-pita turun dari langit, rupanya tersambung dengan seutas pelangi yang tergantung di langit, turun menghias ruang kecil itu. Aku bertanya-tanya, kemana angin akan pulang setelah hari ini? Tentu, ia akan sangat iri dengan apa yang terjadi diantara kita hari itu. Tahukah, berapa kali jam di tanganku kuputar mundur? Seribu, mungkin seratus ribu kali, berharap Tuhan tahu maksudku dan memperkenankan waktu mundur seiring jam di tanganku.  Ya, Tuhan pasti tahu, sayang sekali Dia pasti tak berkenan memutar waktu kembali ke hari itu. Maka aku hanya bisa terlelap dalam pengandaian saja.

Hari itu, ketika mata kita beradu, ketika kita bertukar keheningan, tiada kata lagi keluar dari mulut ini. Hanya sepasang makhluk yang duduk diam berdampingan, menanti dan menanti.

Hari itu, ketika mata kita beradu, suatu momen keheningan, ketika kata-kata terpenjara, ketika kita hening semakin larut, kita diam, tapi kita sama-sama tahu, cinta yang kita rasakan di udara.


betapa rindunya akan suatu hari di bulan November atau mungkin Desember, ketika kau berkunjung ke tempatku bermeditasi.

Pengasuh, Wanita Mentari Pagi

Read more »

Liebe Award, Huh..?

well, guess i'll play along. except for the 11 blogger

the 11 facts about me:

1. Fat ass, well, that's for sure
2. Well determined, you could say I am a Man of Steel, i think
3. Darkness? Ghost? Serial Killers? Meh... Ten missed call from Mom, well, THATS SCARY!!
4. One of my friend, @d_geraldo said i had a potency to be a psychopath, 50% true i guess.
5. I'd rather stay in friendzone sometimes
6. I do love my cellphone which I used for... well at least 3 years now.
7. I used to had crush on my bestfriend, well, it's in the past. :D
8. I definitely love, well, things we say "Sepeda Lanang" in Javanese. I guess it "Manly Motorcycle". Weird...
9. I had learned a very tiny little small bits of martial arts and a very tiny little tricks of fighting, clean and dirty, so don't mess with me.
10. I am always hoping one day I had a nice strong body. I mean muscle, not this pile of fat.
11. It's hard to be my friend, but once you know me and I accepted you, you'll be my family.

and, the 11 question from Shafira Elnanda Yasmine, whom I prefer to call Xoxo, owner of the Youtopia, my childhood best buddy, until now of course. :D

1. Do you believe in love at the first sight?explain me :p
- Sure, or could i walk pass you again? lol. Nope, Ain't believe in that crap. Absolutely, how can you love someone with just a first sight? Admire or adore at the first sight, i prefer that phrase.
 
2. If you were born in available eye and hair colours to choose, what would you choose?
- Changeable eyes colours. Well, if it not possible, white eyes i think. Hair? Black just fine.
 
3. What is your favourite part of your body?
- Arms and legs. Lesser fat holder. yaay..
 
4. What would be your major in life.in other words,you'll be an expert in a particular issue someday,and what would it be?
- I would like to say philosophy. But well, economy will do just fine.

5. What kind of music do you hear?you may mention your most played song in your mp3 too :)
- Not sure.Hitomi Shimatani - Yume Biyori, most played! It's a Doraemon soundtrack btw. Doraemon And Nobita in Wan-Nyan Space Oddysey. yaay...
 
6. When you were a little kid,what did you want to be?
- Ghostbuster. -__-
 
7. What is the most visited browser in your web history?
- Sure you want to know?

 
  50% true, the other 50% are, plurk, blogger, and facebook.
 
8. What you remember the most from your childood?
-Fat, fat, fat, pile of fat.
 
9. You are locked in a elevator. Which superhero you think could save you?elevator enginers doesn't count.
-That's cute, i'm a superhero. lol. xD
 
10. You best motivation quotes
 -Why doing it now if you can do it tomorrow, by Squidward Tentacle
 
11. From one to ten,how much you think yourself amazing? I give you eleven :D
-For now, i think 6
 
and for the 11 blogger friends. well, i'll do it next time.

Read more »

Kamis, 31 Januari 2013

Badut

"Selamat pagi, selamat pagi, hari yang cerah pagi ini!"

Dengan riang, dia melempar-lempar tiga botol besar air mineral ke udara. Juggling katanya, biar orang-orang ceria. 1, 2, 3, 5 menit. Lelah? Tidak juga, sudah dalam darahnya.

"Selamat pagi, selamat pagi, selamat pergi bekerja hari ini!"

Digantinya tiga botol besar air mineral dengan tiga topi. Topi penyihir, tinggi menjulang. Mirip punya Pak Tarno. Dilempar-lemparnya ke kepala, bergantian. 1, 2, 3, kali ini cuma 4 menit. Maklum, belum jago dia.
Matahari sedikit menjulang, waktu dhuha katanya, di sudut bangku taman ada wanita duduk. Kecil, pendek, berkerudung, imut sekali.

"Selamat pagi nona, selamat pagi!" sapanya. Lalu ia hampiri dengan tersenyum lucu dan mulai melempar bola-bola di tangannya. Nona kecil itu diam. Tidak menarik.

"Tunggu Nona, kuatambahkan satu lagi." Empat bola kini melayang-layang, berpindah dari satu tangan ke tangan yang lain, lalu ke udara, menanti berpindah ke tangan yang satu lagi. Wajahnya perlahan mengangkat. Tampak senyum sedikit terkembang. Sedikit sekali.

"Tunggu, akan kubawakan sebuah lagu yang riang gembira!" Lalu dia bernyanyi, menyanyikan lagu yang riang gembira. La...la...la...li...li...li... bunga-bunga di taman mekar indah sekali, sayang lebah-lebah tak punya nyali. "Lucu, hihi." Akhirnya dia tertawa.

"Kau suka Nona? Bagaimana kalau aku ikut denganmu, atau kau ikut denganku?" Senyum termanis mengembang. Lalu dijawab "Tunggulah, nanti aku ke sini lagi." Lalu dia pergi, dan hingga hari ini belum kembali. Dia tidak tahu artinya. Sambil tertunduk lesu, dia tetap memainkan bola-bola ditangannya, lalu perlahan tersenyum lagi. Menghibur orang-orang yang lewat. Yah, itu sudah ada di darahnya. Saat ini, dia hanya seorang badut.

"Selamat pagi, selamat pagi, hari yang cerah pagi ini!"



sumber gambar: mbah google

Read more »

Powered By Blogger