Minggu, 17 November 2013

Brida

nah, ini kutipan dari novel yang sedang saya baca. Brida; karangan Paulo Coelho, rasanya cocok banget dah saya tulis di sini..

"Orang-orang memberikan bunga sebagai hadiah, karena bunga mengandung makna sejati Cinta. Siapapun yang berusaha menguasai bunga harus melihat keindahannya memudar. Tetapi jika kau hanya melihat bunga di padang, kau akan menyimpannya selamanya, sebab bunga itu adalah bagian dari malam dan senja dan aroma tanah lembap dan awan-awan di horison."

Brida menatap bunga itu. Sang Magus mengambil bunga itu darinya dan mengembalikannya ke dalam hutan. Mata Brida penuh tangis. Ia bangga akan pasangan jiwanya.

"Ini yang diajarkan hutan kepadaku. Bahwa kau tidak akan pernah menjadi milikku dan karena itulah aku tidak akan pernah kehilanganmu. Kau adalah harapanku pada momen kesepianku, kecemasanku pada momen keragu-raguanku, kepastianku pada momen keyakinan."
 

"Mengetahui pasangan jiwaku akan datang suatu hari nanti, aku membaktikan diriku untuk mempelajari Tradisi Matahari. Mengetahui bahwa kau nyata adalah satu alasanku untuk melanjutkan hidup."

Romantis bener dah... Bagi yang penasaran, cari sendiri bukunya yah :D

Read more »

Selasa, 05 November 2013

Jejepangan

Agak lama saya nggak nulis di blog, beberapa hari ini tergelitik untuk kembali nulis.  Nah, bahasanya nyantai aja yak, kita tinggalkan aturan tulisan yang baku sementara. :p

Sumber gambar yang ada di tulisan ini saya comot dari Google. :D sono cari sendiri

Internet; Pistol Yang Dipinjamkan Pada Anak-Anak
Belakangan, mungkin satu atau dua tahun ini, budaya pop berkembang. Gila-gilaan. Apalagi didukung akses internet yang rasanya nggak terbatas. Perorangan di rumah bisa pakai modem, smartphone, wifi di kampus/kantor, wah banyak lah pokoknya. Dulu, sekitar 7-8 tahun yang lalu, internet masih barang mewah. Aksesnya cuma bisa di warnet. Kalau ada yang punya modem di rumah, dijamin bakalan heboh pada masa itu. :v
 
Nah, dengan berkembangnya internet ini, orang-orang makin mudah membentuk komunitas. Salah satu yang saya angkat di sini yaitu komunitas pecinta anime-manga-jejepangan-dll. Yah, begitulah, entah apalah itu namanya, gampang banget sekarang nemu komunitas itu. Mulai dari sosmed, fanpage, website, apapun dah, pasti ada yang semacem itu. Saya sendiri gabung di beberapa komunitas, walaupun cuma di sosmednya aja. hehe. Ya mau gimana lagi, saya juga suka kok yang kaya begituan.


Awalnya, komunitas kayak gitu isinya mbahas yang simpel2 aja. Misalnya ngomongin tokoh di anime.
"Eh, tokoh ini keren yah..."
"Ini nah, lebih keren.."
"Iya tokoh ini begini dan begitu... bla...bla...bla..."
"Yang ini bapaknya si ini, dulu ketemu emaknya disini dan lain seterusnya..."
Awalnya, yang saya liat kayak gitu, lama-lama berkembang, mulai banyak para penikmat yang menganalisa anime.

Ada yang ngeluarin prediksi, ada yang ngeluarin ini dan itu. Kenapa tokoh ini suka gorengan, kenapa tokoh ini bawa jarum suntik. naah.... tambah bingung lah pokoknya  (>_< )

Lama-lama, terjadi yang buruk juga. Mulai dah fanwar... fan satu anime nyerang yang lain, fan satu produk nyerang yang lain. Yang inilah, itulah, banyak nah pokoknya..

Tambah lama, tambah parah... yang diserang orangnya, dikata-kata goblok lah, tolol lah, ini itu. banyak banget contohnya, sono cari sendiri. heheheh....

Nah, ini yang saya bilang pistol yang dipinjamkan ke anak-anak. Bahaya! Omongan yang keluar suka nggak terkontrol, apalagi di internet nggak tahu siapa aslinya siapa. nah lo.... tambah aman lagi tuh yang mau fanwar.. yang mau saling olok. betul begitu?

Anime Di Mata Saya
Sebetulnya, agak sempit kalo mengatakan "Anime Di Mata Saya" karena yang saya soroti-dan saya nikmati- nggak cuma Anime. Ada Dorama, Manga, Live Action, mainan, Cosplay, segala yang jejepangan tuh. Kan cukup populer di Indonesia. Saya nggak tahu nyebutnya apa, istilah-istilahnya apa. Jadi, untuk menggeneralisir, saya sebut saja Anime, toh pembaca tahu apa yang saya maksud kan? :D

Saya suka anime. Sederhana aja alasannya, Anime itu bagus, yang bikin pinter, kreatif. Saya sendiri belum tentu bisa buat yang kayak gitu. Udah banyak anime yang saya tonton. Yah, nggak banyak-banyak amat sih, tapi lumayan lah. Yang masih berbekas di ingatan saya ini nih...

1. Gundam Wing - Seed
Gundam wing sama gundam seed adalah salah dua dari beberapa anime gundam. nah, saya agak lupa sama gundam wing karena waktu tayang di Indonesia saya masih SD kali ya... Kalau Gundam Seed saya benar-benar ikuti dari awal sampai tamat. Baik yang Seed maupun Seed Destiny.

Saya, sebagai anak SMP pada waktu itu, bener-bener suka sama Gundam Seed. Ceritanya bagus. penokohannya bagus juga, keren-keren. Sulit lupa lah sampek sekarang. xD

2. Doraemon
Nah, kalo ini saya rasa nggak ada yang nggak tahu dah... Karangannya Fujiko Fujio ni legendaris banget kan? Dari jaman sebelum saya lahir, sampai saya udah brewok gini, masih tayang. Walaupun sekarang penulisnya udah meninggal (eh, iya nggak sih? :P kayaknya iya...)

Nah... sebetulnya, banyak produk anime yang saya suka, tapi yang paling mbekas ya cuma dua ini sih.

Selain produk anime, saya juga suka produk Jepang-jepangan lain, Manga lah, atau apa itu yang baunya jejepangan jujur saya suka. Ini nah misalnya, Vocaloid. Saya demeen banget. Sekarang Laptop udah didandanin ala Vocaloid, mulai dari Skin, terus dalemannya tema folder, kursor, dll dsb. Sebetulnya masih pengen beli dompet sama tas, tapi sayangnya produknya masih habis di olshop. doh....

 nih,, tampilannya beberapa avatar Vocaloid; Luka, Rin, Miku, Len. masih banyak lagi sih sebetulnya.
untuk yang rambutnya biru, saya agak fanatik sih. hehehe...
Lagu-lagu jepang nggak absen dari laptop dan mp3 saya. Yah, mau gimana lagi saya suka emang.

Nah, saya agak menyayangkan para penikmat produk-produk jejepangan yang hmm kalo boleh saya bilang terlalu serius menikmati produk-produk itu. Sampai fanwar segala lah, dan lain sebagainya.

Apa berarti saya nggak suka? Oh saya suka. Suka banget malah sama yang kayak begituan. Tapi ya, sebisa mungkin saya berusaha agar saya cuma sebatas suka, sebatas gandrung aja. Nggak masalah kok mau jadi fan berat, fanatik, dan lain sebagainya, saya juga fan berat beberapa produk baik yang saya ungkap diatas maupun yang nggak saya ungkap. Tapi ya, jangan keterlaluan sampai menimbulkan kebencian antar sesama penikmat. hehehe.

Nggak enak diliatnya, apa lagi yang sampai olok sana olok sini, perang komen, waduh... :v

Nah, kira-kira sekian dulu brainfart saya, semua yang saya tuangkan di sini saya kasih label nih di akhirnya. #IMHO... In My Humble Opinion.. :v

sampai berjumpa di artikel selanjutnya. :D

n.p.: judulnya saya bingung saya kasih apa, jadi keluarnya itu deh.

Read more »

Sabtu, 03 Agustus 2013

Pengasuh Pagi Hari

Ketika akhirnya, kita tiba di penghujung bulan yang dimuliakan
Aku masih menanti, kata-kata darimu
Seseorang yang hilang dari tanah perantauan
Tak berbekas, keberadaanmu
Dan terbayang, ketika jemari bertaut
Seolah tak mau dilepas
Padahal kita berdua sudah tahu
tak mungkin bisa berhasil, kala itu
Tapi kita tidak peduli, beberapa menit dalam hidup
yang kita nikmati bersama.
Kapan kau kembali?

Read more »

Sabtu, 13 Juli 2013

The Next Level

Okay, hari ini 13-07-13. Aku udah 20 tahun. Refleksi, selama 20 tahun ke belakang belum banyak prestasi yang ditorehkan. Paling olimpiade, itupun cuma tingkat Kota Malang. Tapi syukur lah, paling nggak ada sesuatu yang bisa dibanggakan. Sengaja di facebook notif tak matiin. Sekedar buat lihat aja, kalo nggak diingetin facebook, orang-orang pada inget nggak ya? Hehe. Ternyata ada kok yang inget, Nurul Q.R. temen SD, terus lanjut ke SMA. Pagi-pagi jam 00:24 sms masuk, ngucapin selamat. hoho. Thank you buddy. Tinggal menunggu dari temen-temen yang dulu lengket. Semoga inget biarpun nggak diingetin.

20 Tahun, artinya 6 tahun dari targetku. Ada 3 sih milestone-nya, umur 22, 24, 26.
Umur 22, targetku lulus S1, yup, 2 tahun lagi. Pas 4 tahun kuliah, cukup 8 semester. Nggak nambah-nambah lagi.
Umur 24, targetku lulus S2, semoga sih. Kuliah S2 kan nggak lama, paling 2 tahun aja cukup. Semoga dapat full beasiswa. Syukur-syukur kalo bisa ke luar negeri, kalo nggak juga gpp.
Umur 26, hehe, ini nih, target yang bikin melek semaleman nggak tidur. NIKAH!! Ya deviasi 1-2 tahun gpp lah, sekitar umur 26-28 nikah.

Jujur aku takut mbayangin 6 tahun kedepan. Untuk target umur 22 n 24, aku optimis bisa. Cuman buat target umur 26 nih. Hmm... bener-bener gak bisa tidur tadi malem gara-gara masalah ini.
Sejujurnya, aku udah ada seseorang yang pingin banget buat tak jadiin pasangan. Orangnya baik, rajin, sabar, agak sedikit aneh tapi it's okay lah, aku suka yang agak aneh. Menambah daya tarik personalnya itu. :P Gak tau kenapa aku ngerasain udah cocok banget sama dia.

Masalahnya, kita sekarang seumuran. Well, sejujurnya dia lebih tua 1 tahun. Kelahiran Desember '92. Nah, masalahnya, biasanya perempuan usia nikahnya lebih  muda daripada laki-laki. Kalo laki-laki umur 25-30 nikah, tapi kalo perempuan kan bisa dibawah itu. Umur 22-25 mungkin udah beberapa yang nikah. Ini nih yang bikin galau. Diasumsikan lamaran tidak akan ditolak, ~opo ae~ bisa aja sebenernya aku maksain diri buat ngelamar. Lulus S1 langsung kerja, umur 25 mungkin udah bisa nikah, umur kita nggak beda jauh kalau segitu, aku 25, dia 26. Tapi aku pingin ngejar karir.

Bapak-Ibu udah S2, jadi aku juga harus S2. Ya sebetulnya target S3 sih, paling nggak aku S2 harus lebih cepet dari Bapak-Ibu. Kalau aku nunggu S2, pas lulus, umurku 24, kerja dulu, nabung, umur 26-27 baru bisa nikah. Nah, kalau aku umur segitu,  umur dia 27-28. Agak telat untuk seorang perempuan. Mungkin dia pingin nikah sebelum umur 26, siapa tahu kan. Nggak ada jaminan juga dia bakal nunggu aku selesai sekolah.. weeh.. super galau lah mikir ini semalem. T__T

Aku sendiri belum tahu asline, udah siap secara menatl untuk nikah. 6 tahun ini tak buat siap-siap lah. Jujur, pasti kita semua nggak tahu, siapa yang disiapkan Tuhan di etalase untuk kita jadikan pasangan nanti. Aku juga gitu, nggak tahu siapa yang bakal jadi pendamping. Tapi, kalau aku boleh milih, aku milih dia. Udah kadung klop sih. Tapi kalau ternyata nanti keduluan, yaa, tak bunuh calonnya, eh nggak, maksudnya, diikhlaskan saja. hehe :D

Yang penting sekarang gimana caranya biar bisa siap, nanti umur 26. Aku inget, mas Izur pernah bilang
"Wajar, kamu nanti sekitar semester 4-5 pikirannya bakal lari jauh ke depan masalah nikah. Aku dulu juga gitu Girin. Tapi nanti bakal ilang-ilang sendiri waktu semester 6-7."
oh well, bukan masalah aku pingin nikah sekarang, 6 tahun lagi itu yang bikin stress. ahaha.

Umur udah 20 tahun. Terlalu tua untuk tetap menjalin hubungan 'Anak SMA', tapi belum cukup umur menjalani hubungan yang serius.

n.b. catetan untuk diri sendiri, hilangkan sifat insecure!

Read more »

Rabu, 10 Juli 2013

Incienso

Wangi, ketika bau dupa bertebaran di udara
tersebar ke delapan arah
agaknya, seseorang membakarnya dengan sengaja
malam ini
aromanya membawa romantika, yang mistis
yang selalu kuhirup ketika pundakmu kukecup
lalu kau tersenyum simpul
Kita ini serasi, aku tahu itu
hanya saja, kadang permainan kabut
membuat semuanya menjadi abu-abu
hingga tak kutangkap impuls itu
mungkin tak sampai pula pertanda-pertanda dariku
Maka aku akan selalu tersenyum, buatmu
hingga nanti
ketika dupa-dupa bisa kubakar dengan senang hati
dan kau yang menyalakan api

Far Away Jet Inn

Read more »

Powered By Blogger